Difotokopi dari surek kaba apo berita di bawah ko Pak Darwin?
Salam...............,
mm***



________________________________
From: Darwin Chalidi <[email protected]>
To: Rantau Net <[email protected]>
Sent: Saturday, July 30, 2011 7:18 AM
Subject: [R@ntau-Net] DI: Senggolan Nazaruddin, Di PLN Beking Sudah Tidak Ada 
Gunanya


Mudah2an carito dibawah iko bisa pulo kito hayati basamo

Kamis, 28 Juli 2011 , 03:03:00
Dahlan Iskan
Senggolan Nazaruddin


Di PLN Beking Sudah Tidak Ada Gunanya


DUA kali nama PLN disenggol sedikit dalam kaitan dengan Nazaruddin yang kini 
lagi buron itu. Yang pertama PLN dikaitkan dengan tender batubara yang sampai 
membuat Nazaruddin bertengkar dengan partner bisnisnya. Yang kedua sekarang ini 
dalam kaitan  dengan tender proyek PLTU Kaltim/Riau.

Diam-diam saya senang dua hal itu disebut-sebut. Pertama, saya bisa numpang 
ngetop sebentar. Kedua, saya memiliki momentum untuk mengampanyekan "PLN baru".

Soal batubara itu, misalnya. Konon,  Nazaruddin memberikan uang kepada Daniel 
Sinambela untuk modal ikut tender batubara di PLN. Daniel menang tender, tetapi 
tidak mengembalikan uang Nazaruddin. Daniel kemudian "dihajar". Daniel masuk 
tahanan.

Yang terjadi adalah Daniel sebenarnya benar-benar menang tender. Bukan karena 
ada Nazaruddin di dalamnya. Tender itu dilakukan dengan sistem auction sehingga 
tidak ada peluang untuk diatur sama sekali. Semua orang tahu sistem  auction 
itu begitu transparan sehingga sangat kecil peluang untuk terjadi permainan. 
Daniel menang tender karena penawaran harganya memang sangat-sangat rendah.

Saking rendahnya, Daniel barangkali kesulitan mencari batubara yang baik dengan 
harga yang masih bisa memberikan keuntungan baginya. Maka, batubara yang 
dikirim ke PLN pun batubara yang murah. Tentu tidak bisa memenuhi kualitas yang 
ditentukan PLN. Yang hebat, petugas PLN di lapangan berani menolak batubara 
ribuan ton tersebut. Akibat batubaranya ditolak oleh PLN, Daniel tidak 
mendapatkan uang dari PLN. Karena itu, Daniel juga tidak bisa mengembalikan 
uang  Nazaruddin. Nazaruddin pun kehilangan uang puluhan miliar rupiah 
gara-gara ketegasan PLN.

Seandainya petugas PLN takut kepada Nazaruddin dan menerima begitu saja 
batubara yang jelek itu,  tentu Nazaruddin bisa menyelamatkan uangnya yang 
puluhan miliar itu. Namun, karena batubaranya ditolak, lenyaplah uangnya yang 
sangat banyak itu.

Dalam hal ini, saya bangga dengan petugas PLN di barisan paling depan tersebut. 
Seandainya pegawai PLN tersebut bisa disogok, tentu semuanya beres. Toh 
batubara jelek itu dalam tempo sebentar sudah tercampur dengan ribuan ton 
batubara lain. Tidak akan gampang ketahuan. Tentu saja, saya bangga dengan 
pegawai PLN di bagian penerimaan batubara itu. Saking bangganya, sampai-sampai 
di DPR saya berseloroh: kalau saja petugas itu seorang wanita, akan langsung 
saya ciumi dia!

Bagaimana tender PLTU Kaltim/Riau yang disebut-sebut Nazaruddin sekarang ini? 
Saya pun penasaran. Sungguh, saya pun ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Tender tersebut dimenangkan oleh konsorsium PT Adhikarya 
(Kaltim) dan?konsorsium Rekayasa Industri (Riau). Sudah saya cek 
berulang-ulang bahwa proses tender sangat bersih dan profesional. Sampai-sampai 
teman terbaik saya yang telah berjasa menyelamatkan hidup saya kalah di tender 
ini.

Pertanyaannya: siapakah yang memberikan uang kepada Nazaruddin terkait dengan 
proyek ini? Apakah orang PLN? Atau pemenang tender? Sebaiknya, ini diusut. Saya 
sangat berkepentingan dengan hasil pengusutan ini. Kalau orang PLN yang 
memberikan uang, dari mana asal-usul uang itu dan apa tujuannya?

Namun, kalau pemenang tender yang memberikan uang ke Nazaruddin, untuk apa dia 
memberikan uang" Bukankah dia menang tender bukan karena bantuan Nazaruddin" 
Ataukah justru dia mengira menang tender itu berkat dukungan Nazaruddin?

Tentu, saya tidak tahu. Saya justru bertanya-tanya dalam hati. Kalau benar 
begitu, untuk apa pemenang tender itu memberikan uang ke Nazaruddin? Sedekah? 
Sumbangan? Mestinya, itu bukan sogok karena dia memenangkan tender bukan karena 
jasa Nazaruddin.

Saya penasaran atas pertanyaan-pertanyaan saya sendiri itu. Karena itu, saya 
mencoba mencari tahu. Hasil penelusuran saya agak
mengecewakan: ternyata masih banyak peserta tender yang tidak percaya diri akan 
kemampuan mereka, lalu punya beking orang kuat. Mereka belum percaya bahwa PLN 
sudah berubah. Mereka belum percaya bahwa di PLN bisa berubah. Mereka tidak 
percaya bahwa beking itu sekarang tidak ada gunanya.

Itulah sebabnya mengapa masih ada peserta tender yang merasa perlu memiliki 
beking. Keberadaan beking itu sendiri punya dua cerita. Ada peserta tender yang 
memang mencari beking. Ada juga yang justru si beking yang mencari-cari peserta 
tender. Terutama, yang diincar adalah peserta yang sudah kelihatan punya 
peluang untuk menang. Si beking lantas menakut-nakuti si peserta tender  bahwa 
kalau tidak dikawal, dia bisa saja kalah.

Emosi peserta tender itu pun menjadi labil. Di satu pihak dia sudah berada di 
ambang kemenangan. Peserta yang lolos tender tinggal
sedikit, katakanlah tiga. Kejiwaannya pun menjadi kemrungsung. Dalam keadaan 
kemrungsung seperti itu, dia ditakut-takuti oleh si beking. Kalau tidak pakai 
beking, dia akan dikalahkan. Ketika mengucapkan kata "akan dikalahkan" itu, 
bisa saja si beking seorang-olah sudah bicara dengan pemilik proyek.

Dalam situasi seperti itu, peserta tender memilih jalan yang paling safe: 
diterima saja tawaran beking itu. Celakanya, tidak mustahil si
beking tidak hanya mendatangi satu peserta, tetapi juga peserta tender lain. 
Dengan demikian,  siapa pun yang menang, beking pulalah yang paling menang.

Saya sudah bisa menemukan cara bagaimana menyelenggarakan tender yang bersih. 
Bahkan sudah mempraktikkannya setahun terakhir ini. Tender-tender di PLN tidak 
akan terpengaruh oleh beking siapa pun. Bahkan, dalam tender terbesar dalam 
sejarah PLN bulan lalu, yakni tender proyek Rp 30 triliun di Jateng, PLN 
berhasil mengabaikan tekanan para beking yang tidak hanya datang dari dalam 
negeri, tetapi juga luar negeri.

Proyek Kaltim dan Riau itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan proyek 
di Jateng tersebut.  Tetapi, PLN berhasil lolos dari
segala tekanan.

PLN sudah tahu bagaimana menyelenggarakan tender yang bersih, tetapi belum tahu 
bagaimana meyakinkan peserta tender agar menyadari bahwa beking sudah tidak ada 
gunanya! (*)


Dahlan Iskan
  CEO PLN

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke