“Surau Kami” Disurau ini kawan, dulunya kami diajarkan mengaji Alif Ba Ta Tsa Jim Surau ini pula, dulunya bapak ibu kami diajarkan Alif Ba Ta Tsa Jim
Surau ini pula tempat kami anak-anak bujang kembali ke peraduan malam Setelah seharian bekerja membanting tulang Kini… Setelah Jauh Diperantauan Surau itu kembali terkenang Ingin rasanya terulang masa-masa mengaji & tidur di surau Ketika kami masih bujang dulu Tapi sayang Kini Surau itu telah roboh Dimakan bubuk zaman Kini Surau itu telah ditinggalkan Anak Muda Minang tidak mau lagi mengaji & tidur di Surau Surau bukan lagi tempat pendidikan bagi orang Minang Surau telah lama ditalak tiga oleh kebanyakan orang Minang Kini… Orang Minang lebih suka duduk di Lapau Orang Minang lebih suka menonton film Holywood Orang Minang lebih suka bermain judi Mungkin besok, tak lama lagi Surau di Minang hanya tinggal kenangan Dan juga mungkin Minang hanya tinggal kabau. Tak salah A.A Navis mengarang buku “Robohnya Surau Kami.” Jogja, 10 Juni 2009 Pukul 01:33Wib. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
