3. Dajal Gerakan Kafirisasi Matrialistik Dengan pemahaman tersebut, kita harus melihat Dajal dalam bentuk tafsiran yang aktual, yaitu sebagai satu ajaran yang palsu, gerakan rnanipulasi internasional untuk menghancurkan segala agama, agar orang yang beriman terperangkap dalam jaringan konspirasi zionisme yang bersifat menyeluruh dan menyentuh seluruh kehidupan manusia. Konspirasi Dajal yang bersifat matrialistik sekuler, pada hakikatnya telah berlangsung sejak lama. Dendam sejarah kaum Yahudi yang selalu menjadi "bulan-bulanan" bangsa- bangsa yang menjajahnya sampai pada saat diaspora (terpencar-pecah di beberapa negara), menyebabkan mereka tidak henti-hentinya mencari jalan untuk membalas kekalahannya tersebut untuk kembali bersatu. Ajaran filsafat pada abad pertama telah merasuki pola filsafat Yunani-Romawi dengan ajaran epikurisme (ajaran yang semata-mata bersifat hedonisme), yaitu mengejar kenikmatan dunia semata-mata. Mereka ingin mereguk kenikmatan dunia, karena bagi aliran ini, surga hanya ada di dunia belaka. Motto mereka, "nikmatilah hidup setiap hari" (carpe diem); "pakailah mahkota bunga mawar, sebab besok kita akan mati!" (coromemus nos yosis, cras enim moriemur). Sementara, Prof J.S. Malan mendukung teori "reformasi dunia baru" yang diajarkan zionis Dajal dengan cara membangun hanya "satu pemerintahan dunia" (new world government), yaitu pemerintahan dunia yang semakin transparan dan tanpa batas. Dan hanya dengan cara seperti inilah, dogma-dogma agama yang dianggapnya sebagai racun dan pemacu konffik, bahkan perang, akan menemui "ajalnya". Filsafat dan cara berpikir seperti ini telah merasuki zaman modern yang serba mudah dan berlimpahan tawaran kenikmatan dunia, sehingga memalingkan hati umat manusia dari hidupnya yang hakiki. Sehubungan dengan hal tersebut, kiranya kita harus menafsirkan Dajal tidak dalam bentuk fisik: bermata juling, sakti mandraguna, bisa melompati bumi dalam sekejap, dan sebagainya. Kita harus menafsirkannya dalam bentuk pesan-pesan aktual, di mana Dajal tidak lain adalah sebuah gerakan ideologi untuk mengkafirkan kaum beragama, cara berpikir, atau ajaran yang akan menyimpangkan perhatian orang-orang yang beriman kepada penyembahan materi yang dikampanyekan kaum zionis melalui organisasi rahasia mereka yaitu Iluminasi dan freemason. Hal ini sebagaimana firman Allah: "Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka; Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami." (an-Naml: 82). Penafsiran terhadap ayat tersebut (an-Naml: 82) pada kata "apabila perkataan telah jatuh", dimaksudkan sebagai saat tertentu ketika datangnya ketetapan Allah untuk mengubah seluruh tatanan nilai yang telah rusak akibat keingkaran manusia terhadap ayat-ayat Allah. Sedangkan dabbah --dengan segala bentukannya disebutkan di dalam Al-Qur'an sebanyak empat belas kali-- diterjemahkan sebagai 'binatang melata' dan ditafsirkan pula sebagai kata simbolis yang menggambarkan keadaan manusia yang sudah memiliki sifat- sifat binatang. Sifat yang tidak lagi mempertimbangkan potensi hati, melainkan hanya mengabdikan dirinya kepada gelegak potensi hawa nafsu yang lebih hina dari binatang. Abdulah Yusuf Ali dalam tafsirnya The Holy Qur'an mengatakan, "Dalam bahasa simbolis, ia (dabbah) memperlihatkan sifat matrialismenya yang murni." Selanjutnya, ia menafsirkan surat an-Naml:82 pada kata taklimuhu yang dibaca sebagai kebalikan dari tukallimuhum, akan memberikan arti binatang itu akan mencederai mereka, atau secara simbolik memberikan arfi bahwa matrialisme itu akan mendatangkan kesengsaraan sebagai balasan (nemesis) bagi dirinya sendiri. Untuk memahami secara lebih mendalam tentang apa yang dimaksudkan dengan binatang melata tersebut, Allah berfirman: "Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi (daabbatin) dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab sedikit pun, kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan." (al-An'am: 38). Dari penafsirari tersebut, binatang melata itu dapat berupa manusia (umat-umat seperti kamu) dengan segala pemikirannya yang menyimpang dan mempunyai ambisi yang sangat kuat untuk menguasai dunia. Binatang melata dapat pula disimbolkan sebagai satu paham baru yang ingin menghapuskan dogma-dogma agama. Membebaskan manusia dari belenggu Kerajaan Roma Katolik serta agama lain (termasuk Islam) untuk diganti dengan ideologi atau paham universalisme, unitarianisme, sesuai dengan cita-cita Adam Weishaupt di dalam bukunya novus ordo seclorum. Sebagai kelanjutan dari agama Pagan yang diagungkan oleh Kaisar Konstantin, yaitu the sun worship atau sol invictus. Dalam semangat penyembahan "dewa matahari" tersebut terkandung semangat universalisme, sinkretisasi, atau penyatuan seluruh agama di dalam naungan sol invictus tersebut. Paham matrialisme tidak lain adalah pembebasan umat manusia dari agama-agama. Bukan hanya sekadar paham sekuler (seculum artinya kekinian, hidup hari ini, atau memisahkan agama dengan negara) tetapi benar-benar membebaskan manusia dari agama yang mereka anggap sebagai racun. Bagi aliran matrialisme ini, agama-agama di muka bumi hanyalah bentuk lain untuk menciptakan konflik dan pertentangan. Untuk itu, mereka harus menciptakari cara berpikir yang baru dengan bersandarkan kepada rasionalisme matrialistik yang bersifat mendunia. Menciptakan agarna baru (quasi religion) sebagai pengganti agama konvensional. Dabbah atau binatang melata dapat pula ditafsirkan sebagai manusia atau bangsa yang membawa ajaran matrialisme yang antiagama. Ia adalah sosok manusia yang berjiwa binatang yang telah buta mata hatinya, bahkan lebih hina, lebih sesat, dan lebih kejam dari binatang. Hal ini sebagaimana firman Allah: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak mau dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (al-Araf: 179). Dajal tidak lain adalah ajaran sesat yang mempunyai dampak global. Ajaran sesat yang didukung oleh kekuatan intelektual dan sarana yang supramodern. Dajal menjadi satu entitas (satuan yang berwujud) bangsa yang disimbolkan hanya punya satu mata yaitu "matrialisme radikal". Struktur tubuhnya yang gagah dan intelektualnya yang tinggi, mereka tidak manfaatkan untuk mengenal Allah. Sebaliknya, mereka menunjukkan sikapnya yang sombong dengan cara membuat dan merekayasa dogma agama baru. Sebagaimana disebutkan oleh Al-Qur'an bahwa mata, telinga, dan hatinya telah tidak berfungsi untuk mengenal cahaya Ilahi. Maka jelaslah bahwa Dajal bukan binatang dalam bentuk naga berkepala sepuluh atau ular atau bentuk binatang (the Beast) sebagaimana didongengkan oleh Injil Perjanjian Baru (Wahyu 10-20), melainkan manusia yang mempunyai ajaran yang sesat. Dan nilai mereka, sama dengan binatang melata yang seakan-akan muncul di permukaan bumi dengan ajaran-ajaran sesatnya yang memikat hati orang-orang yang ingkar. Gerakan Dajal yang dikembangkan sebagai agama dan ritual freemason telah diketahui oleh Kerajaan Roma Katolik, karena mereka sadar bahwa gerakan ini menyerang eksistensi gereja dengan menamakan dirinya anti-Kristus. Itulah sebabnya, Kerajaan Gereja Roma Katolik telah mengeluarkan pengucilan (excommunication) bagi mereka yang menjadi anggota freemason --those who lend their names to a amsonic sect or other association of the same kind who plot against the church incur the penalty of excommunication resting simply in the Apostolic See (Canon 2335 of the Code of Cannon Law, promulgated, 27 May 1917). 4. Aliran Mistik Setanisme
Dajal dalam bentuk pemujaan terhadap materi dipresentasikan oleh dunia Barat dalam bentuk pemikiran rasional dan menjadikan para pengikutnya untuk berpikir bebas (freethinker). Mereka meyakini bahwa kehidupan hanyalah ada di dunia. Oleh karena itu, segala macam dogma agama harus disingkirkan, sebab itu memenjarakan manusia: kebebasan, hawa nafsu, seks, dan segala keinginan manusia yang harus dinikmati, selama tidak mengganggu orang lain. Itulah sebabnya, ajaran setan ini mengakomodasi para lesbian, homoseksual, dan kebebasan seks. Gerakan setanisme yang dipresentasikan secara rasional dan diberikan dasar-dasar falsafahnya, sesuai dengan tuntutan dunia modern yang rasionalis-matrialistis, pertama kali dipelopori Aleister Crowley seorang sastrawan, pendaki gunung dan juga anggota dari aliran kepercayaan Hermetic Order di Inggris telah memperkenalkan ajaran mistik Thelema (dari bahasa Yunani Thel-ay-mah) yang artinya 'keinginan atau kecenderungan'. Ajaran Thelema merupakan adopsi dari mistik kuno di Mesir yang mendewakan Isis dan Osiris, serta memuja angka keramat "tujuh", dikarenakan alam semesta berdiri di atas angka tujuh tersebut. Ajarannya menekankan kebebasan manusia sebagai bintang- bintang di muka bumi yang mempunyai kebebasan untuk mewujudkan apa saja yang diinginkan oleh manusia. Itulah sebabnya, kesaksian para aliran Thelema adalah "lakukan segalanya sekehendakmu dengan hukummu." sebagaimana diuraikan dalam buku karangannya Liber Legis (Kitab Hukum). Kebebasan manusia didasarkan pada cinta sebagai hukum utamanya, tetapi cinta itu pun harus tetap berada dalam kendalinya. Pengembaraan Crowley ke Mesir dan dunia Timur telah memberikan ilham dan pemerkayaan pengetahuannya dalam mengarungi kegilaannya kepada dunia mistik, sehingga ajaran Thelema merupakan sinkretisasi dari ajaran sesat dengan menggabungkan sesembahan yang ada di India, Mesir, dan daratan Eropa. Di dalam inti ajaran Thelema disebutkan beberapa "guru" yang disebut Avatar, Ahman, Baphomet yang dituangkannya dalam motto: sigillum sanctum fraternitum yang menghiasi cakra tujuh segi sebagai lambang kebebasan universal (universalist liberalist). Ajaran mistik Crowley, Thelema, semakin berkembang dan mengilhami pemikiran matrialis-rasional para pemikir Amerika. Misalnya, ajaran tentang unitarian universalist, sebuah ajaran yang mengajak umat manusia untuk bersatu-padu dalam ikatan kemanusiaan, persaudaraan, kesatuan, dan kasih sayang. Yang tidak lain adalah ajaran yang telah dikumandangkan atau dipengaruhi oleh para pemikir bebas dan ateis freemason melalui "penyembahan setan" (satanic worship) yang dikembangkan sebagai satu agama yang disebutnya sebagai satanic church oleh Anton Szandor La Vey pada tahun 1966. Sebagaimana Adam Weishaupt pendiri Iluminasi dan tokoh freemason, La Vey juga adalah seorang aktivis gereja yang menyempal karena merasa kecewa dengan sistem gereja yang dianggapnya penuh dengan kemunafikan. Untuk menumbuhkan kredo atau keyakinan pengikutnya, La Vey mengarang beberapa buku petunjuk antara lain The Satanic Bible dan The Satanic Ritual pada tahun 1969. Lalu pada tahun 1972, dia membuat buku The Complete Wick dan The Devil Notebook yang sangat laris. Mereka sangat membanggakan nilai kemanusiaan, persamaan hak, dan kebebasan (humanity, equality, dan freedom). Manusia dilahirkan sama dan harus mempunyai kebebasan yang sama. Seseorang melebihi yang lain, berarti melawan fitrah karena kelebihan seseorang dari yang lain, berarti telah merampas sebagian dari kebebasan manusia yang lain. La Vey menetapkan tiga ajaran pokok setanisme, yaitu memuaskan rasa ingin tahu intelektual, tindakan kebebasan individu, dan memanjakan diri (intellectual curiousity, personal liberty of action, dan physical indulgence). Hal ini mendekati definisi yang dibuat oleh The American Humanist Association (Asosiasi Humanis Amerika) bahwa humanisme adalah falsafah dari berpikir yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, diilhami dengan seni, didorong oleh kasih sayang. Humanisme membela dan sekaligus mengembangkan partisipasi manusia dalam proses demokrasi yang mengembangkan keterbukaan dan membela keadilan sosial. Ajaran setan ini bukan lagi sebagai khayalan, tetapi benar-benar ada. Bahkan, ia telah berkembang cepat --telah dilegalkan-- dan merambah ke kota-kota besar di seluruh dunia. Mereka ingin menjadikan ajaran ini sebagai agama alternatif; secara terselubung profesional dan dengan dukungan dana yang berlimpah. Mereka terus memasuki berbagai bidang kehidupan manusia. Memasuki institusi dan dengan sangat pandai membelokkan moral dan dogma, sesuai dengan keinginan mereka. Setanisme ajarannya menekankan pada rasionalisme bahwa dalam kehidupan nyata, sebuah sistem harus didasarkan pada rasio diri sendiri, memanjakan diri, dan membangun keterasingan. Berpikir bebas atas dasar asumsi bahwa manusia belum bebas, selama masih dipenjarakan oleh dogma-dogma agama, khususnya agama Kristen --sebab itulah mereka menyebut dirinya sebagai anti-Kristus. Manusia belum bebas selama masih terkotak- kotak dalam agama yang menjadi pemacu konflik. Sebab itu, manusia harus menyambut baik ajaran setan bersama para pengiringnya (the fallen angels), yang justru ingin menempatkan manusia sebagai raja di muka bumi. Mereka sangat yakin bahwa setanisme merupakan agama yang memperkenalkan kebenaran sejati dan lebih tua dari ajaran Kristen itu sendiri. Inti ajarannya adalah merangkum segala pemikiran yang bebas dari dogma agama. Walaupun ajaran mereka sendiri penuh dengan dogma dan kontradiksi satu sama lainnya. Akan tetapi, ajarannya tetap merupakan ancaman dan tantangan bagi para juru dakwah agama bahwa ajaran setan dengan segala derivasinya telah merambah dunia dan memperkenalkan berbagai ajaran yang mereka ajarkan dengan rasional, lebih tepat bahwa ajaran mistik sinkretisme yang dicarinya adalah rasionalisasinya. Cita-cita ajaran setan ini menjadikan dunia menjadi satu, dengan asumsi bahwa seluruh umat manusia harus dibebaskan dari dogma agama. Mereka harus patuh pada satu pemerintahan dan satu kekuatan, yaitu Baphomet sebagai "bapak" dari segala setan termasuk binatang the Beast 666. Gerakan mistik dan okultis sebagai bagian dari jaringan konspirasi kaum ateis, pemikir bebas, dan leftist yang sangat membenci agama samawi, semakin berkembang dari waktu ke waktu, bahkan mampu mengorganisasikan dirinya dengan sangat profesional untuk menyimpangkan, atau jelasnya mengkafirkan orang-orang yang beriman. Berbagai okultis-mistik secara sengaja diarahkan kepada kaum muda, misalnya Children of God, Worldwide Church of Satanic Liberation, The Satanic Orthodox Church, Temple of Set, dan sebagainya. Peringatan Al-Qur'an tentang akan datangnya Dabbah sudah terbukti. Binatang melata yang dimaksudkan Al-Qur'an tidak lain adalah ajaran setan yang "dikemas" dengan sangat modern, ditawarkan dengan "bungkus" rasionalisme, humanisme, dan demokrasi. Hal itu pada dasarnya adalah cara kaum zionis yang ingin melumpuhkan seluruh umat manusia agar terlena dengan godaan materi yang mereka tawarkan tersebut. Lalu pada akhirnya, mereka akan menguasai dunia dengan ajaran-ajararmya tersebut. Pemikir atau filosof tingkat dunia antara lain Friedrich W Nietzsche, Isaac Newton, Karl Marx, Thomas Jefferson adalah beberapa contoh tokoh yang merupakan mata rantai dari kelangsungan dan penyempurnaan akan datangnya Dajal dalam bentuk pemikiran bebas dan berorientasi hanya pada materi. Ajaran setan yang telah memutarbalikkan penafsiran Alkitab telah menjadi pembangkang paling gigih menentang gereja Katolik dan Kristen pada umumnya. Mereka meyakini bahwa binatang dengan bilangan 666 --sebagaimana dimuat di dalam Kitab Wahyu 13: 18- - merupakan berkah bagi umat manusia, karena "binatang 666" itu adalah anak dari Baphomet, kosmik Kristus yang akan turun ke bumi dan tinggal selama tiga setengah tahun untuk mengantarkan umat manusia ke dunia baru. Bersambung ke bab 2.3.3 Wassalam St. Sinaro -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
