Diposting pada Jum'at, 03-06-2011 | 07:15:39 WIB

YOGYAKARTA - Jasad para syuhada tidak hancur dan tetap utuh, tema tersebut 
dibahas dalam event bedah buku dengan judul "The Miracle of Shaheed", keajaiban 
jasad para syuhada dari tinjauan medis. Mengambil tempat di Masjid Al 
Mujahidin, komplek Kampus Universitas Negeri Yogyakarta hari Kamis 2 Juni 2011. 

Ratusan pendengar dari kalangan pria dan wanita antusias mengikuti pembahasan 
tema tersebut yang menghadirkan dua pembicara yakni ustadz Fuad Alhadzimi, 
mantan Imam Masjid Al Hijrah Tempe, Sidney, Australia dan dr Wahyu Alamsyah, 
dari residen bedah kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM).

Acara dimulai pukul delapan pagi dengan pembicara pertama dr Wahyu, yang 
mengupas bagaimana sebuah jasad orang yang meninggal menuju proses pembusukan. 
Dijelaskan sebuah jasad orang yang mati akan mulai proses dekomposisi 
(pembusukan) atau degradasi tubuh mayat akibat proses autolis dan aktivitas 
mikroorganisme. Maksimal lima hari maka jasad orang mati sudah akan membusuk, 
diikuti proses lain seperti perut menggelembung, scrotum (alat kelamin) 
membesar dan lain sebagainya seperti di jelaskan dalam buku yang dibedah.

Dokter yang bertugas di UGM ini juga sedikit menceritakan pengalaman dokter 
lain yang ia ketahui saat merawat sebuah jasad orang mati. Diceritakan seorang 
dokter di luar negeri menerima jenazah orang yang sudah meninggal, kemudian 
dokter tersebut coba memeriksa, tapi sayup-sayup dia mendengar suara adzan, 
kemudian dokter tersebut mengambil stetoskop dan meletakkan di dada jenazah 
tersebut, ternyata suara adzan berasal dari jenazah itu. Dokter itu kemudian 
memanggil perawat lain untuk membantu memeriksa, para perawat lain ternyata 
juga mendengar hal yang sama. Setelah di cari informasi, mayat tersebut adalah 
seorang yang ketika hidup bertugas sebagai muadzin, pria itu tidak pernah 
terlambat sholat dan selalu rajin ke masjid.

Ketika menceritakan hal tersebut, dr Wahyu sempat terhenti dan menitikkan air 
mata. 

Dokter Wahyu menjelaskan proses pembusukan mayat melalui kerja mikroba, sebuah 
makhluk bernama mikroba yang dr Wahyu jelaskan sebagai "pasukan Allah" untuk 
mendegradasi atau membusukkan mayat hingga hancur.

"Namun anehnya perintah mikroba untuk menghancurkan mayat ini tidak berlaku 
pada jasad para nabi, syuhada dan orang-orang yang hafal Al Qur'an," jelas dr 
Wahyu.

Acara kemudian dilanjutkan pada sesi pembicara kedua, ustadz Fuad Alhadzimi. 
Ustadz Fuad, mantan imam masjid Sidney Australia ini pertama kali memberikan 
gambaran orang-orang yang syahid di medan perang dalam sebauh film singkat. 
Diperlihatkan potongan film komandan Khottob (Chechnya), Syaikh Ahmad Yassin 
dan Abdul Aziz Rantisi serta Yahya Ayyash (Palestina), Syaikh Usamah bin Ladin, 
serta beberapa foto syuhada lainnya, termasuk dari Indonesia.

Ustadz Fuad mengawali dengan penjelasan keutamaan orang syahid, jihad serta 
penjelasan lainnnya yang ia akhiri hingga adzan Dhuhur berkumandang. 
Tambahan informasi, buku The Miracle of Shaheed ditulis oleh Dr. Abdul Hamid Al 
Qudhoh, ia adalah seorang ahli ilmu mikrobiologi. [muslimdaily.net]

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke