Inilah Daftar APBD 2010 di 33
Provinsi
Kamis, 14
Juli 2011 10:52 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) melansir realisasi APBD 33
pemerintah provinsi (pemprov) pada 2010. Dari daftar di bawah ini, terlihat
semua pemprov mengalami defisit anggaran.
Yang terbesar dari segi nominal adalah Provinsi DKI sebesar Rp 2,1 triliun dan
terkecil Provinsi Sulawesi Barat Rp 22 miliar. Anggaran di bawah ini dalam
hitungan jutaan rupiah.
No Daerah
Pendapatan
Belanja Defisit
1 NAD
6.244.669 7.638.451 7.638.451
2 Sumatera Utara
3.434.512 3.832.981 398.469
3 Sumatera Barat
1.655.728 2.344.232 688.504
4 Riau
3.056.872 4.124.904 1.068.032
5 Kepulauan Riau
1.498.682 1.830.000 331.318
6 Jambi
1.304.935 1.504.935 200.000
7 Bengkulu
1.101.858 1.143.967
42.109
8 Sumatera Selatan
3.131.672 3.225.412
93.740
9 Bangka Belitung
885.280 1.108.197
222.917
10 Lampung
1.691.666
1.839.829 148.163
11 DKI Jakarta
22.172.060
24.285.347 2.113.287
12 Jawa Barat
7.757.549
9.560.557 1.803.008
13 Banten
2.377.317
2.511.267 133.950
14 Jawa Tengah
5.511.315
5.665.316 154.000
15 DI Yogyakarta
1.241.130 1.394.446
153.316
16 Jawa Timur
7.397.414
7.826.710 429.296
17 Kalimantan Barat
1.560.431 1.675.911 115.480
18 Kalimantan Tengah 1.856.100
2.028.000 171.900
19 Kalimantan Selatan
1.901.395 2.176.862 275.467
20 Kalimantan Timur
5.734.388 5.979.389 245.001
21 Sulawesi Barat
586.616
608.616 22.000
22 Sulawesi Utara
1.066.545 1.093.545
27.000
23 Gorontalo
534.032 568.218
34.185
24 Sulawesi Tengah
1.046.004 1.105.604 59.600
25 Sulawesi Selatan
2.382.433
2.443.037 60.604
26 Sulawesi Tenggara
1.147.217 1.320.577 173.360
27 Bali
1.834.883 2.106.051 271.168
28 Nusa Tenggara Barat 1.311.113
1.356.772 45.659
29 Nusa Tenggara Timur 1.010.606
1.174.630 164.025
30 Maluku
831.091 976.322 145.231
31 Maluku Utara
800.840
832.340 31.500
32 Papua
5.284.526 5.124.526 160.000
33 Papua Barat
2.751.170
2.726.150 25.020
Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: C13
--- Pada Rab, 13/7/11, Bakhtiar Muin PhD <[email protected]> menulis:
Dari: Bakhtiar Muin PhD <[email protected]>
Judul: [R@ntau-Net] RE:Tonase Truk di Sumbar:Quovadis Indonesia?
Kepada: [email protected]
Cc: [email protected]
Tanggal: Rabu, 13 Juli, 2011, 8:50 PM
Assalamualaikum [email protected] Jul 13 12:32AM ^
Betul juga pak.
Tapi peningkatan daya dukung jalan itu butuh biaya juga. Apakah pemerintah saat
ini mampu melaksanakannya ?
Sesuai azas prioritas. Mungkin lebih banyak yang perlu dibiayai pemerintah
disektor lain dari pada peningkatan daya dukung jalan
BakhtiarM: Kalau pemerintah bersama DPR merubah UU Pertambangan dan Energi,
UU perkebunan, paling tidak pemerintah akan mendapat tambahan dana pemasukkan
sedikitnya SERIBU TRILLIUN PERTAHUN. Dukung DPR studi banding ke India dan
China. Di India penambang, menurut UU di India, penambang di perlakukan
sebagai kontraktor pertambangan. Yg didapat oleh penambang adalah ongkos
menambang, ditambah sekian persen keuntungan penambang, selebihnya untuk
negara. Contoh konkret, Indonesia produksi 300 juta ton batu bara di 2011,
dengan harga $ 80/ton, berarti 24 Milyar Dollar. Kalau ongkos nambang ditambah
keuntungan penambang 8 Milyar Dollar. Negara dapat 16 Milyard dollar, dari batu
bara saja. Itu UU di India. Dengan mencontek UU dari India, pemerintah akan
mendapatkan uang dari Pertambangan dan perkebunan, paling sedikit SERIBU
TRILLIUN PERTAHUN. Taufik Rasyid:
Didaerah lain Kalimantan misalnya pihak Pemda tidak membiarkan perusahaan
batubara menggunakan Public Road untuk angkutan batubara
Mereka harus buat jalan sendiri dari mulut tambang menuju pelabuhan
BakhtiarM: Kelihatannya bagus perusahaan tambang bikin
jalan sendiri dari mulut tambang menuju pelabuhan. Tapi ini
adalah mala petaka terbesar, kenapa? Bayangkan, dikota Padang
Panjang ada tambang emas, batubara, atau nikel, yg depositnya berharga ribuan
trilliun. Penambang mengusai jalan dari si Cincin ke Padang Panjang, lewat
jalan ber-liku2. Kemudian dari Sicincin ke Padang Panjang sepanjang sicinin-
Padang Panjang, bukitnya bahan pertambangan yg harga trilliunan juga, tapi
tidak bisa menambang, karena jalan dikuasai oleh Penambang Padang Panjang.
Akhirnya penambang lainnya harus dijual dengan murah ke penguasa jalan, karena
tdk bisa menambang, karena tidak ada ases jalan. Jadilah Indonesia dikusai oleh
beberapa orang saja, yg seorangnya punya
kekayaan sama dengan 10 juta orang. Dalam waktu yg tidak lama lagi, 50 orang
terkaya Indonesia asetnya melampaui aset 240 juta rakyat Indonesia. Bayangkan
sudah terjadi, konsesi hutan dan perkebunan kepada beberapa orang saja,
melebihi luas Inggeris Raya. WassalamBakhtiarM.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/