http://m.kompas.com/news/read/2011/06/30/20352080/Tasikmalaya-Kehabisan-Dana--Jual-Aset

Tasikmalaya Kehabisan Dana, Jual Aset

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kehabisan dana
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2011 untuk membiayai pembangunan dan
kepentingan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana menjual
aset yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya untuk mendapatkan tambahan
dana.

click to enlarge

"Saat ini kami tidak punya anggaran lagi untuk mendanai banyak kepentingan
masyarakat. Bahkan dana cadangan sekitar Rp 100 miliar per tahun pun sudah
habis," kata Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum di Tasikmalaya, Kamis
(30/6/2011).

Uu mengatakan salah satu penyebabnya adalah pembangunan ibukota Kabupaten
Tasikmalaya di Singaparna yang dilakukan tahun sejak 2007. Total anggaran
yang harus dikeluarkan Pemkab Tasikmalaya sebesar Rp 139,995 milyar. Di
antaranya membangun Kantor Bupati, gedung DPRD, Masjid Agung, hingga
bangunan dinas dan instansi daerah.

Tingginya belanja pegawai juga disinyalir menghabiskan dana sangat besar.
Dengan total APBD hanya Rp 1,1 triliun per tahun, belanja pegawai
menghabiskan 80 persen anggaran. Akibatnya, hanya sekitar 20 persen yang
bisa digunakan untuk membiayai beragam kepentingan masyarakat. Pengeluaran
itu tidak seimbang dengan pendapatan Kabupaten Tasikmalaya Rp 55 miliar per
tahun.

Akibatnya, kata Uu, banyak dana bagi pembangunan daerah dan kepentingan
masyarakat akhirnya dipotong. Contohnya anggaran pendidikan tahun 2011. Dari
Rp 12 miliar per tahun menjadi Rp 1 miliar per tahun. Sektor pertanian juga
dikurangi dari sekitar Rp 16 miliar per tahun menjadi hanya Rp 2 00 juta per
tahun.

Banyak pembiayaan kepentingan masyarakat menjadi terhambat. Saat ini,
sekitar 80 persen infrastruktur jalan, jembatan, saluran irigasi, hingga
kantor kepala desa, dalam keadaan rusak. Berulang kali warga demonstrasi
minta perbaikan infrastruktur. "Namun, kami katakan berulang kali bahwa kami
tidak memiliki uang untuk membiayainya," kata Uu.

Ditanya mengenai langkah ke depannya, Uu mengatakan telah berkoordinasi
dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meminta bantuan penambah an dana
dari APBD Provinsi Jabar. Ia juga sudah melaporkan hal ini pada Kementerian
Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.

Akan tetapi, sebagai langkah tercepat, Uu mengatakan akan melelang semua
aset Kabupaten Tasikmalaya yang ada di Kota Tasikmalaya. Ia mengklaim
memiliki 89 aset berupa bangunan dan tanah yang berada di wilayah Kota
Tasikmalaya bernilai Rp 900 miliar. Tiga bangunan yaitu gedung Badan
Perencanaan Daerah, Pasar Indihiang, dan bekas gedung Dinas Pendidikan sudah
diminati pihak ketiga.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aep Saepudin mengatakan penjualan
aset bisa dijadikan salah satu upaya menambah anggaran Pemkab Tasikmalaya.
Pihaknya akan terus melakukan kajian hukum mengenai hal ini agar tidak tidak
menimbulkan masalah setelah ada proses jual beli.

Sementara itu, Walikota Tasikmalaya Syarief Hidayat mengharapkan agar
sebelum ada proses penjualan aset yang ada di Kota Tasikmalaya, ada
pendataan lengkap dan sesuai dengan hu kum. Alasannya, pihaknya yakin
beberapa bangunan yang diklaim Kabupaten Tasikmalaya adalah milik Kota
Tasikmalaya.

"Jangan sampai ada kesalahan saat melakukan proses jual beli," katanya.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke