Assalamu'alaikum. w.w. Dunsanak kasadonyo, kito taruihkan kaji nan kapatang.. Kembali kepada Mu’az bin Jabal, beliau menjawab Allahu warasuluhu a’lam. Hanya Allah dan rasul-Nya yang mengetahui apakah hak-hak Allah atas hamba- hamba-Nya. Sabda Nabi saw. Aya’budu wa laa yusriku bihi syai-a, itulah hak-hak Allah terhadap hamba-hamba-Nya, dua saja tuan-tuan, yakni Hendaklah kamu menyembah Allah dan jangan kamu mempersekutukan dengan sesuatu. Hadits ini hadits shahih riwayat imam Bukhari. Lalu kita melihat Al-Qur-an pula. Dalam surah An Nisa ayat 36. Allah swt. berfirman
Ta’budullah, wala tusyriku bihi syai-a. Hendaklah kamu menyembah Allah, jangan mempersekutukan Allah dengan sesuatu. Ayat Qur-an dengan hadits ini sejalan. Persoalannya, apakah kita hari ini ummat Islam tidak menyembah Allah ?. Orang Islam akan tertanya-tanya, selama ini kami menyembah Allah, "Eh, kami shalat maghrib berjama-ah pula....kami berpuasa, kami naik haji... " Mereka memahami pengertian menyembah Allah dalam pengertian sebegitu saja, sempit. Kalau kita tidak menyembah Allah bermakna kita mempersekutukan Allah, itulah yang kita bimbangkan, kita takuti, sesuatu yang dapat merusak iman dan Islam kita tuan-tuan. Sembah ini, pengertiannya … ta’at, patuh, atau ikut. Itu makna sembah. Selama kita menjadi hamba yang menta’ati Allah, mengikuti dan mengamalkan peraturan dan ketetapan Allah dan rasul, kita adalah hamba yang menunaikan hak-hak-Nya. Sekarang kita ini, kepada Allah swt. kita tidak seberapa mau menurut. Kalaupun kita menurut, hanya dalam persoalan yang mudah dan dapat memberi keuntungan. Ketahuilah, ini bukan sifat seorang hamba. Kita mesti ingat Wamaa khalaqtul jinna wal insaa illa liya’buduni. (QS:51:56). Allah tidak akan menciptakan jin dan manusia, melainkan jin dan manusia ini memperhambakan diri kepada Allah. Hanya menyembah Allah, ta’at, patuh dan ikut Allah dan rasul saja. Jadi diantara hak-hak Allah yang akan dituntut kepada hamba-hamba-Nya adalah menyembah Allah dan jangan mempersekutukannya dengan sesuatu. Persoalannya apa maksud menyembah Allah. "Apakah kami masih tidak menyembah Allah kah ?. Atau kami tidak menyembah Allah dengan sempurnakah ?." Ini yang kita mau jawab kali ini. Kita buka hadits lain pula. Riwayat imam Tarmidzi dan imam Ahmad. Kisah Hadi bin Hatim. ‘An Hadi bin Hatim, AnnaHu sami’an Nabi shalallaaHU ‘alaiHi wassalam, yaqra-u haadzihil ayaata. Ittakahadzu ahbaarahum wa ruhbanaHum arabaaban min duunilah. Faqultu laHu, Inna lasna na’buduHu, Qaala, alaisa yuharimu nama ahallalaaHa, fatuharimunaHu, wayuhillu nama aharramalaaH, fatuhillu laHu. Faqultu, bala. Qaala, fatilqa ibadatuHum. Hadits ini tuan-tuan dapat menjelaskan pengertian sembah. Dari Hadi bin Hatim, aku mendengar Rasulullah saw. membaca sepotong ayat Al-Qur-an (ayat 9:31) yang bermakna, mereka menjadikan pendeta-pendeta, ulama-ulama mereka sebagai Tuhan selain daripada Allah. Aku berkata kepada Nabi, kami tidak pernah menyembah pendeta kami. Nabi bersabda, aku mau bertanya kepadamu, tidakkah ketika pendeta kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kamu turut mengharamkannya, dan ketika mereka menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah kamu juga turut menghalalkannya, Jawab Hadi bin Hatim, yang ini memang benar. Sabda Nabi saw. Fatilka, ibadatuHum, Maka yang demikian itu lah wahai Hadi bin Hatim, maksud kamu menyembah mereka. Kita tidak usah susah-susah masuk ke kuil tuan-tuan, tidak usah susah-susah menyembah patung berhala, dengan hanya patuh ikut, ta’at kepada hukum-hukum, undang-undang, peraturan yang dicipta oleh manusia, maka rusaklah iman Islam kita tuan-tuan. Tuan-tuan rujuk tafsiran Prof. Mahmud Yunus pada ayat 31 surah 9 At-Taubah tersebut, tuan-tuan akan bertemu dengan tafsiran : Adapun maksud mengangkat ulama atau pendeta sebagai Tuhan ialah, apabila ulama atau pendeta mengadakan suatu hukum yang menyalahi Taurat, Injil atau Al-Qur-an kita ikut secara membabi buta, walaupun menyalahi kitab Al-Qur-an. “Hmm… dia ulama, kita mesti ikut”. .. aiii... abaih padai dek jawai .. Misalnya seperti di Malaysia (di Indonesia ??... saluang se nan ka manyampaikan). Mentang-mentang dinamakan “Akta kesalahan jenayah syari’ah”, kesalahan berzina, hukuman tiga tahun penjara atau 5000 ringgit denda, atau 6 kali sebatan (dera), atau ke tiga-tiganya sekali. Menerima undang-undang ini tuan-tuan adalah syrik di sisi Allah swt. Islam tidak pernah mengajar kesalahan berzina dengan undang-undang tersebut, Allah swt. Tidak pernah menyebut. Kalau ada orang atau golongan yang bisa membuktikan dalam ayat berapa undang-undang tersebut, tolong beritahu saya. Inilah maksudnya kita mengangkat ulama sebagai Tuhan. Ulama membuat undang-udang yang menyalahi Al-Qur-an. Kan tadi kita baca, “Apabila Allah dan rasul telah mengadakan ketetapan, manusia tidak boleh pandai-pandai meninjau kembali, mengubah, mengamandemen”. Ini soal syirik, yang bermakna kita belum menunaikan tanggung jawab kita sebagai seorang hamba, yang pasti akan dituntut oleh Allah, “ay-ya’budu”, kita sebagai hamba wajib menyembah Allah, jangan menyembah sesama manusia. Itu makna nya tuan-tuan, lai paham tuuu ?. Adi bin hatim tak mampu menjawab lagi, bahkan dia mengaku, “Iya, bila pendeta kami mengatakan sesuatu itu haram, kami juga mengharamkannya, begitulah seterusnya, bila mereka menghalalkan sesuatu yang menyalahi kitab Taurat atau Injil, kami juga turut menghalalkannya”. Kata Nabi saw. “Itulah yang dimaksud dengan kamu menyembah mereka, syirik”. Tak perlu masuk gereja atau kuil untuk jadi syirik seperti ini. Bahkan tuan-tuan, bila kita menganggap bila ada makhluk yang dapat memberi manfaat dan menolak kemudharatan, itu juga adalah syirik. Mungkin kita pernah membaca surat 29 ayat 41 Al ankabut, ..... ...hmm lah panjang pula, beresok kita sambung ... Billaahil hidayah wat taufiq Wassalam St. Sinaro -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
