Catatan Harian Ibunda 4

Episode : Ke Pantai

By : Rina

 

 

"Mama.!! Ini..??? tanya si Abang sambil nunjuk inisial nama Papanya di
handphoneku.

"Iya. " jawabku singkat.

 

Aku lagi asyik nonton acara Mancing Mania di Trans 7 sore ini. Kami memang
suka nonton acara yang satu ini. Tak lama kedengaran abang ngomong sendiri,"
Halloo. Papa.. Halloo.. Papa. Papa. . Aku agak kaget mendengar Abang ngomong
sendirian di kamar. Olala.. ternyata si Abang lagi nelpon si Papa. Hal yang
belum pernah terjadi selama ini.

 

"Zaki pancin Pa".

"Zaki pancin Pa".

 

"Zaki mau mancing" kataku membetulkan ucapannya di telpon.

"Zaki mau pancin" katanya kemudian.

 

Bolehlah kupikir, memang untuk merubah lafalan pengucapan untuk ukuran anak
seperti Zaki cukup sulit namun menurutku bukannya tak bisa. Tergantung
orang-orang sekitarnya yang membantu meluruskan. Terkadang bangkit isengku
kekanak-kanakanku, Kadang suka kulafalkan pengucapan seperti Zaki. Padahal
hal itu bila didengarnya artinya kita membenarkan pelafalan ucapan tersebut.
Kadang-kadang aku merasa geli dan gemas mendengar ucapan-ucapan yang di
telingaku terdengar lucu. Aku masih bersyukur sebab ada anak yang sama-sama
Autis seperti Zaki malah tidak bisa bicara sama sekali hanya bahasa-bahasa
aneh yang terdengar.

 

Akhirnya handphone kusuruh dia untuk menekan loudspeakernya supaya aku juga
bisa mendengar ucapan Masku.

 

"Pa, dia mau mancing mungkin karena kita sudah lama nggak bawa dia pergi
mancing jadi kepingin pas nengok Mancing Mania," jelasku.

"Pantai dekat sinipun tak apa-apalah, Mama bisa menemani Zaki kok," terangku
sambil mohon dikabulkan, kebetulan aku juga mau nyobain peralatan pancing
yang sudah lama disimpan.

 

"Ya sudah, 10 menit lagi Papa jemput," jawab suamiku memutuskan.

 

Betapa senangnya Zaki kubilang sebentar lagi mau ke pantai untuk memancing.
Diapun sibuk mengambil tasnya diisinya dengan minuman soya botolnya. Soya
memang dianjurkan untuk anak yang mengidap Autis. Tepung susu, terigu, es
cream dan coklat adalah pantangan utamanya. Sehingga aku hanya membekali
Zaki dengan soya dan kentang goreng.

 

Joran, kotak perlengkapan pancing, umpan udang beku, tas Zaki dan toples
ikan. Oke, semuanya sudah siap, tinggal nunggu berangkat. Sambil merapikan
bawaan ke dalam mobil si Papa yang sudah stand by di halaman, akupun kembali
mencek pintu, jendela, kompor, AC dan pintu depanpun kukunci. Adiknya Farrel
telah duluan keluar rumah main bareng teman-teman kecilnya ditemani si
Mbakku yang setia. Aku kurang berani membawa Farrel ke laut bila Papanya
tidak ikut serta.

 

Perjalanan menuju pantai hanya menempuh jarak lebih kurang 10 menit saja.
Apalagi si Papa yang hobi racing. Mobil ginianpun dibikin kayak balapan
Formula 1. Alhasil kami sekejab saja sudah mencapai pantai. Zaki langsung
teriak-teriak nunjuk-nunjuk pantai yang terlihat sedang mau pasang naik.
Sore itu tidak terlalu banyak pengunung pantai yang berenang sehingga kami
leluasa untuk melemparkan pancing kami.

 

Tidak berapa lama joranpun menyentak-nyentak dan langsung kutarik.

"Strike.!!! Teriak Zaki disamping girang.

Ternyata dia ikut-ikutan si O Om yang Mancing Mania Trans 7 yang suka teriak
strike bila joran disentak ikan. Joranpun kukasih ke Zaki supaya dia bisa
merasakan perlawanan ikan yang berusaha melepaskan diri. Akhirnya dengan
gembira si Abang berhasil menaikkan seekor ikan Idip.

 

"Yee.. Yee. teriak si Abang gembira.

"Mama. foto..foto.. ,"katanya kemudian.

"Wah. ternyata si Abang mau masuk Trans 7 juga nih, pake acara foto-foto
segala atas hasil pancingannya itu. Akupun mengeluarkan handphone Nokiaku
untuk memotretnya. Sambil bergaya-gaya si Abang asyik dengan tangkapannya
itu. Seolah-olah ikannya itu luar biasa besarnya. Pengunjung lain yang
menyaksikan ulah kami jadi ikut tersenyum-senyum. Bahkan ada yang mendekati
kami ingin tau dengan ikan yang didapatkan si Abang.

 

Ikan Idip atau Ikan Sebelah adalah jenis ikan yang sangat unik. Ikan ini
konon menurut cerita orang Melayu Pulau disini, dahulunya berbentuk seperti
ikan biasa, tidak hanya sebelah seperti sekarang ini. Ikan ini dahulunya
pernah menjadi santapan Rasulullah SAW. Ketika hanya habis sebelah saja,
Rasul mencampakkan lagi ikan ini ke air sambil berkata : "Hiduplah lagi..".
Ternyata atas izin Allah SWT kemudian ikan ini hidup lagi dengan bentuk
tubuh yang utuh hanya sebelah saja dan sebelahnya lagi hanya ada garis
-garis semu saja. Diapun hidup dengan menempelkan tubuhnya yang sebelah di
dasar laut.  Di film Finding Nemo, ikan ini bernama Mr Johansen, itupun bila
anda pernah menontonnya.

 

Sehabis mendapatkan ikan perdananya si Abang langsung memasukkan ke toples
kerupuk yang kami bawa. Dengan diisi air laut, ikan inipun bergerak-gerak di
dalam toples.  Toples itupun ditanam si Abang ke dalam pasir supaya tidak
rebah. Kemudian dia berlari ke laut untuk berenang. Pantai ini sangat nyaman
sekali. Burung-burung camar putih terlihat saling sambar menyambar menukik
ke dalam air. Kemudian secepat kilat terbang lagi ke udara sambil kakinya
menjepit ikan kecil hasil sambarannya. Di kejauhan matahari mulai beranjak
turun ke garis batas cakrawala. Angin berhembus semilir mengiraikan
pucuk-pucuk kelapa yang berjejer rapi di tepi pantai itu.

 

Tidak terasa 2 jam sudah waktu berlalu dan kamipun bersiap-siap untuk pulang
ke rumah seperti janji kami ke  si Papa. Memang tidak terlalu lama terlihat
mobil si Papa sudah meluncur ke arah jalanan dekat pantai. Papapun turun
melihat hasil tangkapan kami sore itu.

"Wah, lumayan juga ya!"

"Abang dapat ikan?" tanya Papa ke si Abang.

"Dapat Pa, kecil .. " jawab si Abang sambil memperlihatkan kelingkingnya.

"Ha..ha..ha..ha..ha...,"  kalo dibandingin sama yang di Mancing Mania ya
teranglah Abang," tawa si Papa.

 

Malamnya di meja makan telah tersedia ikan goreng  menemani makan malam
kami.

 

"Fabiayyi aala irabbikuma tukazzibaan."

Maka nikmat TuhanMu yang manakah yang Kamu dustakan..???

(Ar Rahman ayat 13)

 

Batam, 05 Juli 2011

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke