AGAM, HALUAN — Bupati Agam Indra Catri memberikan kuliah umum lapangan mengenai 
bercocok tanam. Kuliah umum diberikan di kebun kakao milik Azukruf, anggota 
kelompok tani Penyejuk Hati di Limau Abuang Laweh Nagari III Koto Silungkang 
Kecamatan Palembayan, Jumat (22/7).

Kuliah yang digelar menggunakan tikar di atas tanah dan white board
sederhana diikuti 25 orang anggota kelompok tani. Seperti halnya
seorang dosen, dengan coretan spidol, Indra Catri menjelaskan cara
pemberantasan hama dan penggunaan bibit.
Dalam kesempatan itu, Catri menjelaskan empat tumbuhan yang berfungsi sebagai 
pestisida alami.
Empat tanaman pestisida alami yang dapat digunakan sebagai pembunuh
hama tanaman itu, adalah daun surian, akar kali-kali, daun serai dan
daun sisrsak.
“Tetapi masyarakat tidak mengembangkan dan belum menggunakannya karena belum 
mengetahui fungsi dan keuntungannya,” jelas bupati yang insinyur itu.

Pestisida alami itu dapat digunakan untuk memberantas berbagai jenis
hama tanaman, sehingga kalau teknologi pengolahan dan penggunaannya telah 
dikuasai, masyarakat tidak perlu lagi menggunakan pestisida kimia yang 
menimbulkan berbagai efek samping yang membahayakan.
Selain memanfaatkan fungsinya sebagai bahan pestisida alami, tumbuhan tersebut 
berguna dalam keseharian. Apalagi pohon surian sekarang harganya mahal. Di 
Kecamatan Palembayan yang tanah kosongnya masih luas, bupati manargetkan 
penanaman 2 juta pohon surian.

Sebagai penutup kuliah lapangan Indra Catri mengingatkan bahwa
keberhasilan petani 60 persen ditentukan oleh pemakaian bibit tanaman yang 
baik. Oleh karena itu pemilihan bibit unggul dalam bercocok tanam perlu 
mendapat perhatian.

Sementara kelompok tani Penyejuk Hati yang anggotanya menanam coklat juga telah 
mengikuti Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLHT) kakao selama 6 kali 
pertemuan, di bawah binaan instruktur Yetipendri dari Dinas Perkebunan dan 
Kehutanan Provinsi. (h/ks)

Epaper Harian Haluan, SENIN, 25 JULI 2011
--------

Petani Sarankan Sekolah Lapangan
Senin, 25 Juli 2011

Padang, Singgalang. Sebanyak 400 petani organik berkumpul di Acara Gelanggang 
Alam Petani Organik (GAPO) merekomendasikan agar Pemprov Sumbar 
menyelenggarakan sekolah lapangan pertanian organik.

Rekomendasi disampaikan pada Gubernur Irwan Prayitno, Sabtu (23/7) dan Kepala 
Dinas Pertanian, Djoni.
Selama tiga hari, Kamis-Sabtu (21-23/7), peserta GAPO berkemah dan
menjalani pelatihan di alam terbuka Kayu Gadang, Limau Manis Selatan,
Padang. Mereka menyusun rekomendasi itu sendiri.
Penyelenggaraan sekolah lapangan pertanian organik, dinilai ketua
panitia GAPO, Fauzan Azim bisa mendorong semakin banyak petani untuk menjadi 
petani organik.

“Mereka akan tahu menjadi petani organik jauh lebih menguntungkan
untuk diri sendiri dan alam,” ujar Fauzan.
Sekolah lapangan akan menjadi poses belajar petani mengenal sistem
pertanian organik dan mendorong terbentuknya kelompok.
Rekomendasi lainnya, terkait dengan pemasaran hasil pertanian organik.

Di Sumbar, pengembangan pertanian organik dimulai sejak 1990-an. Namun 
perkembangannya masih belum baik. Saat ini baru lima daerah yang mengembangkan 
pertanian organik, Agam, Tanah Datar, Limapuluhkota, Padang Pariaman dan 
Pariaman.
Djoni mengatakan, sejak 2006 tercatat pertanian organik baru mencapai 750 
hektare. Kebanyakan sawah, ladang, dan kebun sayur.

Pada 2010, panen padi organik di Sumbar mencapai 436 ribu hektare dari luas 
lahan 243.000 hektare. Sedangkan panen jagung organik mencapai 75 ribu hektare. 
“Semoga bisa lebih berkembang,” harap Djoni. (septri)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=7539



Wassalam
Nofend | 34+ | Cikasel

Sent from Pinggiran JABODETABEK®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke