--- Pada Sel, 2/8/11, azmi abu kasim azmi abu kasim 
<[email protected]> menulis:

Dari: azmi abu kasim azmi abu kasim <[email protected]>
Judul: GELAR ADAT DIBERIKAN TIDAK PADA TEMPATNYA
Kepada: 
Cc: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected]
Tanggal: Selasa, 2 Agustus, 2011, 1:42 PM





Asslamualikum w.w

Bapak Edward Arbain, sarato
dunsanak di palanta nan Saya  hormati.

Saya
mohon maaf agak talambek mamabaleh tulisan Bapak, untuk memudahkan, saya
menjawab tulisan Bapak sesuai dengan kesimpulan yang telah Bapak buat, jawaban
dan komntar saya, saya buat dibawah tulisan Bapak, sebagai berikut :

Pak azmi dt bagindo, disini akan saya sampaikan kesimpulan dari
tulisan saya ini :

1. wilayah yang tertinggi didalam struktur adat minangkabau ialah
: 

“ nagari “ tidak ada wilayahnya lagi
diatas nagari ini. Kalau dibawah dari nagari masih ada wilayah adat yaitu
jorong, umpuak dan lain sebagainya.

Jawab : Saya sangat  tidak mengerti atas pendapat Bapak diatas,
yang mana Bapak mengatakan bahwa wilayah tetinggi di Minangkabau, adalah nagari
tidak ada waliyah lagi  diatas itu. Jika
demikian pendapat Bapak, pendapat Bapak akan Saya jawab dengan beberapa
pertanyaan Sbb: 

 1.  Bagaimana pendapat Bapak tentang wilayah
Minangkabau, yang wilayahnya sangat luas, yaitu sejak Sikilang Aia Bangih
sampai taratak aia hitam, ka si alang balantak basi, ka durian di takuak rajo,
dll?

2  Apakah Wilayah Minangkabau tidak Wilayah Adat
? 

3. Jika nagari merupakan wilayah
tertinggi yang tidak ada kaitannya dengan Wilayah Minangkabau,  kenapa kok 
masih membawa nama Minangkabau? 

2. pemimpin yang tertinggi didalam adat minangkabau ialah : 

“niniak mamak nagari “. Tidak ada lagi pemimpin diatas niniak
mamak nagari ini. Jumlah niniak mamak nagari dalam satu nagari bisa puluhan
bahkan ratusan orang. Dalam jumlah ini tidak ada ketua, tidak ada penasehat
tidak ada anggota sebagai layaknya suatu organisasi. 

Semuanya “ duduak samo randah
– tagak samo tinggi, barenggong samo boko – bakati samo merah.

 

Jawab : Bapak mengatakan, bahwa tidak ada
pimpinan diatas niniak mamak, tidak ada ketua, tidak ada penasehat, tidak ada
anggota, semua duduak samo randah tagak samo tinggi, hal tersebut akan saya
jawab pula dengan beberapa  pertanyaan,  adapun pertanyaan saya adalah Sbb:

(1)  
Bagaimana pendapat Bapak tentang kelarasan
koto piliang yang  konon kabarnya di
ciptakan oleh Dt.Katumanggungan, yang mengatur dengan system penghulu pucuah ?

(2)  Tahukah Bapak, bahwa di setiap nagari itu ada
yang namanya Kerapatan Adat Nagari yang disingkat dengan nama KAN, setiap KAN
itu mempunyai susunan kepengurusan, ada ketua, ada sekretaris dll. Bagaiman
pendapat Bapak tentang hal tersebut? 

(3)
 Atau nagari mana yang Bapak maksud,   yang   tidak ada pimpinan diatas niniak 
mamak, tidak
ada ketua, tidak ada penasehat, tidak ada anggota?



3. keputusan niniak mamak
nagari tidak bisa di intervensi oleh siapapun baik oleh nagari  tetangga
ataupun nagari lain atau lembaga adat minang lainnya karena tidak ada jalur
untuk itu.

Jawab : Jika itu keputusan yang menyangkut adat
salingka nagari silahkan, tetapi apabila sudah menyangkut, adat nan Sabana
Adat, atau adat nan salingka alam atau nan sabatang panjang, tidaklah dapat
sebuah nagari berbuat sekendaknya.  Apa
lagi putusan yang dibuat bertentangan dengan aturan yang sudah ada, hal
tersebut batal demi hukum adat, atau nagari yang bersangkutan tidak lagi
menjadi bagian Minangkabau. Hal ini sesuai dengan apa yang telah di sampaikan
di fatwakan oleh ketua LKAAM Sumbar Sbb : “Namun, dijelaskan Sayuti,
pemberian gelar adat memang mempertimbangkan jasa, tapi tidak mengabaikan
aqidah. LKAAM memberikan dua syarat jika gelar tersebut tetap dipakai. Pertama,
jika penerima gelar sangsako tetap ingin memakai gelar, terlebih dahulu harus
pindah agama. Kedua, setelah masuk Islam, maka gelar dilewakan ka bumi,
dibendangkan ka langik, dalam upacara adat di tempat yang bernuansa
Minangkabau. “Bila tidak dipatuhi, gelar tersebut tidak sah dan batal demi hukum
adat dan Syarak,”( Haluan tgl 25 Juli 2011)

4. pembagian wilayah dalam struktur adat
tidak sama dengan pembagian wilayah dalam struktur pemerintahan. Di
pemerintahan diatas kanagarian ada kecamatan, diatasnya lagi ada kabupaten dan
seterusnya. Garisnya vertical ( garis komando ) dalam adat tidak ada garis
komando. Yang ada hanya garis horizontal ( ba iyo iyo – ba tido tido – mancari
kato nan sabuah, mancari rundiang nan sapakat, bulek nak dapek digolekkan –
pipiah nak dapek dilayangkan. Bulek nak tagolek di nan data – pipiah nak
talayang di nan tanang )

Jawab : Garis komando memang
tidak ada, tetapi Adat dan Agama Islam, yang terbuhul dalam  filosofi Adat 
Basandi Syarak, Syarak Basandi
Kibullah (ABS-SBK), selain menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Minang, juga
berpungsi menyatukan masyarakat Minangkabau itu sendiri. Hal tersebut,
merupakan Depinisi sebagai seorang Minang, jika ada orang Minang yang tidak
beradat dan tidak ber agama Islam,  maka
dia bukanlah orang Minang. A nya adalah Adat, yang didalamnya atau sebagai
filarnya adalah (1) Sistem Kekarabatan matrilineal (2) Sistem Sako Jo Pusako
(3) Budi, sebagi Rohnya  Adat (4) Sistem
Demokrasi Minangkabau (5) Pepatah-petitih Sebagai ayat-ayat Adat. Kemudian  S 
kedua adalah Syarak, Knya adalah Kitabullah
yaitu Al Quran. Jadi jelaslah, bahwa tidak ada tempat bagi orang non muslim
dalam tatanan Adat Minangkabau

5. pemberian gelar adat minang oleh niniak mamak minangkabau yang
berwilayah nagari di nagari nan salapan suku di padang kepada orang yang telah
banyak berjasa dalam pembangunan physic nagari nan salapan suku di padang yang
menganut agama non islam adalah sah karena tidak ada larangan oleh aturan adat
dan ataupun aturan islam.  

 

Jawab : Sako dan pusako adalah waris nan bajawek
pusako nan batolong, dari niniak turun kamamak, dari mamak turun ke kemanakan,
menurut garis adat, begitu seterusnya. Hal tersebut telah berlaku secara turun
temurun bagai masyarakat Minangkabau yang ber Adat dan Ber agama Islam
(ABS-SBK). 

Dalam ketentuan
Agama di jelaskan bahwa, Seorang muslim tidak dapat mewarisi ataupun diwarisi
oleh orang non muslim, apa pun agamanya. Hal ini telah ditegaskan Rasulullah
saw. dalam sabdanya:

"Tidaklah
berhak seorang muslim mewarisi orang kafir, dan tidak pula orang kafir mewarisi
muslim." (Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah bin Umar r.a. dia berkata:
Rasulullah s.a.w. bersabda “tidak ada
saling mewarisi antara dua pemeluk agama (yang berbeda). (HR. Ahmad, Imam Empat 
dan Tirmidzi)
Jadi tidak ada tawar menawar dalam hal ini,
yang benar katakan benar dan yang salah katakan 
salah.

Demikianlah  yang dapek saya sampaikan, jikok indak
tasusun jo taatok, indak di barih makan paek, kok indak di rasuak manjariau,
kok basuo salah jo kilap, salah nan indak di sangajo, saya mohon maaf apalagi
kita sedang melaksakan ibadah pusa, saya ucapkan selamat berpuasa, mohon maaf
di sampaikan kepado seluruh dunsanah di palanta,  dan terima kasih ateh sagalo 
perhatian.

Wasslam,

Azmi Dt.Bagindo (59) Sekum
LAKM Jkt.

CC. LKAAM Sumbar   Dari: edward arbain <[email protected]>
Judul: [R@ntau-Net] Fw: GELAR ADAT DIBERIKAN TIDAK PADA TEMPATNYA
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Tanggal: Minggu, 31 Juli, 2011, 10:04 AM


----- Forwarded Message -----
From: edward arbain <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Sunday, July 31, 2011 12:40 AM
Subject: GELAR ADAT DIBERIKAN TIDAK PADA TEMPATNYA


Pak azmi dt bagindo, disini akan saya sampaikan
kesimpulan dari tulisan saya ini :

1. wilayah yang tertinggi didalam struktur adat minangkabau
ialah : 

“ nagari “ tidak ada wilayahnya lagi diatas nagari
ini. Kalau dibawah dari nagari masih ada wilayah adat yaitu jorong, umpuak dan
lain sebagainya.



2. pemimpin yang tertinggi didalam adat minangkabau
ialah : 

“niniak mamak nagari “. Tidak ada lagi pemimpin
diatas niniak mamak nagari ini. 
Jumlah niniak mamak nagari dalam satu nagari
bisa puluhan bahkan ratusan orang. Dalam jumlah ini tidak ada ketua, tidak ada
penasehat tidak ada anggota sebagai layaknya suatu organisasi. 
Semuanya “
duduak samo randah – tagak samo tinggi, barenggong samo boko – bakati samo
merah.


3. keputusan niniak mamak nagari tidak bisa di
intervensi oleh siapapun baik oleh nagari  tetangga ataupun nagari lain atau
lembaga adat minang lainnya karena tidak ada jalur untuk itu.



4. pembagian wilayah dalam struktur adat tidak sama
dengan pembagian wilayah dalam struktur pemerintahan. Di pemerintahan diatas
kanagarian ada kecamatan, diatasnya lagi ada kabupaten dan seterusnya. Garisnya
vertical ( garis komando ),
dalam adat tidak ada garis komando. Yang ada hanya
garis horizontal 
( ba iyo iyo – ba tido tido – mancari kato nan sabuah, mancari
rundiang nan sapakat, bulek nak dapek digolekkan – pipiah nak dapek
dilayangkan. Bulek nak tagolek di nan data – pipiah nak talayang di nan tanang
)



5. pemberian gelar adat minang oleh niniak mamak
minangkabau yang berwilayah nagari di nagari nan salapan suku di padang kepada 
orang
yang telah banyak berjasa dalam pembangunan physic nagari nan salapan suku di
padang yang menganut agama non islam adalah sah karena tidak ada larangan oleh
aturan adat dan ataupun aturan islam.  

 

Penutup : 

 

rang
padang mahani
banang.

Dihani
hani dilipek.

Dilipek
lalu dipatigo.

Indak
talok marantang panjang.

Rancak
dikumpa nak nyo singkek.

Diambiak
sado nan paguno.

 

Tambilang
dirumpun lansek.

Tasisik
diruang lantai.

Alah
ambo bilang sado nan dapek.

Nan tingga
untuak nan pandai.

 

Iliakan
sawah di alai.

Mudiak
kan sawah di
biaro.

Sungguahpun
banyak siriah dibalai.

Sado
iko dalam carano.

 

Alang
jo kekek bari
makan.

Tabang
ka pantai ka duonyo.

Panjang
jo singkek paulehkan.

Indak
sampai kabaa juo.

 

Tungkek
galah amat dirajo.

Tasanda
di baliak pakan.

Jikok
salah tobatlah ambo.

Jikok
khilaf tolong maafkan.

 

Tagisia
lalu ka naiak, badaga dek bagageh turun, indak diangan disangajo,

Rilah
jo maaf dipabanyak. Rahmat suko salamonyo. Salam ta’zim panyudahi. Billahit
taufiq wal hidayah. Wassalam wr.wb

Dari : Edward
Arbain – jl.dr setia budi 14 PEKANBARU - RIAU





-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke