Jerman Siap Garap Kawasan Mandeh
Padang Ekspres . Senin, 11/07/2011 12:13 WIB 

Perjalanan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ke Munchen, Jerman yang sempat
diwarnai kontroversi pada November 2010 lalu, bakal berbuah manis. Ini
setelah masuknya investasi Jerman ke Sumbar, sepertinya sudah di depan mata.
Berbagai kerja sama bidang pariwisata, teknologi dan pertanian serta
pengembangan energi terbarukan berhasil mendapatkan respons positif dari
pemerintah Jerman.

Setidaknya hal itu bisa terlihat dari kunjungan balasan pengusaha sekaligus
konsultan investor dari Negara Bagian Bavaria Jerman Mr. Gerhard Merkel yang
melakukan kunjungan balasan ke Sumbar pada 7 hingga 10 Maret 2011 lalu.
Kunjungan mereka didampingi staf Dubes RI untuk Jerman. Selain melakukan
pertemuan dengan Wakil Gubernur Muslim Kasim dan satuan kerja perangkat
daerah terkait kerjasama di lingkungan Pemprov, mereka juga berkunjung ke
Kabupaten Pesisir Selatan.

Mr Gerhard Merkel menyebutkan, kunjungan balasan ini adalah kesempatan untuk
mengetahui lebih detail dan melihat langsung berbagai potensi yang telah
ditawarkan gubernur Sumbar saat berkunjung ke Jerman November lalu.

"Kunjungan ini merupakan tindakan untuk memperjelas peluang kerja sama yang
akan kita lakukan dengan Sumbar, terutama dalam bidang manajemen pengelolaan
penggunaan listrik dengan energi geothermal yang amat bermanfaat bagi
kebutuhan listrik di Sumbar," katanya. "Secara umum, kita siap membantu,
hal-hal apa yang amat produktif dalam pengembangan pembangunan di daerah
ini," tambah Gerhard Merkel yang sejak 1996 memprakarsai, mengembangkan
investasi proyek internasional bidang energi, pariwisata dan kesehatan.

Didampingi Wakil Bupati Pessel, rombongan itu mengunjungi objek wisata
Mandeh, salah satu potensi pariwisata potensial yang ditawarkan Gubernur
Sumbar Irwan Prayitno saat kunjungan ke Jerman November 2010.

Pada kesempatan itu, Mr. Gerhard Merkel terkagum-kagum dengan potensi Mandeh
yang dinilainya belum tergarap oleh pemerintah daerah dan mereka tertarik
untuk berinvestasi di sana. Dari sana, mereka kemudian berkunjung ke Pulau
Cubadak melihat. Setelah itu ke panorama Bukit Langkisau di Painan, yang
selama ini dikenal dan banyak diminati para pecinta terbang layang.

Rombongan pun mengunjungi potensi investasi pariwisata lainnya yang
ditawarkan gubernur saat ke Jerman. Mereka ke Kota Padangpanjang melihat
objek wisata Lembah Anai dan Anai Resort di Kabupaten Padangpariaman. Kedua
potensi yang belum dikembangkan secara optimal itu, mereka lihat sebagai
daya tarik yang potensial dikembangkan. Misalnya, membangun kereta gantung
untuk menikmati keindahan alam dari udara.

Dalam paparannya, Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerja Dama
Rantau, Suhermanto Raza menyebutkan, hasil dari kunjungan itu mereka
tindaklanjuti lagi dengan melakukan pertemuan dengan Gubernur Irwan Prayitno
di Jakarta pada 4 Juli lalu.

"Artinya, mereka tidak hanya berkunjung saja. Buktinya, pada 4 Juli lalu
mereka datang lagi dengan delegasi dalam jumlah besar, termasuk pejabat
pemerintah Bavaria, Negara bagian terbesar di Jerman dan pengusaha Bavaria
guna menindaklanjuti kerjasama ekonomi dengan gubernur," jelasnya.

Untuk Pessel, kata Suhermanto, mereka sangat tertarik dengan potensi kawasan
Mandeh yang ada di Carocok Kecamatan Koto XI, Tarusan. Bahkan, mereka sudah
punya plan dan maket untuk pengembangan objek tersebut menjadi kawasan
wisata terbesar di Sumbar dengan investasi sekitar Rp10 triliun. "Kawasan
itu bakal dikembangkan menjadi objek wisata berwawasan lingkungan dengan
konsep di Negara Arab, karena mempertimbangkan kearifan lokal masyarakat
Minangkabau yang mayoritas beragama Islam," beber Suhermanto, pejabat yang
mendampingi gubernur selama kunjungan ke Jerman.

Selain kesiapan lahan dan feasibility study, syarat yang mereka sampaikan
adalah agar pemerintah daerah segera memperbaiki infrastruktur jalan dari
Padang ke Pessel yang saat ini banyak rusak parah. "Masalah infrastruktur
jalan ini, menjadi catatan penting bagi kita di Sumbar dalam pengembangan
wisata. Kita telah berkoordinasi dengan dinas terkait baik di provinsi
maupun di kabupaten Pessel, agar bisa menindaklanjutinya dengan memperbaiki
infrastruktur jalan untuk akses ke objek wisata," papar Suhermanto.

Selain Mandeh, mereka pun tertarik pengembangan objek wisata Danau Kembar di
Kabupaten Solok. Bentuk kerjasamanya, pemerintah daerah menyiapkan lahan,
sedangkan mereka diberikan kemudahan dalam membangun penginapan, taman dan
resort hingga memasarkannya ke Eropa. "Dengan begitu ditargetkan potensi
pariwisata daerah tergarap maksimal, dikenal luas masyarakat Eropa dan
meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar," katanya.

Saat ke Sumbar, rombongan itu juga mengunjungi potensi panas bumi
(geothermal) dan mikrohidro di Kabupaten Solok yang akan dikembangkan untuk
dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif bidang kelistrikan di Sumbar.

Di Sumbar ada 16 lokasi dengan potensi 1.656 Mwe tersebar di Kabupaten
Solok, Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Agam, Tanahdatar dan Solok
Selatan. "Bahkan untuk eksplorasi ini, mereka telah menyiapkan dana. Respons
mereka tentu saja kita tindaklanjuti dengan DPRD, untuk menyiapkan dana
eksplorasi pendamping di APBD. Sebab, itu syarat dari mereka sebelum
mengucurkan dana eksplorasi," jelas Suhermanto, pejabat pemprov yang
mendampingi gubernur selama ke Jerman.

Kerja sama lainnya yang ditawarkan ke Jerman adalah pembangunan
infrastruktur dan pendidikan. Dosen dan guru-guru SMK serta instruktur balai
latihan kerja diberikan kesempatan mengikuti program S2 dan S3 dan magang di
Jerman.

Setelah kunjungan delegasi itu, pada 18 Maret 2011 Duta Besar Jerman untuk
Indonesia, Norbert Baas pun ke Sumbar bertemu Gubernur Irwan Prayitno guna
menindaklanjuti prospek kerja sama yang bakal disepakati. "Ini sebuah
keinginan besar Jerman dalam merealisasikan kerjasama yang dibicarakan di
Bavaria, November 2010 lalu," kata Irwan Prayitno. (adv)

[ Red/Redaksi_ILS ]
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=8034

Kerja Sama Sister Province Sumbar-Bavaria Jerman Terwujud

Kucurkan Dana Eksplorasi Geothermal, Tunggu Pendamping di APBD
Padang Ekspres . Senin, 11/07/2011 12:14 WIB 

Sebagai tindak lanjut kunjungan Gubernur bersama rombongan ke Jerman pada 5
November 2010 lalu, pemerintah Jerman, khususnya dari Negara Bavaria,
langsung merespons dengan melakukan pertemuan bidang ekonomi di Hotel Mulya,
kawasan Senayan, Jakarta, pada Senin 4 Juli 2011.

Dalam kesempatan itu, pihak Bavaria menyatakan komitmennya untuk
mengalokasikan bantuan dana guna mengeksplorasi potensi sumberdaya energi
panas bumi yang ramah lingkungan di Sumbar. Syaratnya hanya satu, pemerintah
provinsi diharapkan terlebih dahulu mengalokasikan anggaran pendamping di
APBD Provinsi.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai rapat dengan delegasi ekonomi Negara
Bagian Bavaria itu mengatakan, apabila di APBD Sumbar sudah dicantumkan
anggaran eksplorasi, maka pemerintah Jerman melalui negara bagiannya Bavaria
segera memberikan bantuan.

Delegasi Bavaria berjumlah 22 orang dipimpin Sekretaris Negara pada
Kementerian Negara Bagian Bavaria, untuk Ekonomi, Prasarana, Lalu-lintas dan
Teknologi, Katja Hessel. Turut dalam rombongan itu sejumlah pengusaha Eropa
yang bermarkas di Bavaria yang telah memperlihatkan keinginan untuk
berinvestasi ke Sumbar. Selain itu, juga hadir dua anggota DPR negara bagian
Bavaria yakni Otmar Bernhard dari Partai CSU dan Martin Runge dari Partai
Bundis 90.

"Mereka semua tadi berkomitmen untuk mendorong pemerintah Jerman dan negara
Bagian Bavaria segera merealisasikan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi
Sumbar melalui mekanisme G to G (government to government)," kata Irwan yang
ketika itu didampingi Kepala Biro Pembangunan dan Kerja Sama Rantau,
Suhermanto Raza dan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sumbar,
Marzuki Mahdi.

Dalam rapat dengan delegasi Bavaria, Gubernur Sumbar juga menugaskan Kepala
Biro Pembangunan dan Kerjasama Rantau serta Kepala Dinas Energi Sumber Daya
Mineral, untuk lebih intensif membicarakan teknis rencana kerja sama ini
dengan Armin Schwimmbeck selaku Kepala Bagian Perdagangan Luar Negeri Asia
Pasifik pada Kementerian Bavaria untuk Ekonomi, Prasarana, Lalu-lintas dan
Teknologi.

"Terutama soal kerja sama optimalisasi potensi geothermal yang terdapat di
Pasaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Agam, Solok, Tanahdatar dan Solok
Selatan yang memiliki potensi sekitar 1.656 MWe," pinta Irwan.

Dijelaskannya, ketertarikan investor Bavaria terhadap geothermal karena
Sumbar merupakan satu-satunya provinsi terkaya di Indonesia yang memiliki
sumber energi geothermal. "52 persen sumber panas bumi dunia ada di
Indonesia. Dari jumlah tersebut seperempatnya ada di Sumbar," ungkap Irwan.

Potensi itulah yang membuat Jerman sangat serius dalam mengoptimalisasi
potensi geothermal karena di Jerman sendiri sumber energi nuklir sudah
dihentikan menyusul kecelakaan nuklir pascagempa dan tsunami yang terjadi di
Jepang. "Jerman dengan seluruh negara bagiannya sudah berkomitmen untuk
meninggalkan sumber energi nuklir dan beralih ke program green energi yang
kini mewabah di seluruh kawasan Eropa. Pihak Jerman menginginkan Sumbar
masuk dalam agenda green energi ini," urainya.

Sementara Katja Hessel menegaskan bahwa pemilik perusahaan asal Bavaria yang
ikut serta bersama mereka adalah para profesional yang dapat memberikan
dukungan penuh terhadap pengembangan Indonesia umumnya dan Sumbar khususnya.

"Perusahaan-perusahaan kami bergerak pada sektor konstruksi mesin dan
instalasi, prasarana dan perencanaan bangunan serta lingkungan hidup dengan
teknologi terkini penuh inovasi," kata Hessel. Pihaknya akan mengintensifkan
hubungan ekonomi ini. "Khusus terhadap Sumbar, kami sudah bersepakat segera
merealisasikan Provinsi Kembar (sister province) Sumbar-Bavaria," tukasnya.
(adv)

[ Red/Redaksi_ILS ]
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=8035

Wassalam
Nofend/34+/M-CKRG

=> MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat
dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang,
Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi
Sumatera Barat.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke