Bab III Menghadapi Perang Global (2)
 
D. Spionase Global 
 
Untuk menghancurkan umat Islam, jaringan spionase semakin menunjukkan 
keperkasaannya. Perusahaan multinasional bekerja sama dengan CIA (Central 
Intelligence Agent), agen rahasia Amerika, saling menukar informasi 
menguntungkan. 
Tidak jarang para eksekutif di suatu negara merangkap pula sebagai agen CIA. 
Bahkan, 
belakangan diketahui pula bahwa perusahaan multinasional mengembangkan jaringan 
intelijennya sendiri. Hal itu seperti apa yang ditulis Toffler bahwa kontak 
antara intelijen 
rnereka dan intelijen CIA, serta intelijen di negara lain dilakukan secara 
profesional melalui 
kontak berkala. Bechtel Corporation perusahaan konstruksi yang bermarkas di San 
Fransisco mempunyai kontrak bernilai ratusan juta dolar di Timur Tengah. Mereka 
telah 
memberi pekerjaan nominal untuk agen CIA. Lalu sebagai imbalannya, Bechtel 
memperoleh informasi komersial dari CIA. 
 
Bechtel adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang informasi rahasia 
(Bussiness 
Environment Risk Information) di Long Beach, California, telah mendapatkan 
pujian karena 
memberikan keterangan kepada pelanggannya bahwa Presiden Mesir Anwar Sadat akan 
dibunuh. Ternyata, informasi tersebut memang benar, terbukti ia terbunuh dalam 
sebuah 
parade upacara militer oleh kelompok ekstrem yang disusupi oleh pihak intelijen 
lainnya. 
Demikian pula ramalan mereka tentang serbuan Irak ke Iran, juga menjadi 
kenyataan. 
 
Hal ini membuktikan dengan jelas bahwa tidak ada negara yang bebas dari 
jaringan 
spionase yarig dikelola secara profesional oleh pihak CIA dan perusahaan 
multinasional 
negara-negara super power, terutama Amerika. Walaupun tidak dipungkiri, para 
perekrut 
CIA mendekati dan menggarap beberapa mahasiswa yang cerdas untuk diajaknya 
bekerja 
sama sebagai agen CIA dan kelak akan menjadi mitra yang menguntungkan apabila 
mahasiswa tersebut kembali ke negerinya. Peranan kedutaan besar di setiap 
negara 
sangat dominan dalam hal jaringan intelijen ini. CIA saling bertukar infomasi 
dengan 
Mossad (agen rahasia Israel, ed.) pada saat umat Islam terlalu dominan. Mereka 
sibuk 
menyelusup ke dalam tubuh umat Islam sebagai suatu strategi untuk menghancurkan 
umat Islam.
 
Sangat disayangkan, negara-negara dengan penduduk mayoritasnya umat Islam tidak 
mempunyai minat yang besar untuk mempelajari strategi global dunia Barat yang 
notabenenya merupakan ambisinya kaum zionis. Padahal Jepang telah menyebarkan 
seluruh kekuatan jaringan informasinya ke seluruh negara Amerika dan Eropa. 
Ratusan 
ribu mahasiswa tersebar di negara-negara tersebut, mereka belajar dan menimba 
ilmu, 
sekaligus sebagai spionase yang sangat loyal untuk kejayaan negerinya.
 
Isu-isu politik internasional seringkali merupakan alat propaganda kepentingan 
para 
pemimpin Barat Ketika Bill Clinton diperkarakan dan nyaris terkena impeachment 
tuduhan 
terhadap skandal seks Bill Clinton dengan Monica Lewinsky, kemudian tidak lama 
setelah 
itu, Washington memerintahkan untuk membom Irak sehingga perhatian dunia 
internasional beralih kepada kasus tersebut Gerakan konspirasi spionase dan 
cara-cara 
kaum zionis yang ikut campur tangan ke dalam urat nadi pemerintahan negara 
negara 
yang mayoritas penduduknya Islam atau Katolik telah menunjukkan bukti- buktinya 
yang 
nyata, walaupun secara faktual sulit dibuktikan karena perannya sebagai gerakan 
rahasia 
adalah mustahil terbuka dan mudah diperoleh datanya yang faktual. Gerakan 
konspirasi 
internasional zionis merupakan sebuah gerakan yang dapat "dirasakan" walaupun 
sulit 
dibongkar sepak terjangnya secara nyata.
 
Akan tetapi, satu hal yang harus diketahui umat Islam bahwa gerakan tersebut 
merupakan 
jaringan kebencian kaum zionis terhadap kaum beragama. Cita-cita yang berbaur 
dengan 
balas dendam mereka telah menunjukkan sikapnya yang sangat jelas untuk 
menguasai 
hak asasi kaum beragama. Mereka mempersatukan seluruh potensi serta para 
simpatisannya. Mereka menguasai seluruh kelembagaan internasional, mulai dari 
lembaga keuangan dan moneter, Perserikatan Bangsa-Bangsa, para komunis, sampai 
para milyuner yang telah membuktikan kesetiaannya terhadap cita-cita membangun 
"satu 
dunia baru" melalui konspirasi yang sangat canggih. 
 
Melvin Sickler mengatakan, "Dalam fase akhir konspirasinya; yaitu membentuk 
satu 
pemerintahan dunia merupakan kunci menuju kediktatoran. Dengan menguasai 
Perserikatan Bangsa-Bangsa, lembaga keuangan dan moneter, para milyuner, 
komunis, 
serta ilmuwan. Mereka bersatu untuk membuktikan cita-citanya dalam membangun 
konglomerasi manusia yang berjaya (satu dunia baru) melalui konspirasi yang 
canggih."
 
Betapa nyatanya fakta gerakan kaum zionis Dajal yang sangat berambisi untuk 
menciptakan satu dunia, satu agama, satu mata uang, satu sistem perekonomian, 
dan 
satu kewarganegaraan yang dikontrol dari Telewash (Tel Aviv-London-Washington) 
melalui 
jalur Threelateral Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada), Eropa, dan 
Jepang. Di 
negara tersebut sengaja ditumbuhkan berbagai aliran kepercayaan yang berbau 
mistik dan 
radikal, yang maksudnya untuk menyaingi eksistensi agama-agama samawi: Islam 
dan 
Kristen.
 
Berbagai fakta untuk mewujudkan cita-cita dunia baru (novus ordo seclorum) 
sebagaimana 
dicita-citakan Adam Weishaupt, "Saat ini sudah matang buahnya dan hanya tinggal 
beberapa saat lagi untuk memetik-nya." Dunia global sebagai kenyataan yang ada 
dan 
sebagai akibat kemajuan teknologi, sekaligus dijadikan jembatan emas untuk 
mewujudkan cita-citanya tersebut. Mereka kuasai media massa sampai ke pusatnya. 
Para pemimpin media massa internasional adalah bagian dari sindikasi 
konspirasinya 
yang dijaring sedemikan rupa, sehingga tidak mereka sadari bahwa dirinya telah 
menjadi 
"budak" yang secara total dimanfaatkan dan menjadi bagian dari konspirasi 
tersebut.
 
Perang konvensional telah berlalu. Perang atom dan nuklir telah memasuki 
tahapan 
penghancuran. Saat ini adalah tahapan "perang ideologi" dan tidak ada satu pun 
ideologi 
yang boleh unggul di hadapan ideologi zionis. Mereka menganggap bahwa agama 
sebagai 
dogma yang meracuni hak azasi manusia karena sifatnya yang mendominasi dan 
memperbudak kebebasan azasi. 2
 
Spionase atau konspirasi global telah berlangsung sejak lama. Tidak terlewat 
pula 
targetnya yaitu negara-negara berkembang. Negara-negara berkembang diibaratkan 
seakan-akan bagaikan segerombolan kambing yang siap untuk diterkam oleh singa 
dan 
macan yang berbaur tanpa mereka ketahui keberadaannya, karena para singa dan 
macan 
itu tidak segan-segan berpura-pura sebagai kambing. Kira-kira seperti itulah 
ibaratnya, 
begitu pula dengan "konspirasi licik" yang dilakukan antara CIA dan Mossad 
Israel yang 
begitu sangat kompak. CIA berkolaborasi dengan Mossad, karena CIA memanfaatkan 
pengalaman anggota Mossad yang berpengalaman dalam mengadu domba umat Islam 
dan membuat berbagai rencana konspirasi untuk menghancurkan agama, memecah 
persatuan, dan menjadikan satu negara menjadi "kobaran api".

Bersambung ke bab 3.2.2
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke