Assalaamu'alaikum. w.w.
 
Dunsanak semuanya, kita teruskan kaji yang kemaren ...
 
.......
Inilah istiqamah, ketika menjadi rakyat atau ketika menjadi pemimpin, rujukan
utama kita hanya Al-Qur-an dan as sunnah. Kita akan melaksanakan apa-apa yang
menjadi ketentuan ketetapan, apa-apa yang menjadi  tuntutan dari Allah dan 
rasul-Nya, itulah yang hendak dan semestinya kita laksanakan. 
 
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah swt.

Pengertian istiqamah yang lain ialah, menetapi jalan yang lurus.
Apa maksudnya ?, tetap berada di landasan yang lurus yang kita mohon tuan-tuan.
Kita mohon minimal 17 kali sehari semalam
 
IHdinash shiraathal mustaqiiim. 
Tunjukilah kami yaa Allah jalan yang lurus, 
(jalan lurus yang bagaimana ?)
Shiraathal ladziina an'amta 'alaiHim
Yakni jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka.
(mereka siapa ?, ditafsirkan Qur-an oleh Qur-an sendiri, yakni..)

Minan nabiyyiin wash shiddiqin wasy syuHada was shaalihiin.
Dari golongan para nabi, orang-orang sidiq, para syuhada, dan orang-orang 
shaleh.
(QS:4:69)

Ini golongan yang senantiasa teguh berada di jalan yang lurus,
Kitapun berdo’a hendak bersama golongan-golongan ini, tapi kita tidak pernah 
ikut jalan yang lurus,
Cuma bermohon berdo’a saja jalan yang lurus, dalam shalat,
Tunjukilah kami jalan yang lurus, tapi setelah memberi salam.
Assalamu’alaikum. 
Bangun-bangun tidak pernah ikut jalan yang lurus, tapi dalam shalat … setengah 
mati memohon..
Di luar sembahyang tidak pernah ikut jalan yang lurus. 
Jalan yang ditetapkan oleh Allah, jalan yang Allah redha.
Oleh sebab itu empat golongan yang disebutkan tadi menetapi jalan yang lurus 
tuan-tuan. 
 
Wa-anna haadza shiraati mustaqiimaa fat tabi’uuHu, walaa tatabi’us subula
Fatafarraqa bikum an shabiiliHi dzalikum washshaakum biHi la’allakum tataquun. 
surah ke 6 al an’am' ayat 153

Istiqamahlah dengan menetapi jalan yang lurus, 

Dan Sesungguhnya inilah jalan-Ku jalan yang lurus, agama Islam tuan-tuan,
Karena itu Allah mengarahkan kita fat tabi’uHu, ikutlah jalan ini

Walaa tat tabi’us subul, jangan ikut jalan-jalan yang lain.
Jangan ikut paham sosialis, jalan liberalis, jalan nasionalis, 
yang mengajak kita berjuang atas nama bangsa… jangaan.
Nanti Nabi saw. tidak mengakui kita sebagi ummatnya.

Laisa minna man da’a ila ‘asabiyah, walaisa minna man qatala 'ala ‘asabiyah, 
wa laisa minna man Maata ’ala ‘asabiyah, 
Man ‘asabiyatu yaa rasulallaah,
As ‘asabiyatu antu’inna qaumaka ‘ala zhulmi

Hadits riwayat Imam Muslim
Bukan dari golongan kami, orang yang menyeru kepada ‘asabiyah,
Bukan dari kalangan kami orang yang berjuang di atas dasar ‘asabiyah
Bukan dari kalangan kami orang yang mati memperjuangkan ‘asabiyah.
Sahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan ‘asabiyah yaa Rasuulullaah ?.
‘Asabiyah ialah, kamu menolong kaum kamu, puak kamu, bangsa kamu diatas dasar 
kezhaliman
Puak kamu, bangsa kamu berbuat zhalim dengan menolak hukum Allah kamu dukung ?.

Dalam surah ke 11 ayat 113, surah Hud
Allah berfirman

Walaa tarkanu ilalladzii na zhalamu, fatamassaa kumun naar

Jangan kamu cenderung, kepada orang-orang yang zhalim, 
kelak niscaya kamu akan disambar api neraka.

Tafsir Mahmud Yunus
Yakni, janganlah kamu wahai orang-orang Islam bersahabat  dengan orang zhalim.
Bersahabat dengan orang zhalim tidak dibenarkan, kecuali hendak berda’wah.
Bekerja sama ?, … jangan bekerja sama dengan orang zhalim.
Atau berkompromi ?
Jangan  berkompromi  melakukan kezahliman terhadap sesorang walaupun seseorang 
itu orang kafir, Jangan.

Taqu da’watan mazhluuum walau kaana kaafiran, fainna ‘alaisa dunaha hijabun. 
Hadits riwayat imam Muslim. 

Takutlah kamu akan do’a orang-orang yang dizhalimi walaupun dia seorang yang 
kafir, karena sesungguhnya diantara dia dengan Allah tidak ada dinding, tidak 
ada hijab tuan-tuan.
Jangan berbuat zhalim walaupun terhadap orang-orang bukan Islam.
Ini ajaran kita, kalau tidak paham… ndak tau lah..
Atau menyetujui perbuatan orang-orang yang melakukan kezhaliman dalam segala 
bentuknya.
Tidak boleh, menyetujui pun tidak boleh, cenderung saja tidak boleh.

... lah panjang pula ... beresok kita sambung
 
Billahil hidaayah wat taufiq
 
Wassalam 
 
St. Sinaro
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke