Tampalah basi katiko masih angek.
Semoga sumangaik basamoko indak "angek2 ciryam".

Maju terus MAPPAS memajukan "West-Sumatra  an Uniquely Asia".



On 8/7/11, [email protected] <[email protected]> wrote:
> Wah betul2 mantap Jepe.Suai wak tu.
> Hilman Mahyuddin, MD
>
> -----Original Message-----
> From: jupardi andi <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Sun, 7 Aug 2011 16:27:28
> To: [email protected]<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Bls: [R@ntau-Net] Re: [Wisata Minang] MAPPAS Siap Jadi Lokomotif
>  Kemajuan Pariwisata Sumbar
>
> Assalamualaikum Wr Wb
>
> Ibu Nur'aini, Dedi Yusmen serta pengurus teras (Inti) MAPPAS yang budiman
> serta dunsanak Palanta RN yang berbahagia
>
>
> Dari rantau bumi Borneo KalTim saya hanya bisa memberikan dukungan
> (terutama) secara tidak lansung sesuai dengan keterbatasan gerak,daya
> jelajah, pikiran, waktu, energi, kekuatan finansial saya disela kesibukan
> volume kerja yang cukup padat dengan tensi yang tinggi disini setelah saya
> pindah bertugas/kerja dari Pekanbaru ke Balikpapan tapi sekarang lebih
> banyak fokus di daerah Kutai Barat.
>
> Saya merasa Yakin duo Nakhoda MAPPAS ini tentu akan membawa dunia Pariwisata
> Ranah Minang (Sumbar) lebih bergairah dan menggeliat lagi sehingga
> memberikan kontribusi baik secara lansung maupun tidak lansung terutama
> dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ranah minang yang lansung
> bersentuhan dengan dunia wisata.
>
> Saya baru sekali berjumpa dengan Ibu Nur ketika kami warga RN
> bersilahturahhim di Sukai, kesan pertama saya ini Ibu Nur seseorang yang
> ramah dan hangat menyenangkan diajak ngobrol serta berdiskusi, Ibu ini tentu
> tak perlu diragukan lagi pengalaman bekerjanya secara profesional maupun
> kiprahnya dalam organisasi2 dan yayasan yang diikutinya terutama dalam
> "berminang-minang" dan ibu yang saya kenal ini punya selera humor yang bagus
> dan tinggi dengan segala keceriaan, canda serta tawanya , saya selalu
> menaruh respek kepada orang2 yang punya rasa dan sentuhan humor yang bagus,
> menarik, komunikatif dan responsif, tentunya dengan modal yang dimiliki Ibu
> Nur ini paling tidak akan memudahkan dia berkomunikasi serta membina
> hubungan dengan pihak ketiga lainnya dalam membangun MAPPAS serta membentuk
> jaringan, apalagi jika sudah menyangkut lobby2 bisnis rasa dan sentuhan
> humor yang baik, tinggi dan berkualitas ini sangat diperlukan sekali dan
> saya perjaya banyak
>  orang-orang sukses dalam menjalin kontrak-kontrak dan lobby2 bisnis mereka
> memulai pembicaraan ringan dengan humor-humor yang segar  yang membikin
> suasana begitu mencair jauh dari kekakuan.
>
> Lalu bagaimana dengan SekJen nya yang dikenal dengan tulisan ringannya
> bergaya "masyarakat badarai"  yaitu Si Dedi "Buyuang Koboi" Yusmen, saya
> belum sekalipun bertatap muka dengannya tapi paling tidak 2 atau 3 kali saya
> sempat menjalin pembicaraan melalui telepon selular, terakhir kettika si
> Buyuang koboi kita ini malala ke KalTim dan sempat mampir di Balikpapan tapi
> sayang saya sedang berada di Kutai barat, sedangkan Dedinya berada di
> Balikpapan untuk berangkat kembali ke Jakarta, terima kasih buat Dedi yang
> telah menelepon saya dan kita berbicara cukup hangat saling bertegur sapa
> mungkin suatu saat insya Allah kita bisa berjumpa disuatu kesempatan yang
> kita tidak bisa rencanakan kapannya (untuk sementara). Dari berbagai tulisan
> serta catatan ringannya bertutur dengan "bahasa yyang halus" dapatlah saya
> mengira-ngira seorang Dedi adalah pribadi yang mempunyai kepekaan hati
> tinggi , saya pikir orang seperti Dedi dengan kepekaannya yang halus sangat
>  dibutuhkan untuk menggerakan sebuah organisasi nir laba seperti MAPPAS, dia
> tidak saja akan bekerja dengan fisiknya tapi juga bekerja dengan pikirin dan
> bekerja dengan kepekaan hatinya.Dari uraian Dedi saya juga berpendapat
> seorang Dedi selalu realistis melihat sesuatu dan ingin membawa MAPPAS
> sebagai tahap awal  kita diharapkan jangan berekspektasi terlalu muluk-muluk
> dulu.
>
> Menari kata kunci yang disampaikannya 'BERGERAK dan BERFIKIR serta FOKUS !!!
>
> Bagi saya kata terakhir itu adalah kuncinya dalam organisasi nir laba
> seperti MAPPAS ini yaitu FOKUS, secara pribadi selama lebih 20 Tahun bekerja
> di dunia swasta entah beberapa kali saya kehilangan kata FOKUS ini dalam
> melaksanakan sebuah pekerjaan yang saya emban hasilnya memang jauh dari
> maksimal kalau tidak dibilang acak-acakan. Sesuatu yang berarti sekali apa
> yang sampaikan oleh Dedi dalam sambutannya sebagai Sekjen jika menekan
> kepada kata FOKUS, jujur saja dalam perjalanan saya bekerja tersebut yang
> jelas saya pernah kena tegur pimpinan karena TIDAK FOKUS seharusnya
> pekerjaan itu "makanan saya sehari-hari" dalam menyelesaikannya baik teknis
> maupun  non teknis tapi ketika tidak FOKUS maka  saya kehilangan sentuhan
> dan seni dalam bekerja.
>
> Disuatu sisi saya memang cukup "iri" juga atas beberapa pergerakan kawan2 RN
> dan penggiat dunia parawisata ranah minang ini yang bisa kesana kemari
> dengan energi yang berlebih serta berkumpul disuatu tempat di Jakarta jika
> membaca laporan, melihat suasana di foto pikiran saya selalu berkata "ahh
> sendainya saya biasa berada diantara mereka, ingin berbicara dan berdiskusi
> dengan mereka, ingin tertawa dan bercanda lepas dengan mereka tanpa beban"
> tentu mengasyikan sekali tapi terlalu banyak kendala yang menghambat
> pergerakan saya terutama dengan beban pekerjaan yang saya emban saat ini,
> apaboleh buat saya bekerja tipikal usaha yang mengelola SDA yang
> mengharuskan saya bergerak cepat, lincah, fokus dan berada dilokasi proyek
> bahkan dihari-hari libur akhir pekan sekalipun.
>
> Tapi bagaimanapun dan dimanapun saya berada saya siap membantu atau menjadi
> duta parawisata ranah minang yang baik dalam mempromosikan segala objek
> wisata ranah minang mulai dari wisata bahari, alam dengan bentangannya yang
> indah, adat dan budaya serta tentu tidak terlepas dari dunia wisata ini
> tentang kuliner ranah minang yang tidak perlu diragukan lagi sudah tersohor
> kelezatannya dan diterima lidah rata-rata segala suku di Nusantara ini.
> Seperti yang saya alami disini ketika jumpa relasi dan mitra kerja baik
> instansi pemerintah dan swasta ketika jamuan makan mereka (non suku Minang)
> selalu saja bercerita sama saya jika ranah minang itu alamnya sungguh elok
> dan makanannya lezat-lezat serta ngangeni bagi mereka yang pernah berkunjung
> ke ranah minang, jika sudah berbicara kuliner ini dengan mereka saya susah
> di hentikan he he he, saya akan bercerita dari A to Z tentang aneka masakan
> ranah minang lengkap dengan uraian kata-kata yang sangat memprovokasi
>  mereka untuk ingin mencoba dan menikmati masakan ranah minang.
>
> Kekuatan wisata Ranah Minang seperti yang sering didiskusikan di RN ini
> memang pada wisata Alam, Adat, Budaya dan Tradisinya serta Kulinernya, kalau
> bicara Industri Parawisata (dari hulu ke hilir) lengkap dengan segala hiruk
> pikuk, dunia gemerlap, dunia malamnya yang heboh, gonjang ganjing esek2,
> klub2 yang penuh asap serta minuman yang memabukan dengan hentakan musik 24
> jam tanpa henti memang Ranah Minang bukan tujuan yang menarik bagi kalangan
> tertentu yang menginkan segala kebebasan dalam dunia/industri wisata apalagi
> bagi mereka yang membawa pasangan "liar" nya atau mecari yang "liar" tentu
> ranah minang bukan pilihan bagi mereka. Jadi yang dikatakan Industri dalam
> dunia  wisata ranah minang  mungkin bagaimana memaksimalkan wisata tersebut
> diatas dan dikemas secara profesional serta didukung penuh baik oleh
> pemerintah pusat, daerah serta organisasi  dan lembaga lainnya dan MAPPAS
> insya Allah punya kekuatan untuk membangun Industri Parawisata ranah
>  minang paling tidak masih dalam batas atau koridor yang diinginkan semua
> pihak sehingga tidak terjadi gesekan-gesekan baik secara vertikal maupun
> secara horizontal.
>
> Selamat bertugas buat Ibu Nur, Dedi Yusmen serta pengurus inti lainnya yang
> jelas saya siap mendukung baik secara moral dan materil jikapun saya bagian
> dari anggota MAPPAS (secara legalitas) saya bersedia dan jika ada iuran
> bulanannya secara rutin bagi anggotanya saya siap membayar dan mengirimnya,
> kita semua harus dukung dengan dana buat pergerakan pengurus intinyasesuai
> apa yang disampaikan Ketum dan SekJen MAPPAS agar mereka bisa BERPIKIR,
> BERGERAK DAN FOKUS ketika mereka telah mengorbankan segala waktu, energi dan
> fisiknya buat MAPPAS maka menurut saya sudah sepantasnya juga kita
> memberikan dukungan materi di tahap awal ini sebagai modal awal bagi para
> pengurus untuk mendapatkan kontrak2 bisnis, kerjasama dengan pihak ketiga
> serta sponsor dalam iven2 yang akan direncanakan MAPPAS kedepannya. Saya
> sendiri tidak tahu AD/ART dari MAPPAS apa memang ada disebutkan atau
> ditentukan terutama kewajiban anggotanya memberikan sumbangan atau iuran
> perbulan dan
>  berapa nilainya, kalau tidak atau belum ada melalui surat keputusan Ketum
> menurut saya bisa ditetapkan iuran bulanan minimal bagi anggotanya.
>
> Terakhir semoga langkah dan niat baik kita semua dalam memajukan dunia
> parawisata ranah minang dengan kekuatan yang dimilikinya selalu dalam
> lindunganNya serta hanya mengharap keRidhoan dari Allah SWT semata, Amin YRA
>
> Selamat menjalankan ibadah puasa semoga berkah dan kita mendapat limpahan
> pahala
>
>
> Wass-Jepe
> Sendawar_Kutai Barat
>
>
>
> ________________________________
> Dari: Dedi Yusmen <[email protected]>
> Kepada: [email protected]
> Cc: [email protected]; [email protected];
> [email protected]; [email protected]; [email protected]
> Dikirim: Sabtu, 6 Agustus 2011 23:54
> Judul: [R@ntau-Net] Re: [Wisata Minang] MAPPAS Siap Jadi Lokomotif Kemajuan
> Pariwisata Sumbar
>
>
> Kakanda Mulyadi ykh:
>
> InsyaAllah kami sudah sepakat berharap kesediaan kakanda sebagai ketua
> perwakilan MAPPAS Palembang, InsyaAllah pada acara Mukernas  bulan oktober
> nanti semua perwakilan kota yang terbentuk Akan kami undang ke Jakarta.
>
> Terimakasih untuk kesediaan kakanda
>
> Salam
> Dedi Yusmen
> Sekjen MAPPAS 2011-2014
>
> Sent from my iPad
>
> On Aug 6, 2011, at 11:54 AM, [email protected] wrote:
>
>
>
>>Ambo sato ciek sanak, bisa dilatakkan sebagai perwakilan Sumatera Bagian
>> Selatan atau dibawah Direktur Lembaga Komunikasi dan Hubungan Masyarakat.
>>Kekuatan ambo : ambo adolah salah seorang pegiat Gebu Minang samanjak 2005
>> sebagai Wakil Sekjen, anggota RN samanjak 2003, pernah ikuik Rapek MAPPAS
>> th 2004 di Villa Kuniang Bogor, ikuik Rapek Koordinasi RN di Lapten Halim
>> tahun 2004, Ketua Umum IKAPESMI Palembang 2 periode samanjak 2006, punyo
>> milis Sulitanet, RGM-GM, Website http://www.sulita.net langkok jo ROS
>> (Radio Online Sulita) nyo nan bisa didanga mamakai BB di
>> http://radiointernetindonesia.com pado Daftar Radio di kelompok Sumatera
>> Barat nan bisa dijadikan sebagai salah satu corong menginformasikan
>> kegiatan pariwisata Sumbar di Radio Streaming ke seluruh dunia,
>>Kelemahan ambo : Domisili jauah dari Ibukota Jakarta nan manjadi pusat
>> kegiatan dan sekretariat MAPPAS,
>  masih karyawan aktif PT.Pusri Palembang sampai Oktober 2012. Kini masih
> menjabat Ketua Bidang Pembangunan dan Pengelolaan Aset BMKM Sumsel sampai
> 2014.
>>Itulah respon ambo terhadap email postingan sanak Syafruddin AL ko. Semoga
>> manjadi bahan pertimbangan.
>>Wassalam,
>>HM Dt.Marah Bangso (54+)
>>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
>> Teruuusss...!
>>________________________________
>>
>>From:  Syafruddin Ujang <[email protected]>
>>Sender:  [email protected]
>>Date: Sat, 6 Aug 2011 11:13:41 +0700
>>To: <[email protected]>; <[email protected]>
>>ReplyTo:  [email protected]
>>Subject: [Wisata Minang] MAPPAS Siap Jadi Lokomotif Kemajuan Pariwisata
>> Sumbar
>>
>>
>>Setelah Ganti Kepengurusan:
>>MAPPAS Siap Jadi Lokomotif
>>Kemajuan Pariwisata Sumbar
>>
>>JAKARTA – Setelah melakukan
> kepengurusan yang berusia lebih kurang  lima bulan, Masyarakat Peduli
> Pariwisata Sumbar (MAPPAS) dengan nahkoda
> barunya yang dipimpin Hj. Nur’aini B. Prabdanu, SE, MM, siap menjadi
> lokomotif  bagi kemajuan pariwisata Ranah
> Minang.
>>
>>“Kami tidak ingin dikatakan
> kufur nikmat. Karena itu, MAPPAS sudah membulatkan tekad untuk memajukan
> segala
> potensi yang sudah dianugerahi oleh Allah SWT di Ranah Minang untuk
> kesejahteraan
> rakyat Sumatra Barat di masa mendatang,” kata Nur’aini dalam pidato
> pertamanya
> setelah dipilih menjadi Ketua Umum MAPPAS yang baru menggantikan gerbong ET
> Hadi Saputra, dalam acara buka puasa bersama para penggiat/pemeduli
> pariwisata
> Sumatra Barat, komunitas Rantaunet dan pengurus Masyarakat Peduli Kereta Api
> Sumatra Barat (MPKAS) di Restoran Kubang, Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat
> (/8)
> malam.
>>
>>Dalam acara yang juga
> dihadiri Kasubdit Promosi Pariwisata Wilayah I, Kementerian Kebudayaan dan
> Pariwisata, Raseno Arya, Ketua LAKM Jakarta Lym Kampai bersama Sekretarisnya
> Azmi Dt. Bagindo, sejumlah tokoh rantaunet antara lain: Hilman, Darul
> Makmur,
> Asmun A. Sju’eib, Aslim Nurhasan, Ronald Chandra, pemerhati koperasi
> M.C.Baridjambek, Ketua MPKAS Chalik Kurnia, Sekjen MPKAS Yulnofrin Napilus
> dan
> Direktur Haluan Media Grup Desfandri, juga diumumkan pengurus inti yang akan
> menggerakkan MAPPAS tiga tahun ke depan.
>>
>>Pengurus inti MAPPAS yang beru
> terbentuk itu terdiri dari Ketua Umum Hj.Nura’ini B. Prabdanu, SE,
> Sekretaris Jenderal Ir. Dedi Yusmen
> dengan dua orang Wakil Sekjen: Arief
> Budiman S Rangkayo Mulia, Ir. Yasri Satria Hendra. Bendahara Umum dipegang
> oleh Reni Sisri Yanti dengan Wakil Bendahara Umum Bisratul Denty.
>>
>>Dibawahnya, MAPPAS
> menghadirkan enam direktur, masing-masing: Direktur
> Lembaga Komunikasi dan Hubungan Masyarakat dipercayakan kepada Syafruddin
> AL, Direktur Lembaga Hukum dan Advokasi
> Wisata dipegang oleh pengacara Anthony Hilman, Direktur Departemen
> Penelitian dan Pengembangan Wisata dipercayakan
> kepada DR. Sastri Sunarti Sweeney, Direktur
> Pemberdayaan Masyarakat dan SDM Wisata dr. Putri Yoen A.Cosym, MARS,
> Direktur Pemberdayaan Asset Wisata Bot
> Sosani Piliang, dan Direktur MAPPAS
> Tourism Watch Yosfitra Yadi yang di rantaunet dikenal dengan identitas
> “Urang Bagak Baladiang”. Sebelum rapat kerja pada Oktober mendatang,
> kepengurusan ini juga akan dilengkapi dengan berbagai bidang yang
> diperlukan.
>>
>>Nura’ini menegaskan bahwa
> lembaga swadaya masyarakat (LSM) MAPPAS yang dipimpinnya dengan skuad yang
> juga
> baru tersebut akan berusaha tegak di antara “dua kaki” sebagai landasan
> dalam
> melaksanakan program, yaitu “berpikir” dan “bergerak”. “Kita pikirkan, lalu
> kita gerakkan,” katanya.
>>
>>Ia mengakui bahwa Ranah
> Minang itu tercipta ketika Tuhan tersenyum. Jadilah alam yang indah menawan.
> Ada gunung, ada danau, ada laut, ada lembah dan ada makanan yang enak-enak.
> Untuk menjadikannya sebagai obyek wisata yang menarik, ia perlu dikemas dan
> ditangani secara professional. Di sinilah Mappas ingin berperan untuk
> menyoraki, menggerakkan dan memotivasi masyarakat, para pelaku pariwisata
> dan
> bahkan para pengambil keputusan untuk bisa memanfaatkan anugerah Tuhan ini
> sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat banyak.
>>
>>Untuk itu, timpal Sekjen
> MAPPAS, Dedi Yusmen, “Kami tidak ingin memberikan harapan yang muluk-muluk.
> Kita harus segera berpikir dan bergerak. Akan kita mulai dari hal-hal yang
> kecil tapi focus. Semua program ke depan segera dirumuskan dalam rapat kerja
> usai lebaran mendatang”.
>>
>>
>>Dedi menambahkan, pengurus
> MAPPAS yang baru adalah para penggiat dan pemerhati pariwisata. Mereka
> mengabdi
> secara sukarela dan komitmen yang penuh untuk pariwisata dengan prinsip
> gradual
> (bertahap) tapi terukur (focus dan jelas).
>>
>>Untuk itu, dalam jangka
> pendek ini, kata Dedi, ada lima program utama yang harus direalisasikan,
> yakni:
> mencari secretariat yang tetap dan pendataan anggota, sosialisasi MAPPAS dan
> pembuatan web/media online, legalisasi organisasi, Mukernas dan untuk
> masyarakat akan diawali dengan lomba membuat artikel wisata antar siswa SLTA
> Sumatra Barat.
>>
>>Siap Dijadikan Partner
>>
>>Kasubdit Promosi Wisata
> Wilayah I, Direktorat Pemasaran, Kembudpar, Raseno Arya, menyambut baik
> keberadaan MAPPAS sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bidang
> kepariwisataan tersebut.
>>
>>“Sebagai orang Padang yang
> ada di kementerian, saya memang sedih melihat Ranah Minang yang indah ini
> hanya
> dijadikan tempat berwacana tentang pariwisata. Sudah saatnya kita bergerak
> bersama untuk memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada
> tersebut demi kebaikan dan kesejahteraan,” ujar Raseno.
>>
>>Raseno menyatakan siap
> menjadikan MAPPAS sebagai partnernya dalam memajukan dunia pariwisata
> Sumatra
> Barat. Selain akan memfasilitasi tempat untuk kegiatan diskusi untuk
> penyusunan
> berbagai program, pihaknya juga siap membantu pendanaan program-program yang
> dapat mempromosikan pariwisata dan menyiapkan masyarakat menjadi masyarakat
> Sumbar yang sadar wisata.
>>
>>Dia setuju dengan program
> yang kecil-kecil, tetapi memiliki nilai yang tinggi dalam menunjang kemajuan
> pariwisata. Misalnya saja, MAPPAS bisa mendorong pihak pengelola Bandara
> Internasional Minangkabau untuk menyediakan toilet yang berkualitas dan
> memotivasi masyarakat untuk tidak meludah dan membuang puntung rokok
> sembarangan.
> Bisa juga dalam bentuk memberikan penataran bagi para sopir taksi di Padang
> dan
> Bukittinggi tentang bagaimana memberikan pelayanan kepada tamu-tamu. “Para
> sopir taksi itu harus kita jadikan sebagai duta pariwisata Ranah Minang,”
> ujarnya.
>>
>>Dalam sesi Tanya jawab yang
> dipimpin Sekjen MPKAS “kakak kandung” MAPPAS, Yulnofrin, Ketua MPKAS Chalik
> Kurnia menyebutkan bahwa pariwisata Ranah Minang selama ini belum
> terdefinisikan dengan baik, sehingga pengelolaannya menjadi centrang
> perenang
> dan tanpa arah.
>>
>>Ia mengaku sangat punya
> harapan kepada MAPPAS untuk menjadi lokomotif kemajuan pariwisata tersebut.
> Tak
> usah dulu memikirkan kedatangan wisatawan mancanegara, mendatangkan satu
> juta
> perantau Minang saja setiap tahun ke kampong halaman sudah sangat baik.
> “Bila
> mereka belanja Rp1 juta saja perorang, maka nilainya sudah lebih dari separo
> APBD Sumatra Barat yang Rp1,8 Triliun itu,” katanya.
>>
>>Sejumlah hadirin, seperti
> Asmun Sju’eib, Syahrial Bogar, Aslim Nurhasan, juga menyampaikan banyak
> pemikiran untuk kepentingan pergerakkan MAPPAS ke depan. Selain adanya
> dukungan
> pemerintah, organisasi rantau lainnya, termasuk Saudagar Muda Minang juga
> bias
> dijadikan partner. “Lebaran nanti kita akan menggelar wilaturahim Saudagar
> Minang. Momentum itu bisa dimanfaatkan MAPPAS untuk menjalankan visi dan
> misinya,” sebut Aslim. --sal
>>
>>
>>
>>
>>__._,_.___
>>Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic
>> Messages in this topic (3)
>>Recent Activity:
>>Visit Your Group
>>Kita membangun MAPPAS untuk ikut menangani masalah-masalah wisata di ranah,
>> dengan cara meminta perhatian fihak yang berwenang mengenai
>> masalah-masalah tersebut di Sumatera Barat.
>>
>>Menimba teknik DPR RI dalam membahas rancangan undang-undang, saya merasa
>> ada baiknya kita himpun sebuah daftar yang memuat secara rinci
>> masalah-masalah kepariwisataan ini, yang untuk sementara kita sebut
>>sebagai Daftar Inventarisasi Masalah Pariwisata Sumatera Barat, atau
>> DIM-PSB. Terhadap setiap masalah yang ditemui pada setiap obyek wisata
>> kita sampaikan saran konkrit, dan kita catat respons manajer obyek wisata
>> tersebut.
>>
>>
>>Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
>>.
>>
>>__,_._,___
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"Kepedulian terhadap ranah Minang adalah salah satu misi RantauNet. Yayasan
Palanta RantauNet (YPRN) dimaksudkan untuk menyalurkan kepedulian itu.
Salurkan zakat, infaq dan sadaqah sanak antaranya melalui YPRN, rekening No.
0221919932 Bank BNI"

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke