Propinsi | Senin, 15/08/2011 23:08 WIB Padang, (ANTARA) - Provinsi Sumatera Barat segera memiliki transportasi massal kereta api "commuter railbus" untuk melayani angkutan Duku-Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2012.
"Kita berharap menjelang akhir 2012 transportasi massal atau 'commuter railbus' rute Duku-BIM sudah beroperasi," kata Direktur Utama Industri Nasional Kereta Api (Persero) Roos Diatmoko kepada wartawan di Padang, Senin. Menurut dia, "commuter railbus" tersebut merupakan yang ketiga diproduksi PT Industri Nasional Kereta Api (INKA) setelah sebelumnya diterapkan di Palembang, Sumatera Selatan dan Solo, Jawa Tengah. Namun, untuk melayani penumpang dari dan ke bandara baru pertama kalinya akan diterapkan di Sumatera Barat. Kini satu set "railbus" dalam pengerjaan dan ditargetkan rampung menjelang Desember 2011, dan dikirim langsung ke Padang. Menurut Roos, jalur "railbus" nantinya dimulai dari stasiun Duku yang berlokasi pada Km 26 sepanjang empat kilometer sampai BIM. Besaran anggaran pembangunannya diperkirakan bisa menelan Rp30 miliar, ditambah untuk satu set "railbus" senilai Rp35 miliar. "Untuk penghematan rehabilitasi, Padang nantinya bisa memiliki dua set railbus. Jadi total pembangunan fisik railbus bandara mencapai Rp100 miliar," katanya. Selain itu, pihaknya akan mempersiapkan operator "railbus", tidak tertutup kemungkinan dari kalangan swasta dan dari PT KAI sendiri. Roos mengatakan, pihaknya juga berencana ikut bersama Wahana Anugrah Sumatera (WAS) berinvestasi untuk pembenahan perkeretaapian di Sumbar. Terkait hal itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Direktur WAS Julison Arifin telah menandatangani nota kesepahaman untuk pembenahan perkeretaapian di provinsi itu. Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Akmal mengatakan, Pemprov Sumbar telah mengalokasi sebesar Rp5 miliar pada APBD 2011 untuk ganti rugi pembebasan tanah masyarakat yang dilintasi jalur KA "commuter" tersebut. Secara prinsip, tambah Akmal, tidak ada persoalan mendasar dalam pembebasan lahan, karena pada umumnya masyarakat setuju dengan pembangunan jalur KA tersebut. Pembangunan jalur KA commuter Duku-BIM merupakan program jangka pendek bagi Pemprov Sumbar, bersamaan dengan rencana dibukanya jalur Indarung - Solok untuk kereta barang. Akmal menyebutkan, dukungan pemerintah pusat sudah ada, tapi alokasi anggarannya senilai Rp67 miliar dimasukkan pada APBN 2012. Anggaran itu, jelasnya, di antaranya untuk pembangunan jembatan satu unit, pengamanan jalur kereta api, serta pembukaan jalur KA rute Indarung-Solok untuk kareta barang. (*/jno) http://www.antara-sumbar.com/id/berita/propinsi/d/1/179857/sumbar-akan-miliki-kereta-api-commuter-2012.html Wassalam Nofend | 34+ | Cikasel Sent from Pinggiran JABODETABEK® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
