Bab II : B. Pendapat Kedua: Nabi ISA a.s. Akan Turun ke Bumi 

Pendapat yang meyakini bahwa Nabi Isa akan turun ke bumi, hal ini didasarkan 
pada 
argumentasi serta penafsirannya yang mendalam atas ayat dan hadits yang ada.
 
Bahwa yang dimaksudkan dengan mutawaffiika (mewafatkanmu) sebagaimana termaktub 
dalam surat Ali Imran ayat 55, tidak harus di terjemahkan secara tersurat, 
tetapi 
sebaiknya dilihat juga secara menyeluruh; mengingat ada kaitannya dengan kata 
rafi'uka 
(mengangkat). Sehingga kata "wafat" tidak selamanya diterjemahkan dengan mati, 
melainkan dapat pula diberikan makna 'tidur atau diangkat' atau disempurnakan.
 
Dengan merujuk Tafsyir al-Kasyaf jilid I halaman 432 bahwa kata Inni 
mutawaffiika dapat 
diberi arti 'Aku menyempurnakan ajalmu', artinya Allah telah melindungi dan 
menyempurnakan Isa as. dari kaum kafir (kuffar) yang akan membunuhnya. 
Sedangkan 
kata "wa rafi'uka ilayya" bermakna 'mengangkatmu ke langit-Ku'. Dan kata "wa 
muthahhiruka minal-ladzina kafaru" bermakna 'Aku membersihkanmu, memeliharamu, 
atau melindungimu dari kejahatan kaum kaum kafir'. Hal ini dikaitkan pula 
dengan surat 
az-Zumar: 42 yang mempunyai makna 'mengangkatmu dalam keadaan tidur hingga 
engkau tidak dihinggapi khawatir dan engkau berada di langit'.
 
Kesimpulan pendapat kedua ini dapat dirangkum sebagai berikut:
 
1. Nabi Isa a.s diangkat ke langit dan benar benar akan turun ke bumi untuk 
menyelamatkan umat manusia dari kejahatan Dajal.
 
2. Penafsiran surat Ali Imran ayat 55, "inni mutawaffiika" harus ditafsirkan: 
'menidurkan 
atau menyelamatkan'. Dengan penafsiran tersebut, maka Nabi Isa a.s. dalam 
keadaan 
masih hidup (sedang tidur) ketika diangkat ke langit untuk melanjutkan misi 
Nabi 
Muhammad saw dan menjadikan umat manusia memeluk agama Islam di mana Nabi Isa 
a.s. akan memimpin shalat atau sebagai imamnya.
 
Dari perbedaan pendapat pro dan kontra tentang turunnya atau tidaknya Nabi Isa 
a.s. ke 
bumi, justru salah satu yang tidak dipersoalkan adalah akan datang atau 
munculnya al-
Masih ad-Dajal itu sendiri. Dan dalam pembahasan ini --pro dan kontra tentang 
turun atau 
tidaknya Almasih Isa a.s. ke bumi-- polemik tersebut tidak akan dijadikan 
pembahasan, 
tetapi penulis mencoba melihat penafsiran "dua term" aktual, yaitu al-Masih dan 
ad-Dajal7 
dengan merujuk kedua pendapat tadi dikaitkan dengan gerakan zionisme dengan 
seluruh 
konspirasinya yang ada.
 
l. al-Masih dan ad-Dajal 

Salah satu doa yang dibaca di kalangan umat Islam adalah memohon perlindungan 
Allah 
SWT dari fitnah Dajal. Sedangkan yang dimaksud dengan kata al-Masih, yaitu 
'orang yang 
kepalanya diusap atau yang telah diberi berkah, direstui, dan disucikan', 
sebagaimana 
disebutkan dalam Al-Qur'an:
 
Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang 
diciptakan 
dengan) kalimat-Nya yang telah disampaikan-Nya kepada Maryam..." (an-Nisa': 
171).
 
Nabi Isa yang diberi gelar Almasih tidak lain adalah utusan Allah, sebagaimana 
juga misi 
para nabi dan rasul lainnya. Akan tetapi, di kalangan umat Kristen sering 
diartikan bahwa 
Almasih berarti "juru selamat" atau Mesiah, di samping juga dianggapnya sebagai 
Tuhan 
karena keajaiban kelahirannya --padahal bagi Allah penciptaan itu adalah 
kekuasaannya, 
sebagaimana Allah SWT menciptakan Adam, cukuplah Dia berkata, "...kun fayakun, 
jadilah (seorang manusia) ." (Ali Imran: 59).
 
Berkaitan dengan penjelasan tadi, penyebutan Nabi Isa dengan Almasih mempunyai 
arti, 
"nabi yang diberkati atau yang telah diusap kepalanya sebagaimana kebiasaan 
penasbihan atau penyucian dalam upacara kaum Bani Israel pada waktu itu. Dia 
adalah 
utusan Allah. Dan ia bukan Tuhan, sebagaimana diyakini para Ahli Kitab.
 
2. Dajal dan Ahli Kitab

Dajal berasal dari kata dajala yang artinya 'tertutup oleh sesuatu, pembohong, 
penipu'. 
Sehingga kata dajala tersebut dapat ditafsirkan ke dalam beberapa pengertian 
tentang 
sifat manusia, sebagai berikut:
 
a. Orang yang tertutup mata hatinya dari kebenaran. Atau mereka yang berupaya 
untuk 
menghilangkan kebenaran dan menguasai orang lain dengan kepalsuan yang 
ditawarkan 
dengan penuh tipu muslihat dan kebohongan.
 
b. Apabila "Dajal" ditafsirkan sebagai manusia atau bangsa yang bertujuan ingin 
menghapuskan kebenaran dan menawarkan konsep-konsep pemikirannya yang penuh 
kepalsuan, maka siapa lagi yang paling pantas untuk menyandangnya, kecuali Ahli 
Kitab 
yang telah menyisipkan berbagai ajaran palsu yang diakuinya sebagai firman 
Tuhan. 
Padahal, itu hanyalah sebuah angan-angan belaka, hal ini sebagaimana firman-Nya:
 
"... dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab: Barangsiapa yang 
mengerjakan 
kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu...." (an-Nisa': 
123).
 
Al-Qur'an telah melakukan penilaian sangat tepat dan akurat terhadap 
sifat-sifat sebagian 
dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Sebagian dari mereka terus berusaha dari 
waktu ke 
waktu untuk mengajak orang-orang yang beriman agar menjadi kafir. Hal ini 
sebagaimana 
firman-Nya:
 
"Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu; padahal mereka (sebenarnya) 
tidak 
menyesatkan melainkan dirinya sendiri...." (Ali Imran: 69).
 
Mereka mencoba memalsukan berbagai keterangan, membuat dongeng, dan khayalan 
sehingga mengguncangkan hati manusia. Seakan-akan, dongeng itu datangnya dari 
Tuhan, padahal benar-benar hanyalah sebuah karangan, sesuai dengan tradisi kaum 
Yahudi yang sangat gemar membuat dongeng dan nyanyian sebagai akibat 
terbelenggu 
oleh kekuasaan Roma yang beragama Pagan (musyrik, sinkretisme, dan pantheisme). 
Mereka pun masih terobsesi oleh keyakinan sebagai "bangsa pilihan" yang harus 
menguasai dunia dan membangun kembali menara Babil serta The Temple of Solomon 
(kejayaan Sulaiman).
 
Al-Qur'an mengungkapkan sifat para Ahli Kitab Yahudi tersebut sebagaimana 
firman-Nya:

"Sesungguhnya diantara mereka itu ada satu golongan yang memutar-mutar lidahnya 
membaca Alkitab supaya kamu mengira itu sebagian dari Alkitab, padahal ia bukan 
dari 
Alkitab dan mereka mengatakan, 'Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah', 
padahal ia 
bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka 
mengetahui." (Ali Imran: 78).
 
Penyisipan serta berbagai kontradiksi mewarnai Injil Perjanjian Lama dan 
Perjanjian Baru, 
sehingga Al-Qur'an memberikan koreksi terhadap kaum Yahudi agar mereka kembali 
kepada ajaran Taurat dan Injil, yang sebenarnya telah dirangkum dalam Al-Qur'an.
 
Sebagaimana kita ketahui bahwa obsesi kaum Yahudi untuk menguasai empat penjuru 
bumi: utara, selatan, timur, dan barat (lambang angka 13 = 1+3 = 4) dan 
merindukan 
"tanah yang dijanjikan" (Ezrat Yisrail atau zion) telah berlangsung ratusan 
tahun dan 
direncanakan dengan rapi melalui berbagai gerakan dan ideologi, seperti 
Iluminasi dan 
freemason. Mereka merasa bahwa dengan rencana-rencananya tersebut akan 
diperoleh 
keuntungan atau hasil yang besar. Dalam hal ini, Allah SWT mengecam perbuatan 
mereka:
 
"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan 
tangan 
mereka sendiri; lalu mengatakannya: 'Ini dari Allah' (dengan maksud), untuk 
memperoleh 
keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu…" (al-Baqarah: 79)
 
Gerakan konspirasi rahasia zionis, yaitu Iluminasi dan freemason mencoba 
membuat 
tafsiran-tafsiran rasional dan kontroversial untuk melemahkan orang-orang yang 
beriman. 
Upaya kaum Iluminasi dan freemason untuk mengubah Alkitab dan membuat 
penafsiran 
yang bersifat mistik telah disinyalir dalam Al-Qur'an sebagaimana firman-Nya:
 
"Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya..." 
(an-
Nisa': 46).
 
Semua ambisi kaum zionis tersebut, tidak lain mereka lakukan untuk menguasai 
dunia, 
yaitu untuk membentuk "satu dunia baru" (novus ordo seclorum): satu dunia, satu 
pemerintahan, satu agama, satu kewarganegaraan. Hal itu dimaksudkan untuk 
mewujudkan dan menjadikan umat manusia agar mengingkari Allah dan Rasul-Nya, 
sebagaimana firman Allah:
 
"Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu 
kepada kekafiran setelah kamu beriman...." (al-Baqarah: 109).
 
Pada zaman dahulu, para pengikut Dajal mengubah dan menempatkan kalimat-kalimat 
palsu dalam Alkitab, yaitu berupa dongeng dan pemujaan terhadap dewa atau Tuhan 
palsu. Pada zaman modern ini, dongeng mereka tentu saja disesuaikan dengan cara 
berpikir dan kondisi yang ada. Dengan segala caranya, mereka mengepung umat 
manusia 
dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membentuk 
opini 
serta image simpatik kepada gerakan yang mereka kampanyekan, sehingga 
lambat-laun 
umat manusia terperangkap ke dalam strategi kaum zionis yang ingin 
menguasainya. 
Itulah sebabnya, mereka tidak pernah akan senang bila umat Islam bersatu atau 
berjaya.
 
Mereka bersatu-padu dengan kroni-kroninya, kaum kafir dan musyrik untuk 
menghancurkan ajaran Islam dan umatnya dari muka bumi:
 
"Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan 
diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu..." (al-Baqarah: 105).
 
Firman Allah pasti benar dan tidak mungkin digugat atau ditafsirkan lain, 
kecuali berpihak 
kepada kebenaran. Demikian pula, posisi umat Islam dalam menghadapi "perang 
global" 
yang didukung oleh orang-orang Yahudi dan kaum kafir, maka itu harus dilawan 
dengan 
tindakan yang bersifat simultan dan total, sebagaimana firman-Nya:
 
"Hai orang-orang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan 
janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang 
nyata 
bagimu." (al-Baqarah: 208).
 
Kaum zionis yang menghalalkan dan membiayai usahanya dengan segala cara, benar- 
benar telah buta mata hatinya walaupun akal pikirannya sangat cerdas sekalipun. 
Mata 
hati untuk mengenal Allah dan Rasul-Nya sebagai kebenaran telah tertutup 
(dajala) dan 
begitu pula dengan akalnya. Dan pikirannya pun telah dikuasai hawa nafsu setan. 
Bahkan, 
saat ini begitu semarak penyembahan terhadap setan yang diyakininya akan 
menyelamatkan umat manusia. 
 
Hal ini dikarenakan ajaran palsu yang mereka sisipkan dalam Alkitab bahwa setan 
dan 
para pengiringnya adalah "malaikat yang diutus" (the fallen angels) yang akan 
menguasai 
dan menjelajahi bumi. Kemudian mereka menampakkan wujudnya dalam bentuk 
binatang, 
naga, ular; bahkan wujud manusia bermata satu yang dikeningnya bertuliskan 
"666", yang 
kemudian akan dibunuh oleh Yesus setelah turun dari langit. Lalu ia tinggal di 
bumi untuk 
membangun "kerajaan tuhan" selama seribu tahun, sebelum datangnya hari kiamat 
yang 
diawali dengan pertempuran dahsyat antara Yesus dengan Dajal tersebut (The 
Armageddon). 
 
Apabila kita melihat kisah-kisah dongeng, sebagaimana dikisahkan dalam Injil 
Perjanjian 
Baru Wahyu 12 sampai 13. Sesungguhnya, hal itu ada semacam kemiripan, yang 
diduga 
adanya penyisipan hadits yang dimasukkan oleh Ka'ab al-Ahbar (mantan rabbi 
Yahudi 
yang kemudian memeluk Islam) yang kemudian membuat guncang hati manusia, 
kecuali 
orang-orang yang beriman. Padahal, upaya mereka tersebut hanyalah sebuah tipuan 
dan 
upaya untuk mencampur-adukkan kebenaran dengan kebatilan sebagaimana firman 
Allah:
 
"Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur-adukkan yang hak dengan yang batil dan 
menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?" (Ali Imran: 71)
 
 Bersambung ke bab 2.3.2
 
Wassalam
 
St. Sinaro

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke