Add.  Dedi, mantap, ambo bangga mambaco laporan adinda, santun, hidup dan 
banyak unsur lucunyo, bila saya k Jakarta nia benar saya melucus mencari adinda
Alhamdulillah namo nan adinda sabuik sebagai penggkiat RN tu mayoritas ambo lah 
basuo
Kini salam sajlah dulu

Elthaf, 50 th 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: dedi yusmen <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 3 Aug 2011 09:02:04 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Seri Cerita MAPPAS 1 : Minangkabau ku Nan Indah

Seri Cerita MAPPAS 1: Minangkabau ku nan Indah
……..orang Minangkabau melakukan ‘kufur nikmah’”.
 
Senin 1 Agustus Jam 18.15,  magrib menjelang malam  dikala macet mendera 
 Jakarta sudah menjadi laku biasa, saya melewati area kampung melayu yang 
menjadi  rute ‘terfavorit’ disamping  jarak terpendek, ‘nggak’ perlu lewat 
jalan 
tol. Uang tol yang dihemat lumayan sebagai  persiapan beli teh botol untuk 
berbuka puasa. Saya senangi dari rute ini karena  begitu banyaknya sisi hidup 
manusia berkulindan, bertumpak-tumpuk di satu area. Pedagang, dari grosiran 
sampai asongan, kaki lima, pedagang barang baru sampai bekas, perkantoran, 
penginapan, pasar, transportasi umum yang tak pernah menjadi benar-benar  milik 
umum, kereta api, mikrolet, kopaja, busway, bajaj,  pejalan kaki.
Pasar Jatinegara (Mesteer) sampai Kampung Melayu, memcerminkan satu sisi kota 
yang hidup, yang tanpa poles, yang apa adanya. Disitulah, di ujung sana sambil 
menikmati kemacetan saya menelpon Sanak  UBGB  (apa arti UBGB, tanyalah pada 
ilalang yang bergoyang) dengan nama asli Yos ini menanyakan keadaan dan rencana 
terkait dengan kegiatan MAPPAS (Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar) yang telah 
tersurat bagi saya membantu menggerakkannya. Di sela diskusi itu Sanak UBGB 
mengajak saya untuk datang pada acara peluncuran Buku 80 Tahun Azwar Anas 
sekaligus menyisipkan kata bahwa panitianya diketuai Uda Firdaus HB, 
Koordinator 
Lapangannya Sanak Bobby Lukman, dan tentu Sanak Yos ini salah satunya. Sebelum 
menutup telpon Sanak Yos mengingatkan lagi “Caliak lah di Uda bisuak”. 

Telpon saya tutup, yang saya ingat dari kata Sanak UBGB ini “Caliak lah di Uda 
Bisuak”. Dalam bahasa minang kalimat ini seolah-olah mempunyai ‘ruh’ dengan 
maksud menantang, ada sesuatu yang ‘surprise’ yang akan diperlihatkan. Namun 
bila di Indonesiakan kalimat itu menjadi “Lihat lah besok Da” menjadi hambar 
makna. 

Tanggal 2 Agustus jam 16.45 WIB, khawatir macet saya segera melaju dari kantor 
di daerah Gambir menuju Hotel Sahid Sudirman tempat acara diadakan. Jarak yang 
lebih kurang 5 km tersebut ditempuh dalam 45 menit, karena harus mencari jalur 
lain menghindari jalur “3 in 1”. 

Menuju Hotel, saya bertemu dengan Sanak M Syahreza, yang juga tokoh muda di 
milist Rantau Net, kesan pertama saat masuk ke dalam ruangan memang luar biasa, 
seperti sebuah acara perhelatan. Berdatangan satu persatu para tamu terhormat, 
tokoh besar Sumatera Barat, mantan Gubernur Sumbar,  Menteri  Kabinet, mantan 
Kapolri,  dari kalangan sipil dan militer, urang Sumando  yang Mantan Wapres, 
Yusuf Kalla dan mantan Menteri  Agum Gumelar. Acara juga diselingi oleh 
pembacaan puisi beriring musik dari ‘duo maestro’ Taufik Ismail dengan Idris 
Sardi sang violist legendaris, saya terkesima saat Mbah Idris mencium tangan 
Inyiak Taufik, pertanda bentuk penghormatan tertinggi pada budaya Jawa, dapat 
dibayangkan betapa begitu hormatnya orang lain dari suku lain kepada seorang 
Taufik Ismail yang putera Minang ini, entahlah kita. Dalam   kesempatan  itu 
dengan kelakar  Inyiak Taufik menyapa Mbah Idris dengan Angku Dirih. 

Berikutnya memilih tempat duduk, tidaklah begitu rumit karena seketika mata 
saya 
tertuju dengan sekelompok Uda dan Sanak-Sanak dari pengagas, pendiri dan 
penggiat MAPPAS yang dirintis dari penggiat rantau-net serupa Uda Aslim,  Uda 
Miko, Uda Kurnia, Uda Achyar,  Sanak Ronal, Sanak Beny, Sanak Hadi dsbnya. Di 
kesempatan tersebut saya bertemu pula dengan senior-senior rantau net yang lain 
seperti Pak Saafroedin Bahar dan  Mamak Azmi Dt Bagindo. 

Saya terkesan acara tersebut tidak meninggalkan sunnah Utama Ramadhan, tetap 
didahului oleh Shalat Tarawih berjamaah, sehingga makin terasa khusuknya acara 
tersebut. Sambutan dimulai satu persatu dari terakhir Pak Azwar Anas dengan 
referensi ayat suci Alquran yang fasih beliau baca, dengan cerita sejarahnya 
selama menjadi gubernur dan menteri  sampai menjabat ketua PSSI, sebelumnya di 
dahului oleh Pak Taufik Abdullah yang juga menulis sebagai Pengantar di buku 
Biografi Azwar Anas tersebut, yang menarik sebelumnya Sambutan dari ketua 
Panitia Uda Firdaus HB. Nama Firdaus HB yang juga penggerak milist rantau net 
dan Pembina MAPPAS   juga tertulis di buku Biografi Pak Azwar sebagai ketua 
panitia, Pak Saafroedin Bahar sebagai ‘reader’  tertulis  dalam buku tersebut 
yang  juga telah menjabat sebagai Ketua Umum Pertama MAPPAS , luar biasa 
sejarah 
telah mencatat. 

Saya kira ini lah yang dimaksudkan oleh Sanak UBGB  “Caliak lah Da”, untuk 
memperlihatkan pelaksanaan acara tersebut dapat dijadikan contoh untuk 
acara-acara MAPPAS nantinya. Sanak UBGB terimakasih atas undangannya, 
pelaksanaan acara tersebut dapat kita jadikan model dalam kegiatan serupa 
MAPPAS. 

Sesaat pulang ingin rasanya ikut memiliki buku biografi Azwar Anas Teladan dari 
Ranah Minang ini, namun saya hanya terpaku, saya hanya undangan sempalan, 
undangan tanpa bukti, padahal untuk mendapatkan buku tersebut tamu harus 
mempunyai kartu undangan yang sah.  Tiba tiba Allah ‘memberikan jalan’, 
mendatangkan  ‘penyelamat’ , seketika panitia di meja tamu  memanggil sang  
koordinator lapangan yang adalah Sanak Bobby, wah kebetulan pikir saya. Segera 
saya dekati sanak Bobby , “Bob, baa caronyo Bob ambo nio pulo buku tu”. Sanak 
Bobby menjawab, indak bisa Da, karena tu harus ado undangan, tapi Bobby segera 
menyerahkan jatah buku ditangannya  untuk saya, ambiaklah di Uda punyo Ambo ko. 
Alhamdulillah terimakasih Sanak. Dengan girang segera saya ‘melucus’ pulang 
(takut Sanak Boby sadar dan  meminta kembali bukunya hahaha).
Pagi ini tepat tanggal 3 Agustus jam 11.09, saya menerima SMS dari Pak 
Saafroedin Bahar: “Bung Dedi, saya tuliskan pembicaraan selintas kita di Hotel 
Sahid Jaya menjelang sholat tadi malam, sbb:” Jika tidak merawat dan tidak 
memanfaatkan dengan sebaik-baiknya keindahan alam yang dianugrahkan Allah swt 
kepada  Sumatera Barat, orang Minangkabau melakukan ‘kufur nikmah’”. (saya 
tulis 
sesuai dengan isi sms termasuk titik komanya). 

Pak Saaf, InsyaAllah kami generasi berikut ranah, bersama-sama,  yang masih 
diberikan kesempatan dan umur  akan melaksanakan amanat itu sesuai sanggup dan 
khittah yang telah dimaktub oleh Allah kepada  kami.   
Dedi Yusmen/MAPPAS (Gambir, 3 Agustus 2012)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke