Indak sanyaman poto makNgah kapatang

----------------------------

GARA-GARA TERMINAL BAYANGAN 

Payakumbuh- Singgalang
Jika senja menjemput malam, wajah Kota Payakumbuh mendadak semrawut. Jalanan, 
seakan muntah menahan laju kendaraan. Pengunjung jantung kota, mereka yang 
mengendarai kendaraan roda empat, mengaku kewalahan mencari lokasi parkir.
“Cobalah parkirkan mobil anda dari kawasan Parit Rantang sampai Simpang 
Benteng. Saya jamin, sangat sulit mencari lokasinya. Kalaupun ada, terpaksa 
memutar-mutar dulu. Jika terminal bayangan tidak kunjung dibebaskan, saya yakin 
wajah kota Payakumbuh bertambak buruk,” ujar Israndi, pengemudi mobil asal 
Situjuah Limo Nagari Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (12/8).
Tidak hanya Israndi saja yang menilai demikian. Beberapa orang tukang parkir di 
kota Payakumbuh, juga mengakui hal yang sama. Jun misalnya. Lelaki yang 
sehari-hari mangkal di depan Aprilia Plaza ini mengaku, Kota Payakumbuh 
berkembang pesat. Jika dibandingkan 5 tahun silam, kondisinya berpaling seratus 
delapan puluh derajat. Luar biasa benar.
Tapi sayang, menurut Bang Jun yang ditemui Singgalang di areal rumah makan 
Pergaulan, penataan kota di Payakumbuh sepertinya belum maksimal. 
Selain persoalan terminal bayangan yang terletak di beberapa titik jalan, 
Payakumbuh juga dihadapkan permasalahan anak jalanan. Gelandangan dan pengemis, 
menjadikan kota Payakumbuh lahan yang subur. Tak terkecuali, mereka kumpulan 
anak punk.
“Kalau boleh saya ngomong, tolong dimasukkan pula dalam koran. Payakumbuh ini, 
harus bersih dari gelandangan dan terminal bayangan. Dinas terkait, mestinya 
membina anak-anak Punk. Bukan seperti sekarang, membiarkan begitu saja. 
Padahal, kalau Pemko mau melakukan pembinaan, anak-anak punk tersebut tidak 
akan manyamak di dalam kota,” sebutnya.
Sementara itu, beberapa orang pengunjung yang singgah di kota Payakumbuh 
mengakui, ke depan Pemko tidak punya jalan lain kecuali melakukan penataan kota 
semaksimal mungkin. 
“Kita bangga dengan Payakumbuh yang punya wisata kulinernya. Tapi, lama 
kelamaan jalanan di kota ini padat oleh terminal bayagan, bisa-bisa Payakumbuh 
akan kumuh,” sebut beberapa orang warga Riau.

Perantau kecewa
Secara terpisah, H. Malin, 53, perantau asal Kota Payakumbuh yang biasanya 
menetap di Pasar Minggu Jakarta Selatan mengaku kecewa dengan wajah kota. 
Menurut dia, perkembangan Payakumbuh secara lahiriah sudah terukur. Hanya saja, 
bentuk dan penataan kota Payakumbuh itu sendiri, terkesan disepelekan.
Kepada Dinas Perhubungan, dia meminta bekerja lebih profesional dan aktif lagi. 
“Kemarin saya jalan-jalan bareng anak-anak di Payakumbuh. Saya lihat, sejumlah 
badan jalan sudah penuh oleh terminal bayangan. Kalau sampai hal ini tidak juga 
dituntaskan, mau dibawa kemana daerah kita? Wajar saja penghargaan WTN atau 
tata kota kemarin, tidak kita dapatkan,” sebut Malin.
Pantauan Singgalang di lapangan menyebutkan, diantara badan jalan yang sudah 
padat oleh terminal bayangan itu adalah, jalan raya Payakumbuh-Tanjuang 
Pati-Kepulauan Riau, persisnya di Simpang Benteng. 
Setelah itu, jalan Payakumbuh-Suliki atau di Simpang Bunian. Tidak kalah 
hebatnya, aktifitas terminal bayangan berjalan padat pula di jalan Soekarno 
Hatta Koto Nan Ompek hingga Ngalau Indah. (bayu
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke