Senin, 08 Agustus 2011 02:26
UNJUK RASA GPM-PS

PADANG, HALUAN—Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-342 tahun Kota
Padang Minggu (7/8) diwarnai aksi unjuk rasa pedagang dan mahasiswa di
Gedung DPRD Kota Padang.

Puluhan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan pedagang Pasar Raya Padang
dan Gerakan Pedagang Mahasiswa Peduli Pasar Raya (GPM-PS), memaksa
Walikota membubuhkan tanda tangannya di atas materai agar Pasar Raya
Inpres II, III, dan IV  hanya direhab bukan dibong­kar.

Selain itu, pedagang juga mendesak pemko untuk tidak membongkar Pasar
Inpres II, III dan IV cukup direhap saja. “Libatkan pedagang keratif
lapangan (PKL) dalam reha­bilitasi Pasar Raya,” teriak seorang
pedagang.

Kedatangan pengunjuk rasa ke gedung wakil rakyat itu mendapatkan
pengawalan ketat oleh aparat kepolisian dan Satpol PP. Aparat
kepolisian tampak menyiapkan satu mobil water canon untuk
mengantisipasi jika unjuk rasa ricuh.

Selama aksi itu Jalan Raya Sawahan macet dan nyaris ter­tutup karena
dipenuhi ratusan pedagang Pasar Raya Padang, mahasiswa dan mobil water
canon.

Para pengunjuk rasa itu bersikukuh agar bisa bertemu dengan Walikota
Padang Fauzi Bahar, yang saat itu bersamaan tengah menghadiri Sidang
Pari­purna Istimewa DPRD Kota Padang.

Sekitar pukul 12.00, Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang  usai.
Tampak satu per satu pejabat meninggalkan ge­dung DPRD.  Pedagang dan
mahasiwa yang telah menunggu sejak pagi para pejabat itu, menghadang
di depan gerbang gedung DPRD sampai walikota keluar menemui mereka.

Rupanya pejabat, pertama yang menemui para pedagang adalah Gubernur
Sumbar Irwan Prayitno, karena baru saja akan naik menuju kendaraan
dinasnya. Gubernur langsung dihadang para pedagang untuk mendengarkan
aspirasi dari mereka.

“Saya akan sampaikan as­pirasi pedagang kepada Wa­likota, meskipun
persoalan pasar ini bukan gawenya dari provinsi. Tapi, walau
bagaimanapun saya akan tetap menindaklanjuti ke Walikota agar
permasalahan pasar ini cepat selesai,” kata Gubernur Sumbar Irwan
Prayitno di tengah-tengah kerumunan massa.

Gubernur juga mengatakan, persoalan pasar ini sudah ber­larut-larut
bahkan kalau tidak segera dituntaskan, takutnya akan ada pihak-pihak
yang ber­ke­pentingan di balik ini semua. Untuk itu, diharapkan agar
walikota segera melakukan sikap agar masalah pasar segera tuntas.

Mendengar pernyataan dari Gubernur tersebut, para pedagang merasa lega
dan langsung mem­persilakan Gubernur untuk menaiki mobil dinasnya.

Usai bertemu Gubernur, para pedagang itu kembali menghadang pagar
gedung DPRD sampai walikota menemui me­reka. Namun, tiba-tiba saja
salah seorang ketua partai politik (parpol) di Kota Padang datang
menemui pedagang dengan me­ngatakan bahwa walikota akan menemui
pedagang usai salat Zuhur.

Meskipun ada rasa antara percaya dan tidak, tapi para pedagang tetap
menunggu di Jalan Raya Sawahan sambil duduk selonjor.

Akhirnya, walikota yang dinantikan hadir juga di depan para pedagang
dengan didampingi Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah dan wakil
Ketua DPRD Kota Padang Afrizal serta para anggota dewan lainnya.

Sempat bersitegang antara pedagang dan Walikota soal Pasar Inpres II,
III dan IV apakah dibongkar ataukah hanya direhab saja. Akhirnya,
selama satu jam bersitegang pendapat didapatlah kesepakatan dimana
Pasar Inpres II, III dan  IV hanya direhab.

Namun, pedagang tidak per­caya begitu saja dengan per­nyataan
pemimpinnya itu. Ak­hirnya, untuk memastikan sikap Walikota tersebut,
pedagang meminta agar Walikot per­nyataan sikap untuk Pasar Inpres II,
III dan IV hanya direhab, di atas materai.

Usai permintaan para pe­dagang disetujui oleh Walikota, kemudian para
pedagang itu meninggalkan gedung DPRD kemudian memfotokopi isi
pernyataan Walikota tersebut untuk ditempel di kios-kios di Pasar
Raya. (h/ade)

http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7581:pedagang-pasar-raya-paksa-walikota-teken-materai&catid=1:haluan-padang&Itemid=70

Wassalam
Nodend/34+ CKRG

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke