3.1.2 Perang Global. Tatanan khilafah telah runtuh dan diubah dengan sistem dinasti atau sistem yang sungguh jauh dari Al-Qur'an, walaupun lambat, tetapi pasti. Seluruh sistem yang tidak bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah Rasul dapat menyebabkan hilangnya jamaah. Seharusnya, para mubalig dan para pemimpin Islam tidak mengenal henti untuk memperkokoh barisan dan mempersatukan hati (ta'liful-quluub) untuk menuju satu sistem yang utuh, total, dan mencakup segala segi yang holistis (bersifat keseluruhan, ed.) agar terhindar dan tidak terkontaminasi oleh gaya pemikiran kaum kafir yang bersifat hedonistik, individualistis, dan sekuler. Nilai-nilai agama mereka buang di kotak sampah. Jiwa amarah membungkus para abdi nafsu dengan penuh ambisius, seraya mencatut nama rakyat. Mereka pun menohok harga diri orang beragama. Moral, etika, dan sopan santun hanya sebuah kata yang semakin samar-samar, apalagi cinta dan akhlak karimah. Prinsip jamaah yang berdiri di atas tiang saling memahami (tafahum), saling bertanggung jawab (takaful), saling menolong serta saling membela (ta'awun), dan adil berkesimbangan (tawazun), kini hanya tinggal kenangan. Puing-puing yang sulit untuk dikumpulkan kembali, karena jiwa telah dinista oleh gaya berfikir yang jauh dari prinsip Islami. Padahal, dengan sangat jelas dan tandas, Allah telah menyerukan mereka dengan firman-Nya: "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (al- Baqarah: 208). Totalitas gerakan tersebut tidak lain dalam satu ritme organisasi yang berada dalam sistem jamaah. Inilah kunci kemenangan umat Islam. Tidak pernah ada satu aksioma yang bisa memenangkan perjuangan umat Islam kecuali dalam sebuah tatanan jamaah. Lantas iman yang seperti apa lagi yang akan menafikan seruan Allah dengan firman-Nya, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (ash-Shaff: 4). Bagaimana mungkin bangunan menjadi kuat apabila tumpukan batanya berserakan? Bagaimana mungkin pula memenangkan peperangan apabila seluruh kekuatan tidak disatu-padukan dalam satu langkah, satu komando menuju kemenangan. Ayat tersebut merupakan aksioma Ilahiyah yang tidak bisa digugat. Selama umat Islam terkotak-kotak dan terpelanting dalam kolam-kolam yang kecil, maka ia tidak akan diperhitungkan, bahkan tidak akan dilihat dengan sebelah mata oleh musuh-musuhnya. Bagaikan buih. Keberadaan dan ketiadaannya sama saja. Batu bata betapapun mahal kualitasnya, tetaplah hanya sebuah batu bata. Akan tetapi, apabila mereka ditumpuk dan dikelola di bawah tangan seorang yang piawai, maka jadilah dinding bangunan yang kokoh. Mungkin, inilah keprihatinan yang teramat mendalam dari ucapan terakhir Rasulullah saw menjelang wafatnya beliau, "Umatku, umatku, umatku.". Adakah beliau gundah melihat umatnya kelak yang terpecah-pecah? Adakah beliau berwasiat kepada kita semua agar mewujudkan cita-citanya untuk menjadi umat yang berjamaah? Kalau saja dugaan kita benar, betapa beliau merintihkan harapannya kepada kita. Dengan kata lain, apabila kita tetap tidak peduli dengan seruan persatuan umat, masih pantaskah kita berdiri dan mengaku pengikutnya? Sedangkan wasiat beliau agar tidak berkelompok (berfirqah), namun tidak sedikit pun yang mau memperjuangkannya?. Maka tidak ada kata yang paling mendesak untuk dilaksanakan, kecuali persatuan umat (ittihadul-ummah). Kalau saja dimungkinkan, seharusnya ada semacam reformasi pemikiran untuk menjadikan persatuan umat bagian dari rukun perjuangan umat Islam. Kalau saja diupayakan dengan penuh kesungguhan, kiranya persatuan umat dapat menjadi "pelajaran wajib", khususnya bagi putra-putri kita yang memasuki bangku sekolah. Sayang, seruan ini hanya dianggap sebagai angin lalu. Persyaratan utama yang menyebabkan tidak datangnya pertolongan Allah, karena kita menganggap persatuan umat atau berjamaah hanya sebagai retorika belaka. Padahal, seruan ini bersumber pula dari wasiat suci baginda Rasulullah saw sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Rasulullah saw bersabda: "Umat Muhammad saw akan berada dalam kesesatan (selama tidak berjamaah), karena tangan Allah bersama jamaah. Barangsiapa menyempal maka dia menyempal ke neraka." (HR at-Tirmidzi). Oleh karena pentingnya hakikat berjamaah maka Rasulullah saw kembali menyerukan kita sebagaimana sabdanya, "Barangsiapa memisahkan diri dari jamaah, sejengkal kemudian dia mati maka matinya adalah mati jahiliah." (Muttafaq'alaih dari Ibnu Abbas). Tidakkah kita merasa takut kepada Allah apabila seruan Rasulullah saw serta ayat-ayat muhkamat Nya --ayat-ayat yang terang dan tegas maksudnya-- kita abaikan? Ataukah jiwa kita telah dicuci oleh kenikmatan dunia, harta; dan ambisi kekuasaan, sehingga dada kita kosong dari kesadaran (zikir) akan pentingnya partai Allah; yang berorientasikan pada satu pimpinan; satu gerakan satu kekuatan, Islam bersatu? Air mata mengalir dari jiwa yang merintih karena diantara kita sudah kehilangan kesadaran perjuangan untuk meneruskan warisan suci ini. Padahal Allah berfirman, "Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan setan itu golongan yang merugi." (al-Mujadilah: 19). Kita sangat mafhum bahwa ajaran setan dapat berwujud dalam bentuk apa pun juga. Dia menyelusup dalam otak manusia. Dari produksi hasil pemikiran yang telah diselusupi setan itu adalah penolakan terhadap gairah Islamiyah untuk mempersatukan umat. Dengan gaya retorika dan logika palsunya, mereka berdendang, "Ini semua siasat bung! Kami tidak berpecah, kami tetap bersumberkan Al- Qur'an dan hadits." Alangkah naifnya cara berpikir seperti itu yang tercabut dari akarnya. Umat Islam bagaikan terlena dalam gemuruh ornamen dan hiasan duniawi yang "diimpor" dari pusat-pusat pergerakan zionis. Seperti ungkapan ini, "Siang hari kamu lupa bekerja dan lalai, wahai orang yang tertipu. Dan malam hari kamu lelap tertidur, sungguh celaka tidak terelakkan!" Kalau saja umat Islam terjaga dari tidurnya niscaya mereka memahami makna akidah sebagai keberpihakan penuh (kaffah). Mulai dari niat, alat, dan siasat haruslah berpihak pada Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman-Nya: "Dan barangsiapa mengambil Allah; Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. " (al-Maa'idah: 56) B. Perang Global, Allah SWT berfirman, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak senang kepadamu sehingga kamu mengikuti agama mereka...." (al-Baqarah: 120). Pihak zionis telah "memproklamasikan" perang global. Prajuritnya bukan dalam bentuk tentara berseragam dengan senjata konvensional, melainkan tentara dalam bentuk pemanfaatan dan pengembangan teknologi, seperti media massa, khususnya media elektronik/televisi. Musuh-musuh Islam sangat sadar bahwa umat Islam tidak bisa ditundukkan dengan senjata konvensional, betapapun berteknologi tinggi. Contohnya saja Negara Teluk yang diembargo oleh para zionis, bahkan diserang dengan kekuatan terpadu yang memakai sandi the blue star, tapi pada akhirnya dapat mengandaskan ambisi "Yahudi besar'' Amerika (sedangkan Yahudi kecilnya adalah Israel) Begitu pula dengan Uni Soviet dan Rusia "terkapar" tidak mampu menghancurkan semangat jihad kaum Mujahidin Afghanistan. Tentara Amerika pilihan tidak pula mampu menghantam negara Sudan maupun Libya. Mereka harus mengganti taktik, yaitu menghancurkan umat Islam dengan serangan budaya, ekonomi, sosial, dan politik. Mulailah dengan memecah-belah diantara mereka dan membiarkan kita memetik buah dari konffik internal umat Islam sendiri. Alvin Toffler dalam bukunya Powershift (Pergeseran Kekuasaan) ketika membahas bab "Gladiator Global" menguraikan dengan sangat terperinci tentang kekuatan global gereja Katolik. Mereka mengirimkan para diplomatnya yang sangat terlatih untuk memberikan pengaruh di daerah mereka bertugas. Mereka harus menunjukkan aktivitasnya yang simpatik, melebur dalam denyut kehidupan sosio-politik dengan menghidupkan seluruh jaringan gereja. Jaringan ini bukanlah hanya sekadar rencana di atas meja, tetapi sebuah "panggilan suci". Kita dapati hasilnya mulai tampak nyata, mulai dari Filipina sampai Panama. Gereja Polandia semakin menujukkan wibawanya sebagai "pemerintah yang tenang" (the silent government) dan dikagumi karena keberhasilannya mempengaruhi kaum buruh solidarinos melawan rezim Komunis. Para diplomat Vatikan mengakui bahwa berbagai perubahan yang terjadi seluruh Eropa Timur sebagian besar dipicu oleh Paus Johanes Paulus II yang didasarkan kepada obsesinya untuk membangun "kerajaan Tuhan" di dunia. Kebijakan Paus merujuk pada dokumen yang beredar di berbagai ibu kota Eropa pada tahun 1918, isinya mendesak pembentukan negara-negara super Katolik yang terdiri atas: Bavaria, Hongaria, Austria, Kroasia, Bohemia, Slovakia, dan Polandia. Usulan Paus mengenai Eropa yang Kristen, dewasa ini, mencakup seluruh Eropa, mulai dari Atlantik sampai Pegunungan Ural dengan populasi 700 juta jiwa (A. Toffler, Powershifi: 1990). Semangat kesaksian mereka sungguh sangat mengagumkan. Mereka ditunjang oleh kekuatan dan profesionalisme, mempunyai dana, organisasi, sumber daya manusia dengan semangat "keterpanggilan" yang luar biasa. Setiap hari kerja, peta dunia digelar di meja para pembantu Paus di Vatikan. Peta dunia dianalisis dan diberikan berbagai catatan kecil sebagai petunjuk penilaian pencapaian gerakan para "prajurit Tuhan". Dari meja kepausan di Vatikan disebarkanlah jutaan pesan-pesan ke pelosok bumi. Dari mulai keuskupan di ibu kota sampai hutan belukar di pedalaman Afrika dan Papua Nugini. Jutaan buku di perpustakaan disunting dan dibuatkan kliping serta garis besarnya untuk melengkapi bahan para "prajurit tuhan" melaksanakan kesaksian sucinya. Mereka membentuk ikatan para ahli, mulai dari sejarawan, antropolog, dokter, pekerja sosial yang menguasai berbagai bahasa, kebiasaan, budaya, sosial-ekonomi, bahkan kecenderungan politiknya. Mereka mendirikan berbagai pendekatan kemanusiaan yang berkualitas, mulai dari panti asuhan, rumah sakit, lembaga pendidikan sampai pada penampungan rumah jompo. Kaum zionis bersatu padu untuk menghantam dan menenggelamkan gerakan dan gairah dakwah Islamiyah. Itulah sebabnya, dalam perang global yang tidak "berbau" mesiu, tetapi "beraromakan" dunia materi hedonistik, mereka selundupkan ke pelosok negeri, umat Islam diingatkan Allah sebagaimana firman-Nya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin- pemimpin(mu), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Dan barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (al-Maa'idah: 51). Memang, kita tidak memilih "orang" dari kaum kafir untuk menjadi pemimpin. Akan tetapi sungguh sayang--disadari atau tidak- -dengan penuh suka cita, kita menari dan mereguk seluruh umpan yang mereka taburkan dari pusat-pusat pengendalian mereka. Kita merasa menang dan bersorak, dengan penuh kebahagiaan yang meluap. Padahal di belahan bumi Barat, kaum zionis "mengangkat gelas" kemenangan menyaksikan umat yang telah kehilangan kepribadian (muru'ah) dan terpecah dalam kelompoknya (firqah) C. Bersambung ke bab (3.1.3) Wassalam St. Sinaro
-- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
