Mak Saaf, kecek bung Hatta sajak tahun 60-an, kan korupsi tu di Indo lah jadi budaya. Jadi cocoklah lembaga kebudayaan mangawani pelaku/peminat budaya...:))
Sadang nan terbukti menentang budaya tu, dapek penghargaan bung Hatta.... Wassalam fitr 2011/6/17 Dr Saafroedin Bahar <[email protected]> > Pak Jacky, hubungan pribadi sebagai manusia adalah wajar. Tapi kalau suatu > institusi kepemimpinan etnik secara demonstratif - lengkap dengan regalianya > - mengunjungi tersangka korupsi terpilih (!), dalam suasana kita semua > sedang menggalakkan kampanye anti korupsi, sehingga mengejutkan mereka > sendiri, rasanya agak berkelebihan. Kalau datang secara informal, pribadi, > dan berpakaian biasa, itu masuk akal. Perhatikanlah sinisme masyarakat > sewaktu tiga petinggi Partai Demokrat mengunjungi Nazaruddin di Singapura. > Tidak pas dgn 'raso dan pareso'. > > > -------Original Email------- > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
