Bapak Abraham Ilyas yang saya hormati.
Saya tulis e-mail,
justru setelah saya baca berita
di bawah ini, yang judulnya:
Anggota DPR Gaptek,
Ditanya E-mail Malah Bengong
Semoga setelah wakil-wakil kita
dihujani dengan e-mail oleh para pemilihnya,
mereka mawas diri,
pantaskah mereka menyebut dirinya
wakil rakyat,
dengan modal kecerdasan
yang mereka miliki?
Dibaca nggak dibaca oleh beliau-beliau,
nggak masalah.
Kalau nggak dibaca,
berarti kita jugalah yang salah pilih.
Semoga di tahun 2014,
kesalahan tidak terulang lagi.
========
CUPLIKAN BERITA:
Rabu, 22 Juni 2011
Anggota DPR Gaptek,
Ditanya E-mail Malah Bengong
Rabu, 04 Mei 2011 15:29
Renny Y. Adystiani
=======
Ketua Rombongan Komisi VIII,
Abdul Kadir Karding
memperkenalkan diri dan rombongan.
Courtesy of Dirgayuza Setiawan.
ANDA memiliki anggota keluarga,
teman, rekan kerja, saudara jauh,
atau temannya teman
yang sempat mencalonkan diri
menjadi anggota DPR?
Jika ya,
coba tanyakan berapa banyak kocek
yang harus digelontorkan
demi jabatannya sebagai anggota dewan
"yang terhormat"?
Banyak, ya, pasti banyak.
Kini tanyakan padanya,
apakah dia punya akun e-mail?
Pagi ini,
kami menemukan sebuah artikel menarik
yang ditulis seorang member Kompasiana
bernama Didi Rul.
Artikel ini diambilnya
dari tulisan seorangteman
yang menghadiri dialog
antara
Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia
(PPIA) dengan Komisi VIII DPR-RI.
Dialog ini berlangsung
di ruang Bhinneka
Konsulat Jenderal Republik Indonesia
di Melbourne, 30 April silam.
Sang rekan,
Teguh Iskanto,
membuka pengalamannya hari itu
dengan cukup mengecewakan.
Setelah menyupir dengan terburu-buru
karena takut terlambat
bertemu dengan para anggota DPR,
toh rupanya para tamu "yang terhormat"
jauh lebih terlambat tiba di lokasi.
Keterlambatan mereka
"cuma" 20 menit dari jadwal semula.
Lalu, dialog yang dijadwalkan pun
dimulai juga.
Para peserta dialog
menjadikan ajang ini sebagai
aji mumpung.
Berbagai protes dan pertanyaan
menohok dilayangkan
pada para anggota dewan
di hadapan mereka.
Salah satunya
Abdul Kadir Karding dari fraksi PKB.
Bagi Teguh,
lelaki inilah yang menjadi kunci sesi dialog
kali ini.
Kemampuan public speaking
yang diwarnai lontaran-lontaran
joke membuat anggota dewan lain
seolah "hilang".
Wajar saja,
lha wong yang lain cuma sibuk mencatat
dan hanya sesekali berkomentar.
Di sinilah terjadi hal
yang cukup mengejutkan.
Berikut kutipan
yang diambil dari tulisan Teguh
dalam Kompasiana:
*“…ada beberapa anggota Komisi VIII
yg mengatakan,
karena keterbatasan waktu
kawan2 bisa menghubungi kami
lewat email.
Tapi ketika serentak kami menanyakan
apa alamat email beliau,
yang keluar adalah…
[email protected]
/**/
* *
Pada saat ini
penyiar radio PPI Internasional
menginterupsi
"Tolong disebutkan saja pak disini,
jadi semua orang bisa dengar",
bahkan dengan tantangan itupun
sepertinya mereka bapak-bapak/ibu-ibu
anggota Komisi VIII itu tidak tahu …
apa alamat email resmi mereka…
Saya lihat ada 1 orang staff ahli
yang mendampingi komisi VIII
sibuk bolak balik mencoba
membagikan kartu nama
( yang itupun dalam kartu nama tersebut
tercantum alamat imel Gmail & Yahoo) ????
* *
Karena suasana panik dan makin riuh,
salah seorang ibu (staff anggota komisi VIII)
berteriak,
" KALAU ADA YANG PERLU DITANYAKAN…
SILAKAN SAJA KIRIM KE ALAMAT EMAIL :
KOMISI DELAPAN AT YAHOO DOT COM.. !!!! "
pada saat itu ..
tawa hadirin langsung pecah ..
saya sendiri geleng-geleng kepala
dan sudah tidak tahu mau bicara apa lagi.
Ada teman yg bilang :
Wah kalo gitu mah
gak usah jadi anggota DPR,
anak saya yg masih kecil juga
udah bisa bikin email yahoo sendiri … :)
BTW: setelah acara selesai
salah seorang kawan
mencoba mengirim test mail (via BB) ke:
- [email protected]
========
SILAHKAN KLIK:
http://www.tabloidbintang.com/extra/fenomena/11767-anggota-dpr-gaptek-ditanya-e-mail-malah-bengong-plus-video.html
/**/
=======
--- Pada Rab, 22/6/11, Abraham Ilyas <[email protected]> menulis:
Dari: Abraham Ilyas <[email protected]>
Judul: Re: [R@ntau-Net] MENGONTAK WAKIL RAKYAT
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 22 Juni, 2011, 1:15 AM
Pak Jacky sarato Dunsanak di palanta nan ambo hormati.
Dengan tidak mengurangi ucapan terima kasih untuk informasi yang pak Jacky
lewakan, ingin pulo ambo berbagi "guyon" untuak meramekan palanta kita pagi ini
satantangan anggota DPR kito (tamasuak anggota DPR SB)
Dikutip dari
http://id.berita.yahoo.com/guyon-cak-anam-soal-rombongan-bus-dpr-yang-112619643.html;_ylt=Ah_RqBB0Msw2tAqMPzDdi.V9V8d_;_ylu=X3oDMTN1OGtoanRyBGNjb2RlA3ZzaGFyZWFnMnVwcmVzdARwa2cDN2ZlZWU4MDAtMDQ1Ny0zOWIyLTlhNTMtYTc4Yjg3OWY2ZWU5BHBvcwM1BHNlYwNuZXdzX2Zvcl95b3UEdmVyAzlmMGRiODAwLTk4ZDQtMTFlMC1iYjlmLTM0MzNiMDdiNGE5OQ--;_ylg=X3oDMTJyc29sN3JjBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDY2Y5ZWIzMWUtNjAxYi0zYTY2LWJkMjEtYTllZDg2ZWY4ZWI5BHBzdGNhdANuYXNpb25hbARwdANzdG9yeXBhZ2U-;_ylv=3
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU)
Choirul Anam atau yang akrab disapa Cak Anam menyampaikan guyonannya mengenai
bus yang ditumpangi rombongan anggota DPR yang jatuh ke sawah.
Guyon Cak Anam itu dikemukakan saat menjadi pembicara diskusi di The Wahid
Institute Jakarta, Jumat (17/6/2011). "Guyon ini saya terima melalui SMS (pesan
singkat)," kata Cak Anam.
Alkisah, kata Cak Anam, suatu hari rombongan anggota DPR RI diangkut sebuah bis
untuk kunjungan kerja.
Dalam perjalanannya bis itu nyemplung ke sawah.
Para petani yang melihat bis yang malang itu langsung saja mengubur secara
massal para anggota Dewan yang ada dalam bis.
"Petani mengevakuasi para anggota Dewan itu dan menguburkannya secara massal,"
ujar Cak Anam.
Usai dikubur, polisi pun datang menanyakan kenapa para anggota Dewan itu
langsung dikubur.
"Apa kalian yakin semua anggota Dewannya sudah meninggal?" tanya polisi kepada
para petani.
Para petani itu pun menjawab. "Kan anggota Dewan tidak bisa dipercaya
omongannya?"
Jadi bisa saja para anggota DPR itu masih hidup. Namun karena para petani itu
tidak percaya anggota Dewan maka dikiranya semua anggota rombongan sudah
meninggal.
Ambo ingin bona nak ba email jo baliau baliau iko, akan dicubo Pak, .....salam
dan maaf.
AI
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/