Seri Cerita MAPPAS II: MInangkabauku nan Indah Bagaimana MAPPAS berkerjasama dengan Pemerintah
Mamanda (Asmun Syueib dan Dasriel Noeha) yang mulia dan sidang Palanta, Pegiat MAPPAS yang berbahagia: Pertanyaan Mamak DN tentang Bagaimana MAPPAS berkerjasama dengan Pemerintah ditambah jo penjelasan dari Mamak AS tentang hal tersebut, sungguh pertanyaan yang menurut kami 'mengelitik', dan segera perlu di jawab dan dijelaskan. Kenapalah demikian halnya. Hal ini sungguh prinsip karena kalau sudah terkait dengan 'event' atau 'project' wisata sentuhannya menjadi 'berkulindan'. Beri maaf baru bisa saya menjawab sore ini setelah menyelesaikan pekerjaan utama periuk nasi, namun segera saya menjawabnya menggeser waktu pulang supaya jelas dulu titik duduknya. Perlu kami sampaikan pula biarlah tampak kulitnya saja dahulu, tata dasar lengkapnya akan kami sampaikan kepada para pegiat MAPPAS dan semua Warga Palanta maupun stakeholder wisata Sumatera Barat, bila waktu dan saatnya tiba, setelah Mukernas MAPPAS dan mendapat persetujuan semua dari Peserta Muker. Beri izin kami untuk menghirup nafas agak sejenak, karena sungguh pergantian pengurus yang dilakukan pada tanggal 29 Juli 2011, kemudian dilanjutkan serangkaian konsolidasi sampai diadakannya buka bersama tanggal 5 Agustus dan Pengumuman Pengurus Inti tepat seminggu setelah pergantian Pengurus ke Uni Nuraini. Dasar-dasar Pijakan dan Landasan Organisasi memang sangat penting kami tetapkan terlebih dahulu, untuk tahu kemana MAPPAS mau dibawa. Supaya pahamlah kita bersama apa yang menjadi landasan filosofis yang akan kita bangun. Mamanda dan sidang Palanta yang berbahagia. Inti utama dari visi MAPPAS kedepan sangat sederhana tapi konsekuensi padat kerja, seperti yang telah disampaikan kepada Peserta buko basamo MAPPAS tanggal 5 Agustus lalu oleh Ketum MAPPAS Uni Nuraini B.Prapdanu (InsyaAllah di MAPPAS kita hanya akan memanggil Uni untuk perempuan dan Uda untuk laki-laki) adalah : 'Character Changes' Masyarakat Sumbar dari 'ACUH WISATA' menjadi 'SADAR WISATA' (akan ditetapkan dalam Mukernas, Oktober 2011) Inti dari Perubahan Karakter itu adalah perubahan Laku dan Perilaku. Laku (fisik), Perilaku (sikap) dari manusianya. Manusialah sumber peradaban, pembentuk kebudayaan. Wisata itu merupakan bagian dari 'Laku' budaya. Maka bila Wisata mau maju maka mari manusianya yang kita ubah untuk 'berbudaya wisata'. Uda-Uni. Pekerjaan merubah laku menjadi 'berbudaya wisata' ini seperti kita mahfum bersama tidak mudah, tidak gampang, pekerjaan bersifat jangka panjang. Tapi InsyaAllah bisa dilakukan, asal kita niatkan bersama, bagaimana dalam 23 tahun Nabi Muhammad SAW, dapat merubah laku dan perilaku jahiliyah menjadi laku dan perilaku Islamiyah yang damai dan menentramkan. Subhanallah. Kenapa bisa demikian karena Nabi punya dasar 'isme' yang kokoh yaitu Alquran sebagai dasar pijaknya yang diturunkan Allah SWT. Sebagai Buku (Alkitab) Pedoman utama dalam merubah budaya laku dan perilaku tadi menjadi sebuah peradaban yang tak lekang karena waktu. Jauh-sekali dari itu, sangat lah kecil bila dibandingkan dengan perjuangan Rasululullah, itulah yang kita bangun dari awal ini, yaitu sebuah buku (kitab) dasar dan landasan organisasi MAPPAS yang kita sampaikan pada buka bersama kemaren yaitu PIKIR dan GERAK. PIKIR adalah sebuah susunan pengetahuan untuk menjalankan sebuah kegiatan dalam bentuk program yang mencakup tujuan dan latarbelakang GERAK adalah sebuah rangkaian proses kerja untuk menjalankan kegiatan yang ditetapkan yang mencakup tata waktu, biaya dan penanggung jawab proses kerja. Bila di analogikan ke 'syariah' maka PIKIR bagaikan ILMU, dan GERAK bagaikan AMAL. Setiap yang telah di PIKIR(ILMU)kan dan disepakati harus diGERAK(AMAL)kan. Demikian juga sebaliknya setiap GERAK yang dilakukan harus diPIKIR terlebih dahulu. Jumhur mengata 'ILMU tanpa AMAL itu binasa, AMAL tanpa ILMU itu sia-sia. Begitu juga analogi terhadap PIKIR dan GERAK. PIKIR dan GERAK ini yang menjadi landasan untuk mencapai Visi perubahan karakter Wisata tersebut. PIKIR dan GERAK itu akan melahirkan Aktivity/Event. Event akan menyentuh kepada dua mainstream utama. Pertama yaitu Masyarakat, Kedua yaitu Asset. Dua Mainstream Aktivitas itu harus bermuara kepada 'Perubahan Character Masyarakat' menjadi Sadar Wisata. Artinya selama Event yang kita lakukan, apakah itu Event yang dibuat sendiri oleh MAPPAS atau Event yang telah diagendakan oleh StakeHolder yang lain seperti Departemen Pariwisata dsbnya akan Merubah Karakter Budaya Masyarakat Sumatera Barat khususnya menjadi Sadar Wisata maka MAPPAS akan menjadi Gerbong terdepan untuk bersama-sama membantu menguat-majukan. Kemudian terkait bagaimana dengan dana, proyek pariwisata, budget, dan lain-lain menurut hemat kami itu adalah salah satu 'tool' manajemen saja selain Machine, Methode, dsbnya. Maka yang menjadi inti bagi MAPPAS kedepan adalah faktor MEN (atau manusianya). Pariwisata bukanlah Event Pariwisata saja, untuk Eventnya pasti banyak yang menangani kami "sami'na wata'na" saja kepada pelaksana yang sudah terbiasa, kepada departemen wisata kalau ada agenda yang sudah ada kami bantu menyebarluaskannya, kalau belum ada rencana kami bantu membuat konsepnya. Yang menjadi target perubahan budaya tersebut adalah warga Sumatera Barat yang akan kami mulai dari generasi penerus. Karena generasi peneruslah yang lebih mudah kita ubah, dari pada generasi 'penggerus' (senyum saja nia-nya). Untuk itulah salah satu Program Jangka Pendek yang telah kami sampaikan pada acara berbuka puasa kemaren yaitu 'Lomba Artikel Wisata Tingkat SLTA se Sumatera Barat', yang digawangi oleh Uni DR. Sastri S.Sweeney (Direktur Litbang MAPPAS, yang berprofesi sebagai Peneliti dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa) dan Uda Syafrudin Al (Direktur Komunikasi dan Humas MAPPAS yang berprofesi sebagai wartawan Senior Sumbar) dengan Ketua Tim Juri Uda Andrinov Chaniago (tentulah malu kita, kalau tidak kenal sama beliau), yang InsyaAllah Oktober ini diluncurkan. Artikel-artikel terbaik akan diterbitkan secara berkala di Media Cetak Sumatera Barat dan 'the best article' akan kami usahakan untuk dapat masuk ke media cetak Nasional. Event Mainstream Pertama yaitu Masyarakat Wisata dalam bentuk Pemberdayaan Generasi Wisata yang dikomandoi oleh Uni dr. Putri Yoen A.Casym MARS dipercayakan menjabat sebagai Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan SDM Wisata, beliau adalah seorang Dokter yang senang bermasyarakat, tulisan perjalanan wisatanya tersebar di komposiana, siap untuk memulai, masuk menyadarkan masyarakat akan arti penting wisata sejak dari usia sekolah sampai ke 'masyarakat badarai' . Selanjutnya Event Mainstream Kedua yaitu Asset Wisata diemban oleh Direktur Pemberdayaan Asset Wisata dipercayakan kepada Uda Bot S Piliang, Spi. Uda Bot adalah seorang anak muda yang energik, siap tempur dilapangan mendata setiap aset wisata bekerjasama dengan stakeholder wisata Sumatera Barat, dan memilih aset mana yang patut di 'pasarkan' segera selain aset 'sudah bernama' lainnya. Kedua begawan, Uda-Uni ini, InsyaAllah akan mengawal untuk tercapainya Landasan GERAK tadi. Uda-Uni. Ijinkan saya menyudahi uraian singkat ini terlebih dahulu, supaya sama paham kita titik duduknya, ujung pangkalnya, supaya kita tidak menjadi kacau dalam berpikir apalagi galau dalam bertindak. InsyaAllah edisi lengkapnya akan kami sampaikan bila telah tiba biduk menimba. Maka dengan demikian EVENT adalah KANALISASI (atau MUAMALAH) dari sebuah 'isme' CHARACTER CHANGES dari 'ACUH WISATA' menjadi 'SADAR WISATA' dengan landasan PIKIR dan GERAK. Karena sifatnya EVENT itu adalah MUAMALAH maka rujukannya adalah KEPATUTAN yang dapat diterima oleh semua Pihak. Wallahu'alam Selamat Berbuka. Masih Gambir, 8 Agustus 2011 Selesai jam 18.04 Tabik Dedi Yusmen Sekjen MAPPAS 2011-2014 ________________________________ From: asmun sjueib <[email protected]> To: [email protected]; [email protected] Cc: M.C. Baridjambek <[email protected]>; zulhasril nasir <[email protected]>; [email protected] Sent: Mon, 8 August, 2011 10:58:14 Subject: Bls: [R@ntau-Net] Laporan Arus Kas ( Metode Langsung) MAPPAS 2011 - 2014 Aww. Ddn. DN sarato pengurus MAPPAS nan berbahgia. a) Alhamdulillah pertanyaan saketek nan subananyo gadang artinyo untuk langkah2 kecil Mappas kamuko nan memang paralu dielaborasi basamo. b) Namun demikian, berdasarkan pengalaman kami di Provinsi Banten dan juo dibeberapa kementrian tamasuek Kempar R.I. bahwasanyo banyak program2 pariwisata daerah tamasuek Visit INdonesia dsb. adolah berdasarkan "top down" katimbang "buttom up" dengan pengertian bahwasanyo program tarutamo "budget"untuk kepentingan "ponggawa" semato. Maaf bukan "menuduh" c) Untuk itu memang secara formal seyogyanya MAPPAS tetap melakukan upaya2 pendekatan dari lini Pusat sampai Pemprov/Kab/Kota termasuk Perwakilan RI di lUar negeri sekalipun. Demikian juga dengan pendekatan2 informal untuk memasukkan Program dan budget didalam "saku" para ponggawa terkait. Soal itung2an biarlah beliau2 nan menentukan, akan tetapi "besaran" nan dapeik dikucurkan bagi kepentingan pariwisata setempat lah nan penting kito upayokan. d) Pengalaman kami dibeberapa kawasan luar (a.l. Jepang, USA, Canada/Eropa), nampak jelas bahwa para ponggawa baik setempat di Kemlu maupun di Pusat Jakarta umumnya melihat "Proyek Pariwisata" atau proyek2 pembangunan lainnya adolah "rejeki" nan mungkin untuk maso limo tahunan sajo, karena sasudah itu lah balain pulo caritonyo. e) Above all, kami berpendapaeik saran/pertanyaan Ddn. DN tasabuik memang paralu diperhatikan dalam arti kata dimasukkan dalam program karajo MAPPAS kedepan dan japuik bola katangah lapangan (pro-aktif) nan artinyo sampai seberapa jauh pulo kemampuan personil MAPPAS membagi habois tugas2 dan program2 nan akan dicanangkan nantinyo. f) Ado babarapo Perwakilan RI nan dapeik kito tulies surat korespondensi mengenai kesediaan mereka untuk membuka peluang pariwisata SB.dan seberapa jauh pulo MAPPAS alah mampu mempersiapkan potensi pariwisata Nagari nan dapeik dijual" / sales promotion " sasuai jo "permintaan pasar" Semoga bermanfaat dan maju terusss MAPPAS terusss maju, pantang mundur dengan langkah2 kecilnya. Wass., Asmun (Lk/66/Depok) --- Pada Sen, 8/8/11, Dasriel Noeha <[email protected]> menulis: >Dari: Dasriel Noeha <[email protected]> >Judul: Bls: [R@ntau-Net] Laporan Arus Kas ( Metode Langsung) MAPPAS 2011 - 2014 >Kepada: "[email protected]" <[email protected]> >Tanggal: Senin, 8 Agustus, 2011, 10:36 AM > > >Sanak Dedy, Sekjen MAPPAS yth: > >Pertanyaan ketek sajo. > >Baa caronyo kerjasama dengan Badan Pemerintah, dalam hal iko Dinas Pariwisata >yang ado disetiap Kabupaten/Kota di Sumbar? > >Karano mereka punya Program Resmi untuk memajukan Pariwisata Sumbar, dengan >konsentrasi di daerah masing-masing dan terintegrasi dengan Tingkat I/Propinsi >Sumbar, dan di Pusat Menteri Pariwisata. > >Demikian, tanyo ambo urang awam Pariwisata, > >wass, >Dasriel >Asa dari Kandangampek, rumah rang gaek 1 km dari Lembah Anai, salah satu >tujuan >wisata Sumbar. > >.php?tid=1 >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib >mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet >http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >- DILARANG: >1. E-mail besar dari 200KB; >2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; >3. One Liner. >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib >mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet >http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >- DILARANG: >1. E-mail besar dari 200KB; >2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; >3. One Liner. >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- . * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
