Assalamulaikum wr wb

Pak Indra J Piliang sarato angku, mamak, bundo jo adi dunsanak sapalanta RN nan 
ambo hormati,
Ambo kiro salah satu yang harus dilakukan alah tasurek & tasirek dari tulisan 
nan pak Indra lewakan di RN nan ko. Hanyo nan ambo mukasuik bukanlah menyatukan 
dinas 7 Dinas Kelautan & Perikanan kabupaten & kota nan memiliki perairan laut. 
Nan ambo mukasuik adolah tulisan :

Tetapi, kondisi muara sungai Batang Naras sedang pasang elang (tidak tinggi), 
maka kapal tidak bisa melaut. Terpaksa kami menunggu pagi hari, lalu berangkat 
pada 19 Juli 2011.


Sebagai informasi, air pasang terjadi dalam 12 jam sekali (2 x dalam 24 jam), 
panjang periode pasang surut bervariasi antara setiap 12 jam 25 menit hingga 24 
jam 50 menit. Hal iko dipengaruhi kondisi gravitasi bulan. Ambo kiro, angku, 
mamak, bundo jo adi dunsanak sadonyo alun lupo dengan cukuik banyaknyo 
postingan mengenai peredaran bulan di palanta nan ko nan membahas tentang 
penanggalan hijriyah untuk menentukan wakatu mulai puaso & ba hari rayo.

Bagi masyarakat nelayan nan tingga di pesisir pantai, mengetahui pergeseran 
wakatu pasang surut aia lauik adolah hal yang alamiah, sebab hal iko sangat 
mempengaruhi kegiatan sehari-hari, mulai dari transportasi, mencari ikan, 
lokan, udang disekitar perkampungan hingga menentukan waktu yang tepat untuk 
melaut. 

Kondisi terkini yang dihadapi nelayan kita, bahwa diperlukan waktu yang 
berhari-hari untuk memperoleh hasil tangkapan yang memadai dari sisi ekonomi. 
Bahkan harus menempuh lokasi yang jauh hingga ke gugus Kepulauan Mentawai & 
Kepulauan Batu. Oleh karena itu, diperlukan kapal-kapal tangkap yang berukuran 
cukup besar (khususnya untuk kalangan nelayan Sumbar) dengan bobot diatas 30 
gross ton (GT). Padahal ukuran ini termasuk kapal ukuran kecil ketika saya 
masih bekerja sebagai abk di Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumut. Dimana 
kapal-kapal tangkap disana umumnya berukuran minimal 100 GT dan umumnya berada 
dikisaran 200 - 300 GT.


Saroman nan pak Indra J Piliang sabuikan, kito indak memiliki dermaga/pelabuhan 
yang menambatkan kapal sebab tidak ada muara yang bisa dimasuki kapal-kapal 
ukuran menengah (30 - 200 GT) yang memerlukan kedalaman muara sungai 
sebesar 2,5 - 6 meter diwaktu air pasang. Karena itu, sudah sepantasnya sebuah 
provinsi yang pesisir pantainya sepanjang 400 km ini memiliki - paling tidak 1 
unit & bukan tidak mungkin 7 unit - kapal keruk untuk memperdalam aliran batang 
sungai yang ada di 7 kabupaten/kota yang memiliki pesisir pantai.      

Teknologi pengerukan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain 
adalah  



http://www.youtube.com/watch?v=IVFI9PdMGkM




Bisakah sumbar memiliki kapal-kapal penangkap ikan berukuran besar (untuk 
kalangan nelayan Sumbar) diatas 30 GT? Ambo kiro hal iko bisa. Bahkan Gebu 
Minang sejak tahun 2010 yang lalu mengetahui ada ratusan kapal trawl hasil 
sitaan Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP), dan setahu ambo melalui pak Saaf 
bahasonyo menteri KKP pak Fadel Muhammad sudah berjanji untuk menyerahkan 2 
unit kapal tangkap untuk disumbangkan ke nelayan Sumbar.              
Ambo kiro, perantau-perantau minang bisa bersinergi untuak melakukan hal itu, 
yaitu mamikiakan baa caronyo agar kapal-kapal hasil sitaan KKP bisa disalurkan 
kepada masyarakat nelayan di Sumbar. Tantunyo, adolah hal yang sangaik rancak 
pabilo kapal-kapal tangkap mantun bisa diserahkan ka nagari-nagari pesisir 
Sumatera Barat untuk kemudian dikelola dalam Badan Usaha Milik Nagari (BUMN) 
sahinggo pemerintahan nagari nan barado di pesisir Sumbar memiliki unit usaha 
rakyat & memberikan pemasukan bagi kas nagari serta menambah penghasilan 
masyarakat maritim kito.        




Minang Saisuak #24. Pengerukan Batang Arau
http://niadilova.blogdetik.com/?p=556




________________________________
Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Dikirim: Senin, 15 Agustus 2011 21:49
Judul: [R@ntau-Net] Membangun Kebudayaan Maritim


Membangun Kebudayaan Maritim        
oleh
Indra J Piliang 
Sabtu, 13 Agustus 2011 03:14  
Dalam rangka mengisi waktu luang ketika menghadiri  acara Partai Golkar di 
Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, saya  berkesempatan 
memancing di pantai Piaman Laweh. Atas jasa baik Pak  Akhir, mantan 
Kepala Sekolah Usaha Perikanan Menengah Negeri (SUPMN)  Pariaman, saya 
dan sejumlah teman berlayar ke lautan biru. Semula, kami  merencanakan 
untuk memancing pada malam hari.
Tetapi, kondisi muara sungai 
Batang Naras sedang pasang elang (tidak  tinggi), maka kapal tidak bisa 
melaut. Terpaksa kami menunggu pagi hari,  lalu berangkat pada 19 Juli 
2011. 
Ombak menampar-nam­par. Perjalanan yang terasa 
menantang. Kapal  tergoncang. Pengalaman yang sudah lama tidak saya 
rasakan dan alami.  Terakhir kali menyeberangi laut dengan motor boat 
saya lakukan dari  Ternate ke Tidore tahun 2008, bolak-balik. Dan perahu kami 
mendekati  perahu nelayan yang sendirian memancing ikan. Sejumlah 
teman jatuh  terkapar, mabok laut.
Siangnya, kami singgah di Pulau Kasiak (Pulau Pasir) milik Departemen Kelautan 
dan Perikanan RI. 
Selengkapnya ==> 
http://www.indrapiliang.com/2011/08/15/membangun-budaya-maritim/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke