JB Datuak Rajo Jambi serta dusanak palanta yang ambo hormati, Assalamualaikum..
Terima kasih Pak JB, atas masukan tentang ada atau tidaknya Pemimpin Padusi Minang dimasa yang akan datang. Apa yang kita ketahui tentang perempuan yang menjadi tokoh - begitu pula apa yang kita ketahui tentang pria yang menjadi tokoh, tentu ada orang yang berada di belakangnya. Begitulah ketokohan pria dan wanita minang itu. Saya ingat tentang falsafah layang - layang yang berkibar diudara karena ada faktor pendukungnya yaitu penganjung - teraju dan angin yang berhembus. Jika unsur yang tiga ini dimiliki secara benar - maka kita yakini layang layang itu tampil dengan cantiknya diudara. Jika tidak maka ia secepatnya menghujam ketanah, seperti yang kita saksikan para pejabat dan politisi pada umum. Begitulah kehadiran tokoh minangkabau di era sekarang. Selama ada angin badai yang bernama " REFORMASI ", kita tidak berharap banyak kepada tokoh minang yang akan tampil, baik yang akan menjadi negarawan dan cendekiawan sebagaimana yang kita kenal sebelumnya. Nah.. bagaimana dengan perempuan termasuk perempuan minang ?. Dalam perspektif saya - saya yakin faktor kemajuan mereka tidak semata atas dasar peran orang tua. Tetapi juga faktor kesempatan dan peluang yang datang dari diri sendiri. Kemudian didukung oleh lingkungannya, yaitu mungkin orang tua - mungkin suami - mungkin juga karena tuntutan profesinya. Yang menjadi pertanyaan Pak JB, apakah dengan adanya budaya matrriarkat bisa mendukung kiprah perempuan minang di kancah nasional ?. Atau bagaimana memahamkan pada kalangan pria pada umumnya, agar mereka tidak merasa tersaingi dengan kemampuan profesional kaum wanita. Sehingga terkesan mereka berlindung dibalik budaya patriarkhat ? Sementara perempuan etnis lainnya sudah lebih maju. Bagi saya - masalah budaya matriarkat yang menjadi pendukung peran perempuan minang - biarlah berjalan apa adanya. Karena saya mengamati, setelah orang itu jauh berjalan - ternyata diujung perjalanan kehidupan orang minangkabau, akhirnya mereka mengakui bahwa matriarkhat dan matrilinial itu ternyata tetap perlu dipertahankan. Untuk banyak hal - atas pandangan Pak JB - saya ingin menguraikannya secara rinci dalam sebuah buku yang akan saya terbitkan. Hanya buku itu dalam antrian kelima dari editornya... Terima kasih Pak JB atas tanggapannya. Mudah-mudahan masih ada yang lain yang berpandangan positif terhadap peran perempuan minangkabau Wassalam, ~ 3vy Nizhamul~ (Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan) http: //bundokanduang.wordpress.com http://hyvny.wordpress.com ________________________________ Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sen, 11 Juli, 2011 22:03:39 Judul: Re: [R@ntau-Net] Pamimpin Padusi Minang- "karena pengaruh sistim Matriarchat?-jb" Sanak Evy Nizhamul n kalangan gender di RN nn dihormati serta sanak Palanta nn diRahmati Allah swt. Sistem kekerabatan nn dipakai oleh masyarakat awak sajak dunia 'takambang sampai kini' adalah Matriarchat.Sistim garis keturunan Ibu atau Padusi. Alangkah spesialisnya sistim kekerabatan ini ditengah dunia mondial sekarang ini. Pada umumnya sistim kekerabatan nn berlaku sekarang ini hampir dimonopoli oleh sistim Patriarchat-garis keturunan Bapak. Nan jadi buah pikir JB, Evy, sejauh mana pengaruh sistim matriarchat kepada peranan n wewenang padusi Minang dlm kehidupan n penghidupan masyarakat Minang.Tegasnya apakah ada peranan sistim matriarchat itu bagi peningkatan wewenang padusi Minang dalam kancah multi kehidupan sehari-hari. Bukankah walaupun Minang bersistim matriarchat kaum laki2 sangat dominan dalam segala segi kehidupan seperti halnya nn berlaku pada sistim Patriarchat? Hemat JB,kalau ado kini para padusi Minang nn berhasil mencapai dunia pendidikan tinggi menjadi Guru Besar seperti nn Evy contohkan sdr.Prof Dr Zoer'ani Djamal n dinda Prof DR Dr Nila Moeluk SpM. Keberhasilan mereka berdua nn padusi lainnya bukan karena ybs menganut sistim matriarchat tapi karena faktor Ortu mereka. Karena itu pihak padusi Minang dalam semua level dengan dipelopori oleh kalangan intelektualnya, sudah saatnya mengkaji secara mendalam n jernih peranan matriarchat ini bagi perluasan peranan n posisi kaum padusi di- tengah2 belantara hegemoni kaum lelaki di Minangkabau. JB pribadi akan sangat bangga nanti(kalau umua masih ado) menyaksikan dominasi kaum padusi Minang dalam pentas kehidupan 'sosial kemasyarakatan' nn bersistim matriarchat ini. Sudah barang tentu kodrat sebagai wanita tidak akan ditinggalkan dalam arti luas. Berjuanglah wahai srikandi Minang merebut hak2 anda,kalau memang sistim matriarchat ini masih kita anut. JB sadar pandangan ini akan ada nn tidak akan setuju dari penghulu or kaum lelaki Minang. Kepada pihak2 itu JB hanya berharap marilah kita berfikir secara jernih dipihak padusi Minang dengan menghindari sejauh mungkin pembenaran hanya kaum laki2lah nn boleh menghitam or memutihkan hak2 kaum padusi Minang,sekali lagi, kalau kita dengan jujur mau mengakui sistim matriarchat ini di Minangkabau. JB Dt Rajo Jambi,72thn,sk Mandailiang,Padusunan,Piaman,kini sadang di Piaman. Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone ________________________________ From: Evy Nizhamul <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 10 Jul 2011 20:27:28 -0700 (PDT) To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Pamimpin Padusi Minang Assalamualaikum, wr.wb Sanak sapalanta sadonyo nan indak dapek ambo sabuik satu persatu - nan ambo hormati Secara khusus Mak Ngah, Pak Saaf Rasanya pertanyaan ini sudah berulang - ulang dipertanyakan oleh Pak Saaf di RantauNet ini. Oleh karena itu saya akan memberikan jawabannya : 1. Dalam kondisi negara kita saat ini - lebih baik perempuan minang itu tidak masuk dalam Ranah politik seperti misalnya menjadi Kepala Daerah / Institusi yang terkait dengan perpolitikan... Banyak mudharat dari pada manfaatnya. Tidak akan mungkin perempuan minang punya " nyali " untuk bermain kotor dalam ranah itu.. Kotor.. dan kotor pak... Nanti kalau harta pusako tergadai karena butuh biaya untuk promosi diri - karena tidak mungkin berasal dari kantong sendiri - rusak segala tatanan kemuliaan harta pusako. 2. Perhatikan siapa saja perempuan yang terjerat di berbagai kasus -kasus sebagaimana yang sudah di kupas oleh Pak Muwardhi Muchtar... Alhamudulillah kita masih dalam posisi terkendali dalam karir dan kiprahnya. Banyak yang tidak terekspos ke ranah publik. Sekarang banyak sekali perempuan Minang yang bergelar akademis Professor yang ada disekitar saya, salah satu diantaranya Proff. Zur'aini Djamal (pengurus GEBU MINANG), Proff. Nila Muluk. dan lain - lain. Apa mereka ini tidak kita banggakan dengan mereka ????? 3. Yang menarik bagi saya adalah bagaimana membangkitkan kiprah perempuan itu dalam profesinya masing-masing dan tidak mesti terlibat dalam Ranah Politik. Bagaimana perempuan minang itu tidak menjadi " Ibu Bumi " - sebagai mesin uang - karena saat ini masalah degradasi posisi perempuan secara tradisional akibat munculnya era industri. Lahan pertanian sudah dieksploitasi jadi lahan bisnis - menurut teori Vandana Siva (salah satu ulasan dalam Buku " Padusi ). 4. Jika perempuan Minang ingin jadi " bukan perempuan biasa " ... naah akan semakin banyak lelaki minang yang merasa menjadi ' ba' abu di ateh tungguah... Baru saja berkiprah di Ranah Domestik - sudah terjadi friksi.. Beko iyo sabana pulo jadi ayam batino ' bakukuak '. Baa kok indak.... indak akan mampu melayani lahir bathin.... !? Di ranah perantauan kami iyo lai nan jadi pemimpin : Gubernur Banten dan Wako Tangsel. Tetapi....heemmmmm..??? 5. Jadiii....., baalah perempuan minang itu jadi ' Limpapeh Rumah Nan Gadang ' , asal lai ado generasi penerus setara dengan kiprah tokoh minang dahulu - yang lahir dari rumah itu. Dalam renungan saya sekarang ini bagaimana manumbok " Rumah Gadang Kami Katirisan ? ( ini juga salah satu sub judul " Buku Padusi). Sia nan manumbok, baa caro manumbok, agar Rumah Gadang itu kembali kokoh berdiri. Wallahu alam Wassalam, ~ 3vy Nizhamul~ (Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan) ________________________________ Dari: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]> Kepada: "[email protected]." <[email protected].> Terkirim: Ming, 10 Juli, 2011 05:30:46 Judul: FW :Re: [R@ntau-Net] Pamimpin Padusi Minang Mak Ngah, bung Al, dan para sanak sapalanta, Pertanyaan Mak Ngah jo bung Al juo manjadi pamikiran ambo: baa mako di provinsi lain alah ado padusi nan jadi gubernur, bupati, jo walikota, dan baa mako di Minangkabau -nagari Bundo Kanduang ko - indak surang juo padusi nan tampil ? Apo padusi urang awak nan indak ado memenuhi syarat atau suasana masyarakat Minangkabau nan indak maagiah kesempatan? Ambo cenderung ka nan kaduo. Paratikanlah peranan padusi dalam pepatah adat bahaso padusi adolah (sekedar) 'limpapeh rumah nan gadang', nan indak pernah diajak bamusyawarah dalam balai adat, dan mancameehkan padusi nan vokal jo mangatokan 'alah pandai pulo ayam batino bakukuak'. Baa padusi awak ka maju jo faham nan indak bafihak ka padusi tu? Sairiang jo itu. Ambo acok mambaco karinduan urang awak untuak munculnyo baliak tokoh-tokoh gadang saisuak sarupo Hatta, Haji Agus Salim, Hamka, atau Rangkayo Rasuna Said. Nampaknyo karinduan itu marupokan mimpi di siang bolong karano tigo hal 1) iklim dan wacana intelektual nan kritis - nan manjadi kekuatan tokoh-tokoh itu dahulu - indak lai bakambang di Sumatera Barat; 2) baliau-baliau nan jadi tokoh nasional tu tamasuak urang bapendidikan nan punyo kepercayaan diri nan tinggi, muncul pado saat mamuncaknyo gelombang pergerakan kemerdekaan tahun 1920-1930-an, wakatu alun banyak tokoh suku bangso lain nan tampil ka pentas nasional, peran tu balanjuik sampai tahun 1955, dan abih tandeh sajak tahun 1960-an sampai kini; dan 3) kebudayaan Minangkabau dirancang tautamo utk tingkek nagari, dan indak membekali calon pemimpinnyo jo visi dan wawasan strategis dan dasar-dasar kepemimpinan dari limbago nan baukuran gadang, sahinggo katiko tabukak paluang untuak mambuek partai,misalnyo, sadonyo runtuah satu demi satu. Dalam budaya Jawa, Batak, dan Bugih - nan alah lamo punyo aksara surang -, kabanyo ado ajaran nan basifat strategis tu sarupo 'Wulang Reh' atau 'La Galigo' nan indak ado padanannyo di kampuang kito. Jadi, kok ambo ditanyo, ambo akan menjawab: "Segehkanlah dahulu basamo-samo sacaro konseptual dan strategis, baitu banyak masalah sosial ekonomi, sosial budaya - tamasuak masalah ABS SBK -, sarato mitigasi bencana alam, nan tiok saat bisa mahantam Sumatera Barat. Kok diparalukan sekedar gagasan awal, liek-liek juolah kesimpulan dan saran baitu banyak seminar, tamasuak Seminar Kebudayaan Minangkabau Desember 2010 nan lalu. Sekedar catatan: sagalo tokoh urang awak nan dibanggakan tu adolah urang Rantau, nan alah mampalaweh visi dan wawasannyo, sarato maningkekkan kemampuan kepemimpinannyo, dan juo aktif dalam mengembangkan faham nasionalisme (Hatta,Yamin), islamisme (Mohammad Natsir, Isa Anshari), dan marxisme (Tan Malaka). Karano tu, kalau buliah ambo mausulkan duo hal : 1) masuakkanlah namo-namo tokoh-tokoh urang awak dulu nan santiang-santiang tu ka dalam khazanah sejarah, sambia mancari rasio kehebatan baliau-baliau tu; 2) konsolidasikanlah kebudayaan dan masyarakat Minangkabau maso kini utk mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang abad ka 21 ko. Kalau diringkaskan sacaro lugas, keadaan kebudayaan dan masyarakat Minangkabau kini - maaf - sabana morat marit. Bacolah isi mass media Padang, paratikanlah baa mundurnyo peranan adat jo agamo, apolagi alah mulai batambah banyaknyo sanak kito dari Batak Mandahiliang di Pasaman; dan sanak kito dari Jawa di Dharmasraya dan Pasisia Selatan. Parubahan ko bajalan lambek-lambek, dan nampaknyo indak diparatikan, apolagi dikaji dek perguruan tinggi di Sumatera Barat. Jadi a nan paralu dipabuek ? Sekedar calak-calak ka ganti asah, mananti tukang tibo, baco-baco juolah bamacam-macam pikiran nan dibahas dalam Seminar Kebudayaan Minangkabau 2010 di Padang. Mungkin ado nan baguno. Hanyo ciek nan sababa dimintakkan dek Seminar ko, yaitu paareklah karajosamo sacaro malimbago antaro niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai dalam 'Forum Tungku Sajarangan'. Talabiah takurang mohon maaf, Wassalam, -------Original Email------- Subject :Re: [R@ntau-Net] Pamimin Padusi Minang >From :mailto:[email protected] Date :Sat Jul 09 07:45:03 Asia/Bangkok 2011 Mak Ngah dan Sanak Palanta! Jan kan padusi Minang, laki2 Minang se ndak ado nan mancaduak doh pak. Kok ado bana, jadi pengekor. Kalaulah Pak Lukman Harun msih hidup di awal reformasi, mungkin beliau lah mandirikan partai. Wassalam Syaf AL Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "sjamsir_sjarif" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 09 Jul 2011 00:29:14 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Pamimin Padusi Minang Mancaliak suok kida di dunia, lah banyak urang padusi nan jadi pemimpin. Tampak dari Rantau Jauah, Filipina, dll. Kok jadi pulo nanti di Birma. Kini dari Thailand lah tacelak pulo, bukan sajo santiang, tapi rancak segeh pulo tokoh padusi pemimpin tu. http://www.thejakartapost.com/news/2011/07/08/thai-pm-be-denies-being-brothers-puppet.html Baa di awak? Urang Minangkabau? Sajak paningga Rangkayo Rasuna Said indak ado amek tadanga kukuak padusi bagak dari Ranah Minang ko. Bilo ka tibo tipak di awak? Salam, -- MakNgah Sjamsir Sjarif Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
