Pak Jacky, seorang sobat saya yg suka usil di Surabaya menyatakan kekhawatirannya kalau-kalau bung Nazaruddin ini nanti di-'eddy tanzil'-kan atau malah di-'munir'-kan. Soalnya ia melempar begitu banyak bola panas pd berbagai tokoh penting, yg pasti akan sangat gerah, walau di depan umum mencoba bersikap tenang.
-------Original Email------- Subject :PENGAMANAN TERHADAP VVIP (VERY VERY IMPORTANT PRISONER) >From :mailto:[email protected] Date :Tue Aug 09 07:31:48 Asia/Bangkok 2011 Selasa, 09 Agustus 2011 <http://cetak.kompas.com/> Jaga Keselamatan Nazaruddin Kompas/Alif Ichwan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers, berkaitan dengan penangkapan M Nazaruddin di Kolombia, seusai buka puasa bersama dengan jajaran pimpinan TNI-Polri di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (8/8) malam. Jakarta, Kompas - Muhammad Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, dilaporkan tertangkap di Cartagena, Kolombia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia memulangkan Nazaruddin dan menjaga keselamatannya. Nazaruddin adalah tersangka suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Presiden berharap Nazaruddin langsung menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengungkap kasus yang selama ini disebutkannya. ”Saya berharap setelah kembali ke Tanah Air, nanti segalanya menjadi lebih terang,” kata Presiden, Senin (8/8), seusai berbuka puasa bersama prajurit di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta. Di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin siang, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, yang didampingi Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, menyampaikan, Nazaruddin ditangkap di Cartagena, Minggu malam. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menerima informasi penangkapan itu dari Duta Besar Republik Indonesia di Kolombia. Penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama Interpol, KPK, Kementerian Luar Negeri, serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Bersama Neneng. Dari Bogota, Duta Besar RI untuk Kolombia Michael Menufandu, melalui telepon, membenarkan penangkapan terhadap seorang pria mirip Nazaruddin oleh polisi khusus Cartagena, Minggu. Polisi menangkap pria itu di sebuah kafe di salah satu sudut kota yang paling ramai. Saat didatangi polisi, pria mirip Nazaruddin tersebut sempat menolak dibawa ke kantor polisi karena dia menyatakan bukan orang yang dimaksud. Berdasarkan paspor yang diambil polisi, pria itu bernama M Syafruddin. Ia sudah empat hari di Cartagena untuk kepentingan bisnis. Menurut Michael, polisi tetap membawa pria tersebut sebab berdasarkan foto, gambar, dan bukti fisik lainnya memang mirip Nazaruddin. Polisi menduga pria itu memakai paspor atas nama orang lain atau paspor palsu. ”Saya sebagai Duta Besar, wakil Pemerintah Indonesia, bertugas memberikan jaminan keamanan dan perlindungan kepada setiap warga negara,” katanya. Michael menjelaskan, pria itu dibawa ke Bogota dalam pengawalan polisi pada Minggu malam untuk verifikasi data. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam di Jakarta, Senin, menambahkan, Nazaruddin ditangkap saat bersama istrinya, Neneng Sri Wahyuni. Sebelum berangkat ke Cartagena, Nazaruddin sempat singgah di beberapa negara, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja. ”Tim menangkap Nazaruddin. Namanya dipalsukan. Foto tetap sama dan tak bisa berubah,” katanya. Seorang anggota staf Kedutaan Besar RI di Bogota menambahkan, Nazaruddin ditangkap saat berada di Bandar Udara Cartagena. Ketika itu ia hendak menonton pertandingan sepak bola U-20 di Bogota. Nazaruddin ditangkap tim Interpol yang dipimpin Letnan Kolonel Rodriguez. Saat ditangkap, Nazaruddin memakai kaus lengan pendek warna hitam, celana jeans biru, dan sepatu kasual warna coklat. Ia diterbangkan ke Bogota, Minggu malam, dengan pesawat khusus. Sepanjang perjalanan selama 1 jam 15 menit, Nazaruddin yang diborgol tangannya dikawal dua polisi dan seorang anggota staf konsuler RI, Agus Prabowo. Setiba di Bogota, Nazaruddin dibawa ke kantor polisi di Bogota dan ditempatkan di ruang khusus. Dia tidak banyak bicara serta terlihat stres dan lelah. ”Saya kan bukan penjahat” ujar anggota staf KBRI, yang menemui Nazaruddin di kantor polisi, menirukan ucapan Nazaruddin saat meminta borgol di tangannya dilepas. Djoko juga menyatakan, Nazaruddin ditangkap saat hendak meninggalkan Kolombia. Kepala Polri menambahkan, penyelidikan terus dilakukan untuk mengidentifikasi Nazaruddin mengingat identitas dan foto yang ada di paspor bukanlah Nazaruddin. Segera setelah itu, dia akan dibawa pulang ke Tanah Air dengan pengawalan ketat dari kepolisian. Pasti Nazaruddin. Dari hasil pemeriksaan sidik jari, kata Anton, tim memastikan orang yang ditangkap Interpol di Kolombia adalah Nazaruddin. ”Sidik jari dikirim dua hari lalu. Ternyata telah dicocokkan dan sama. Ada 12 persamaan,” katanya. Untuk meyakinkan lagi, Polri merencanakan melakukan pemeriksaan DNA terhadap Nazaruddin. Diakui Anton, tim Polri yang mencari sudah memantau keberadaan Nazaruddin. Sebelum tertangkap di Cartagena, keberadaan Nazaruddin diketahui sejak berada di Dominika Karibia. Nazaruddin berangkat ke Bogota dengan menggunakan paspor palsu. Namun, Polri belum mengetahui lokasi pembuatan paspor palsu itu. ”Dari Singapura, dia (Nazaruddin) mengecoh seolah-olah ke Kuala Lumpur, tetapi ke Vietnam,” kata Anton. Dari Vietnam, Nazaruddin berangkat ke Kamboja. Dari Kamboja, dengan pesawat carter, Nazaruddin menuju Bogota, melalui Madrid, Spanyol, dan Dominika. ”Dari Bogota ke Cartagena,” katanya. Marty Natalegawa membenarkan penangkapan Nazaruddin. Informasi penangkapan itu dilaporkan KBRI di Kolombia kepada dirinya, Minggu malam, dengan istilah ”seorang penting” asal Indonesia telah ditangkap. Prestasi tim. Ketua KPK M Busyro Muqoddas mengatakan, penangkapan Nazaruddin merupakan prestasi. ”Ini prestasi timyang sistemik,” katanya. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, meski belum ada perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Kolombia, Nazaruddin tetap bisa dipulangkan. ”Ini harus dikomunikasikan, tetapi sepertinya Kolombia tidak ada keengganan. Lagi pula, sepertinya mereka tak punya kepentingan apa-apa dengan Nazaruddin,” ujarnya. Hikmahanto menekankan keselamatan Nazaruddin benar-benar dijaga hingga sampai di Tanah Air. (why/ong/fer/cal/ana/dwa/har ======= AC Manullang: Jemput Nazaruddin Mesti Lewat Operasi Intelijen Pengamat intelijen DR AC Manullang mengaku pesimis aparat kepolisian mampu mendatangkan Nazaruddin ke Indonesia. Alasannya, serangan demi serangan Nazaruddin selama ini tidak lagi didesain Nazaruddin sendiri, tetapi sudah melibatkan pihak intelijen. “SAYA yakin pengirim pesan lewat BBM (BlackBerry Messengger) selama ini bukan Nazaruddin lagi. Tapi orang lain yang ingin menargetkan SBY jatuh sebelum 2014. Karenanya, tidak satu pihak pun termasuk polisi, kejaksaan maupun KPK bisa menangkap Nazaruddin. Hanya operasi intelijen tertutup yang bisa membawa Nazaruddin ke Tanah Air,” tandas Manullang kepada Monitor Indonesia, Kamis (7/7/2011). ======= ORANG PADANG AKAN TANYA: BAA RASO BADAN ANGKU? Saafroedin Bahar Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
