Minggu, 24 Juli 2011 00:14 JAKARTA, haluan – Secara aklamasi, Muharmein Zein Chaniago, terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) DKI Jakarta, dalam musyawarah wilayah (Muswil) organisasi urang Piaman yang dibuka oleh Ketua Umum DPP PKDP Suhatmansyah Is, Sabtu (16/7) pekan lalu.
Dari sekian banyak figur yang sempat muncul yang diapungkan sejumlah DPC PKDP se DKI Jakarta, akhirnya hanya Muharmein, yang kini menjadi salah seorang manager di PT Pembangunan Perumahan (Persero), inilah yang dinilai memenuhi syarat, sehingga floor akhirnya menetapkan dia secara aklamasi sebagai Ketua DPW PKDP DKI Jakarta periode 2011-2016. DPW DKI ini sebelumnya dimpimpin oleh Kajati Sumbar, Bagindo Fachmi yang saat dipilih menjadi Ketua DPW, ia masih sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Tetapi, karena tugasnya, DPW DKI sempat vakum beberapa lama. “Alhamdululillah, kita sudah berhasil memulai lagi aktivitas DPW DKI, dengan harapan ketua terpilih bisa melanjutkan kepengurusan yang lebih solid untuk menghimpun dan mengembangkan potensi perantai Piaman di ibukota ini,” kata Suhatmansyah setelah terpilihnya Muharmein menjadi ketua yang baru. Putra Aur Malintang kelahiran 1 Mei 1965 yang sebelumnya adalah Ketua DPP PKDP bidang ekonomi ini, adalah figur muda yang cukup mumpuni di bidangnya, namun juga sangat concern terhadap organisasi PKDP. Kontribusi pemikirannya tentang Piaman selama ini sangat diakui. Malah, mantan Ketua Tim 7 DPP PKDP untuk penyaringan calon Bupat Padang Pariaman versi DPP PKDP ini pernah diadang-adang untuk menjadi calon orang nomor 1 di Padang Pariaman, namun mentah-mentah dia menolak. “Belum saatnya,” kata dia waktu itu. Master of Management (MPM) dari Brain Bench USA dan Master of Engineering & Contruction Management (M.Eng) dari Griffith University Australia, ini mengaku untuk memajukan sebuah organisasi rantau juga perlu konstruksi yang kokoh agar nanti bisa berkontribusi ke kampung halaman. Untuk itu, Presdien Direktur PT MDP Power Development yang mernah menjadi Banch Manager Internasional PT PP (Persero) Tbk, ini menyebutnya: Membangun Rantau untuk Kampung Halaman. “Istilahnya jangan di balik, membangun kampung dari rantau. Tapi bangunlah dulu masyarakat rantau itu, sehingga mereka bisa berkontribusi untuk kampung halaman,” kata dia. Tanpa sungkan, Muharmein mengatakan bahwa saat ini di ibukota Jakarta, sudah ada anak Minang yang menjadi anak jalanan dan pengemis. Di sinilah organisasi perantau harus menjadi motivator dan fasilitator untuk ikut memberdayakan mereka. Sebagai Ketua DPW PKDP DKI Jakarta yang baru, Muharmein merancang 6 program utama untuk memberdayakan perantau Piaman di DKI yang pada gilirannya nanti bisa berkontribusi ke kampung halaman. Pertama, katanya, sebagai langkah awal, akan dilakukan pendataan terhadap perantau Piaman yang ada di Jakarta dengan segala aktivitas dan dinamika kehidupan mereka. Ini akan dijadikan sebagai data base untuk mengetahu secara menyeluruh dan detail potensi perantau Piaman di Jakarta dengan segala macam persoalannya. “Kedua, akan dilakukan maksimalisasi organisasi dalam bentuk pembenahan internal organisasi dan pemanfaatan resource sumberdaya manusia yang ada. Agar organisasi ini bisa berkembang, perlu dibangun sinergisitas vertikal dan horizontal yang diawali dengan silaturahim untuk mengembangkan interaksi sesama perantau maupun antar organisasi rantau yang ada. Salah satu contoh, di DPR-RI ada sejumlah anggota yang berasal dari Piaman. Resource yang mereka miliki bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan untuk kemaslahatan bersama,” katanya. Yang ketiga, eksplorasi potensi rantau. Sesungguhnya ada kekuatan SDM yang tersembunyi yang selama ini tak pernah diajak dan dimotivasi. Misalnya, ada Arwin Rasyid yang kini Presdir Bank CIMB Niaga Indonesia dan banyak lagi. Juga ada kekuatan sumberdaya uang yang menunggu dijemput. Selama ini, organisasi cuma malewakan imbauan saja tanpa bisa menjemput bola. Bisa saja ada orang yang punya uang dan ingin berpartisipasi tetapi ia tak pingin muncul. Nah, kekuatan yang seperti ini tentu harus dijemput. Kemudian, melakukan netrwoking, kerjasama antarsesama perantau maupun dengan potensi kampung halaman. Keempat, berbuat untuk rantau. Rantaulah yang perlu lebih dulu diperhatikan, karena pada gilirannya nantu juga untuk kampung halaman. Untuk itu, dalam berbat untuk rantau akan dilakukan subsidi silang program, melakukan advokasi skill (keahlian) dengan mengembangkan managemen transfer (saling berbagi keahlian) untuk kepentingan bersama. Kemudian melakukan pembinaan SDM, serta membangun solidaritas persatuan melalui berbagai aksi. Misalnya, pengumpulkan sumbangan bencana, beasiswa untuk anak-anak perantau. Terus terang, di Jakarta ini juga ada anak Piaman yang jadi pengemis. Ini masalah bersama. Kelima, tambahnya, berbuat untuk ranah. Melakukan raising fund. Di Piaman ada istilah badoncek. Tapi, juga banyak orang Piaman yang jadi petinggi di sejumlah BUMN dan perusahaan swasta lainnya yang punya CSR, dana untuk pengembangkan masyarakat. Kemudian mendorong investasi dan kemitraan dengan potensi yang ada di ranah. Misal, konveksi sulaman Naras dan bordiran Piaman bisa dikerjasamakan dengan perantau. Baik dalam bentuk modal, maupun dalam bentuk pemasaran. Selain itu juga bisa melakukan adopsi atau memberikan beasiswa untuk anak-anak tak mampu, serta melakukan kegiatan pulang basamo baik dalam bentuk fisik maupun dalam bentuk pemikiran. Keenam, sustainable improvement, yaitu membangun kelanggengan silaturahim. Terus menerus yang sekaligus akan dapat membentuk kaderisasi yang baik, sehingga pada gilirannya akan menjalankan roda organisasi secara berkesinambungan. “Dari keenam program itu, nanti di rantau akan terbangun “rumah gadang” di rantau dan “rumah gadang” di kampung, dalam arti kesejahteraan bersama,” jelasnya. (h/sal) http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7086:membangun-rantau-untuk-kampung-halaman&catid=4:nasional&Itemid=78 Wassalam Nofend | 34+ | Cikasel Sent from Pinggiran JABODETABEK® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
