ha..ha..ha...memang matre Arab ini. Karena Info memang sudah merupakan 
komoditi yg layak diperjualbelikan....

---TR
---------------------------
Kamis, 11 Agustus 2011 | 13:07 WIB



Tmpointeraktif, Pemalang - Informasi seputar kehidupan Umar Patek di Pemalang 
dijadikan lahan bisnis oleh sanak keluarganya. Mereka meminta uang untuk 
memberikan informasi dan komentar terkait Umar Patek. "Mau minta komentar 
terkait Umar? Berani bayar berapa?" 

 








Komentar di atas acap tercetus warga Jalan Semeru, Kelurahan Mulyoharjo, 
Pemalang, saat Tempo mencoba meminta komentar sanak keluarga Umar Patek atau 
Hisyam yang kembali ke Tanah Air, Rabu malam, 10 Agustus 2011.









Informasi Umar Patek bagi warga Jalan Semeru yang mayoritas teman sepermainan 
dan satu klan dengannya dalam keluarga besar Bawasir sangatlah mahal. Tak 
tanggung-tanggung mereka berani menentukan harga seiring lama penawaran. 







"Cepek dulu untuk komentar saya yang saudara jauh, kalau ketemu Said atau 
Syarif (saudara kandung Hisyam) tambah lagi. Ini biaya pulsa," ujar Farid 
Bawazir, salah seorang teman kecil dan saudara Umar Patek saat masih tinggal di 
Jalan Semeru dulu. "Situ kerja, saya juga cari duit," ujar Farid menambahkan.







Bak seorang broker, Farid pun masih menawar harga lebih tinggi dengan ketentuan 
semakin lama proses wawancara dan sumber yang jelas. "Ini baru ngobrol dengan 
Said, itu belum Syarif, kakak Hisyam, yang lebih tahu kehidupannya," katanya.







Farid memang memegang kendali dalam proses pencarian informasi. Ia merupakan 
satu-satunya warga Jalan Semeru yang masih menyimpan nomor kontak dan alamat 
keluarga Umar Patek yang sekarang tinggal di Jawa Timur. Ia pun membuktikan 
saat menelepon salah seorang adik Umar Patek, Said, dan pembuktian pengakuan. 







Bagi Farid, nilai informasi yang ia tawarkan tak lepas dari pengalaman Azam 
Ba'abut, kakak kandung Dulmatin, yang pernah mendapatkan sejumlah uang saat 
diwawancarai oleh salah satu stasiun televisi nasional. Kondisi ini sengaja 
dimanfaatkan oleh Farid yang enggan mengakui pekerjaan kesehariannya. 







Meski masih mengharap imbalan, Farid memberikan sedikit komentar terkait 
penahanan Umar Patek di Jakarta oleh kepolisian. "Saya enggan menjenguk, 
urusannya bisa ribet, ada cek DNA dan lain sebagainya, apa lagi saya saudara 
jauh," katanya.







Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang Renjani Puspo Sari menilai 
fenomena penjualan informasi dari narasumber ini aneh, apalagi untuk wawancara 
berita hard news dan perlu diketahui publik. Menurut Renjani, fenomena membayar 
narasumber ini terjadi pada media TV untuk talk show. "Itu pun ada standar 
nominal dan ketentuan-ketentuan khusus," ujar Renjani.







Bahkan untuk narasumber tertentu seperti pejabat publik, misalnya, mereka 
biasanya tidak dibayar karena tugas mereka menyiarkan kepentingan publik. Namun 
bila narasumber adalah warga miskin, beberapa media menyebutnya sebagai ongkos 
transport dengan nilai yang rasional







"Tapi bila semakin besar, apalagi bila sampai terjadi tawar-menawar justru akan 
mempengaruhi independensi berita," katanya.




Renjani menilai jika ada media yang melakukan praktek membiasakan membayar 
narasumber, bahkan dengan jumlah uang tak rasional, sama artinya dia menutup 
akses informasi dari media lain sehingga publik tidak bisa mendapatkan 
informasi yang berimbang.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke