Padang Ekspres • Senin, 01/08/2011 13:32 WIB • Eri Mardinal • 13 klik
*Bulan *Ramadhan merupakan bulan baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang beribadah di bulan suci ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Memperbanyak zikir, doa dan istighfar. Bagi jamaah tarekat Naqsabandiyah ibadah ini dikenal dengan ritual suluak. Beribadah kepada Allah SWT dengan cara mengurung diri di tempat yang berukuran kecil yang tertutup dengan kain untuk mendapatkan hidayah-Nya. Menyambangi Jorong Lubuak Landua, Kenagarian Aua Kuning, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) nuansa kehidupan Islami begitu kental terasa. Di jorong ini terdapat sebuah surau tua yang berumur ratusan tahun. Surau yang diberi nama Surau Lubuak Landua ini merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam di Pasbar. Surau yang berjarak kurang lebih 10 Km dari pusat Kota Simpangempat ini selalu dijadikan tempat bagi orang-orang yang ingin mendalami Islam secara kaffah (menyeluruh). Surau yang berumur 130 tahun ini dibangun oleh Buya Lubuak Landua I yakni Syekh Maulana Muhammad Basyir. Selain dijadikan sebagai tempat ibadah, surau ini juga berfungsi sebagai pusat kegiatan kemasyarakatan. Meski banyak masjid atau surau baru yang dibangun megah, namun keberadaannya tetap menjadi tonggak sejarah penyebaran Islam bagi masyarakat muslim di Pasbar. Bahkan pada bulan-bulan tertentu, seperti bulan Ramadhan ini surau dan makam Buya Lubuak Landua I selalu ramai dikunjungi banyak orang. Tidak masyarakat setempat, tapi juga dari berbagai daerah. Tidak sedikit pula di antara mereka yang meminta doa di makam Buya Lubuak Landua I tersebut. Saat ini, surau ini dipimpin Syekh Mustafa Kamal atau lebih dikenal dengan Buya Lubuak Landua. Dia merupakan Syekh ke-4 dari generasi Syekh Lubuak Landua. Dengan bimbingannya, surau ini dijadikan sebagai tempat untuk melakukan suluak, yakni ritual ibadah kepada Allah SWT untuk mendapatkan petunjuk dari sang pencipta dengan cara mengurung diri di tempat yang berukuran kecil yang tertutup dengan kain. Cara ini dilakukan dengan harapan mendapat petunjuk dari yang Maha Kuasa. Di dalam surau ini terdapat sejumlah bilik-bilik kecil berukuran 1 x 1,5 meter. Masing-masing bilik diisi orang yang terus melafazkan kalimat zikir. Setiap memasuki bulan Ramadhan, surau ini dipenuhi para jamaah buya Lubuak Landua yang melakukan suluak. Didominasi kalangan tua. Selama basuluak, dengan batas waktu yang tidak ditentukan mereka menghabiskan hari-harinya dengan berzikir, dan berdoa kepada Allah SWT. Di bulan puasa, makan dan minum disediakan oleh keluarga masing-masing atau dari warga sekitar surau. Syekh Mustafa Kamal mengatakan sumbangan yang sangat besar dari para pendahulu-pendahulu (syekh) dalam pengembangan ajaran Islam di Pasbar ini harus menjadi modal bagi generasi Islam kedepan untuk dapat memberikan hal-hal yang baik bagi generasi berikutnya. Karena, generasi muda Islam harus menyadari bahwa peranan para pendahulunya itu dapat menjadikan sebagai teladan bagi perjuangan generasi penerus. *(*)* * * *Wassalam* *Nofend/34M CKRG* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
