Iyo pak, tapi mohon maaf pak ambo baru ajo sampai di Bandung dan sudah 3 minggu 
indak di kantua, jadi ambo indak bisa tinggakan kantua. Kalau indak kapepet 
indak salah juo ambo ka kantua apak.

Mungkin apak sudah baco orasi ambo yang ambo forwardkan naskahnya ka rantaunet. 
Disitu pemikiran ambo mengenai tektonik, turun-naiknya muko laut dan barubahnya 
iklim kurang lebih 18.000 tahun terakhir di Indonesia. Banyak hal-hal baru yang 
alun terungkap secara filosofi. Awak banyak takicuah, bukan sajo mengenai 
gampo, 
baitu pulo mengenai fenomena alam lainnya seperti turun-naiknya muko laut dan 
pemanasan global. Indak batuai kalau kini terjadi pemanasan global itu, dan 
muko 
laut naik. Iyo muko laut naik tapi bukan karano pamanasan global. Konsep-konsep 
itu sadonyo baru, yang ambo sayangkan adalah ahli-ahli kito: SELALU MANGANGGAP 
URANG LUA LABIAH PANDAI, YANG BANA ADALAH URANG TU SUDAH TAU DULU SADANG AWAK 
ALUN PARNAH MANDANGA. SUDAH ITU PENELITI AWAK SELALU SIFATNYA DESKRIPTIF ITU 
SALAH (TERUTAMA UNTUK AHLI KEBUMIAN), seharusnya mereka harus berpikiran 
filosifi. Kini sudah banyak tabaliak. Kalau awak hebat, masalah lapindo ajo 
kedodoran, kalau sudah kajadian baru ngomong sana-sini, baitu pulo 
mantang-mantang daerah awak rawan disampaikan kerawananya. Silahkan tapi jangan 
dibilang dalam waktu dakek ko. Mgomomg Jakarta, data-datanya baik yang udah 
dipublikasi ataupun tidak ambo yang menulisnyo. Ribut soal gempa di Bandung 
Utara padahal Bandung selatan lebih rawan lagi.

Ok pak, nanti taralu panjang ambo salah lagi, ambo baru ajo sampai di rumah. 
Terimo kasih informasinyo tolong sampaikan ka urang awak Indak Usah didanga 
kalau ado yang ngomong PADANG AKAN GEMPA, tapi budaya siaga di ranah minang 
yang 
rawan gempa itu paralu taruih dikembangkan.

Wassalam dan selamat berbuka,

Herman Moechtar


Badan Geologi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Diponegoro 57 Bandung


________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, August 20, 2011 10:57:16 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Penjelasan Gempa

Prof. Herman Yth:

Tadinya ambo kiro kantornya di Jkt, di Thamrin atau Tebet. Besok ambo banyak 
liputan di Jkt. Ambo cubo lihat Selasa. Segera ambo kabari Prof.

Tks

Wassalam

Syafruddin AL
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  Herman Moechtar <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sun, 21 Aug 2011 12:36:21 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [R@ntau-Net] Penjelasan Gempa

Pak Syafruddin Yth.
 
Saya sore ini kembali ke Bandung. Besok saya masuk kantor di Jl Diponegor 57 
Bandung. Pusat Survei Geologi (Badan Geologi). Terserah Bapak saja. Terima 
kasih 
dan wassalam
 
Herman Moechtar




________________________________
 From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, August 20, 2011 6:50:08 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Penjelasan Gempa

Prof Herman M Yth:

Demi ketenangan masyarakat kita beribadah di sisa ramadhan dan menyambul idul 
fitri, mohon perkenan prof untuk kami wawancarai senin besok. Waktu dan tempat 
kami mengikuti jadwal prof.

Tks

Syafruddin AL
Wartawan haluan di jkt 
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
 
From: Herman Moechtar <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Sun, 21 Aug 2011 00:26:06 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Re: [R@ntau-Net] Penjelasan Gempa

Pak Rahyussalim, ambo indak mangarati kok Andi Arief itu katarlaluan. Ambo udah 
32 tahun bakarajo masalah gempa itu. 30 tahun lalu ambo alah baraja di Japang 
khusus mengenai Disaster Prevention. Inyo mangecek sudah 20 tahun dilakukan 
penelitian di Padang padahal sabalum merdeka urang Balando sudah pulang pai ka 
Padang malakukan penelitian. Malah si Arif bilang awak BODOH.Bukan bodoh, di 
Bandung (Badan Geologi) semua data lengkap, dan mulai dari Sumatera bagian 
barat 
hingga Jawa Bagian Selatan prinsipnyo samo sajo sifat kegempaannya sampai ka 
Indonesia Timur. Jadi indak paralu dirisaukan. PhD ambo di Utrecht Balando 
mengenai dinamika Bumi dan bulan lalu ambo orasi Prof. mengenai kegempaan itu 
juo. Tapi awak susah muncul, banyak caritonyo. Banyak urang mancari ambo tapi 
ambo indak nio.

Ambo mohon maaf, malah ambo yang punyo konsep bahwa bencana itu bisa 
diramalkan,  
tapi sampai saat iko manusia belum mampu meramalkannyo. Jadi bukan tidak bisa. 
Konsep ambo ditentang oleh urang-irang, dan bia apak tau ilmu pengetahuan itu 
di 
indonesia banyak juo yang dipolitisir. Etnis, alumni sangat kental. 


OK pak panjang nanti caritonyo, mudah-mudahan suatu waktu awak di rantau net 
bisa diskusi kegempaan itu. Jadi indak usah didanga si Arief itu.

Wassalam,

Herman Moechtar 





________________________________
 From: Rahyussalim <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, August 20, 2011 9:06:56 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Penjelasan Gempa

Terima kasih pak Herman Moechtar. Lega hati saya mendapat berita dan penjelasan 
ini. Urang gaek dan dunsanak di Padang nan tingga di tapi lawik cukuik sanang 
mandang penjelasan ini. Takdir tetap ditangan Allah. Bukan kami lari dari 
takdir 
itu. Mudah2 baldatun thayyiba tun warabbun gaffur untuk ranah minang. 

Sakali lai mokasi pak atas informasinya.

Rahyussalim 
berbagi meringankan derita bangsa
________________________________
 
From: Herman Moechtar <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Sat, 20 Aug 2011 22:15:04 +0800 (SGT)
To: Rantau Net<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [R@ntau-Net] Penjelasan Gempa

Di bawah ini sedikit penjelasan mengenai Gempa Jakarta yang juga sebelumnya 
diprediksi oleh Andi Arief ternyata bohong. Ulasan itu ditulis oleh Awang 
Satyana, seorang ahli kebumian yang handal yang kita miliki saat ini. Semoga 
bermanfaat.

Wassalam,

Herman Moechtar

Asri dkk.,
 
Kita memang harus waspada dengan bencana gempa selama kita tinggal di 
wilayah-wilayah yang rawan gempa di Indonesia. we are living & sleeping with 
earthquakes ! Tetapi, saya tidak akan pernah sependapat dengan yang mengatakan 
bahwa suatu kota akan diguncang gempa dengan magnitude sekian, pada saat 
sekian. 

 
Jakarta, menurut hemat saya pribadi, tak akan pernah diguncang gempa dengan 
magnitude 8,7 SR yang berasal dari kota Jakarta sendiri, juga tak akan pernah 
diguncang oleh gempa sebesar itu sebagai imbas dari gempa yang berpusat di 
tempat lain. Ini berdasarkan hukum geologi dan data selama ratusan tahun. 
Mengapa?
 
Kalau gempa berasal dari bawah Jakarta dan itu merupakan gempa yang berpusat 
dari kerak samudera yang menunjam di bawah Jawa Barat, maka kedalaman Benioff 
zone-nya sudah sekitar 400 km. Gempa dengan kekuatan 9,0 SR pun bila berasal 
dari kedalaman 400 km tak akan mengguncang secara signifikan kota yang persis 
di 
atasnya. Saya juga tak yakin bahwa gempa 9,0 SR atau 8,7 SR akan terjadi di 
kerak samudera yang sudah masuk ke kedalaman 400 km (perhatikan rheologi batuan 
yang sudah berubah di kedalaman tersebut). Gempa adalah pematahan batuan, dan 
di 
kedalaman 400 km, suatu pematahan batuan susah terjadi sebab batuan sudah 
menuju 
ductile bukan brittle. Mekanika batuan berubah. Andai pun terjadi, maka sebaran 
energi gempa bukan akan mengguncang Jakarta, tetapi ia akan merambat ke selatan 
sepanjang bidang Benioff yang miring dan mendangkal ke selatan, lalu guncangan 
justru akan terjadi di Jawa Barat Selatan. Mengapa ? Sebab pada kedalaman 400 
km, bila gempa  berasal dari kerak samudera yang menunjam, energinya tidak akan 
naik vertikal dan mengguncang kota di atasnya karena di atas kerak samudera itu 
ada material mantel yang plastis yang susah dijalari energi gempa. Energi gempa 
akan merambat sepanjang kerak samudera ke selatan sebab kerak samudera tentu 
relatif lebih rigid daripada mantle.
 
Jakarta juga tak akan diguncang dengan gempa imbas dari gempa lain dengan skala 
guncangan MMI (modified Mercalli intensity) yang hebat (10) misalnya di Selat 
Sunda terjadi gempa berkekuatan 8,7 SR. Mengapa? Perhatikan bahwa ntuk sampai 
ke 
Jakarta, maka energi gempa itu harus melalui kompleks gunung2 api Kuarter di 
sekitar Provinsi Banten. Dan ini adalah bumper yang baik terhadap Cekungan 
Jakarta untuk menerima imbas energi gempa. Guncangan di Jakarta sebagai imbas 
saya rasa hanya akan maksimal sekitar 6 SR dengan MMI maksimal sekitar 5.0.
 
Maka saya sepakat dengan Pak Herman Moechtar bahwa berita yang dilansir media2 
bahwa Jakarta berpotensi diguncang gempa 8,7 SR tak usah diresahkan, meskipun 
kita tetap harus waspada dan tahu bagaimana cara bertindak saat gempa terjadi.
 
Pernyataan yang dikeluarkan seorang tokoh publik yang dilansir banyak media itu 
mengingatkan saya kepada hipotesis bahwa 'Indonesia adalah Atlantis' dari Prof 
Santos.
 
>>>"Andi Arief mengatakan, Jawa, Kalimantan, dan Sumatera bersatu pada zaman 
>>>es. 
>>>Namun diduga ada sebuah peristiwa alam yang akhirnya memisahkan daratan ini 
>>>menjadi dua pulau yang terpisah.

"Zaman es, Jawa, Kalimantan, Sumatera bersatu. Tapi pada 1416, ada ledakan 
keras 
yang memisahkan Jawa dan Sumatra. Itu yang masih kita selidiki apa 
penyebabnya," 
tukas mantan aktivis ini."<<<<
 
Pernyataan di atas kalau dikeluarkan oleh orang pinggir jalanan yang tak jelas 
juntrungannya tak akan saya layani. Tetapi bila pernyataan ini dikeluarkan oleh 
seorang tokoh yang jabatannya resmi, sungguh saya sayangkan. Pernyataannya 
sangat mirip dengan pernyataan Prof. Santos dalam bukunya Atlantis (2005). Tak 
ada bukti bahwa Krakatau meledak pada 1416. Ini juga salah kutip lagi. Menurut 
penelitian Verbeek (ahli geologi zaman Belanda yang pernah lama menyelidiki 
Krakatau), letusan pertama Krakatau diperkirakan pernah terjadi pada 416 M (van 
Bemellen, 1949), tetapi Verbeek tak pernah menghubungkannya ke pemisahan Jawa 
dari Sumatra. Menurut penelitian terbaru menggunakan paleomagnetik, memang Jawa 
dan Sumatra pernah bersatu sebelum Miosen, lalu pada sekitar mid-Miosen mulai 
terpisah karena Sumatra mengalami rotasi clockwise, sementara Jawa mengalami 
rotasi anticlockwise. Perputaran dua pulau ini dengan pusat rotasi (pivot 
point)  
di sambungan Sumatra-Jawa, dan arahnya berlawanan, mau tak mau membuka Selat 
Sunda. Maka sangat wajar kalau sekarang Selat Sunda menyempit di timurlaut, 
tetapi melebar di barat daya karena pivot point-nya terletak di antara Merak 
dan 
Bandarlampung sekarang. 

 
Kalimantan-Sumatra-Jawa memang pernah bersatu pada zaman es (glasial) karena 
air 
laut di seluruh dunia tertarik ke kedua kutub Bumi, sehingga laut-laut dangkal 
menjadi daratan. Mulai pada sekitar 15.000-13.000 tahun yang lalu terjadilah 
deglasiasi, pencairan kutub2 es akibat siklus alami perubahan iklim, sehingga 
daratan yang semula laut dangkal tergenang kembali termasuk Laut Jawa dan 
sekitar Selat Karimata dan Malaka. Tetapi peristiwa penggenangan ini jangan 
dibayangkan terjadi dalam satu malam peristiwa bencana alam, melainkan 
bertahap. 
Tingkat penggenangan yang paling cepat adalah 5,3 cm/tahun yang terjadi pada 
14.600-14.300 tahun yang lalu (referensi lebih lanjut tentang ini bisa dicek 
di: 

 
1. Hanebuth, T.J.J., K. Stattegger, and P.M. Grootes, 2000, Rapid Flooding of 
the Sunda Shelf: A Late-Glacial Sea-Level Record. Science. v. 288, no. 5468, 
pp. 
1033-1035; 
 2. Hanebuth, T.J.J., and K. Stattegger, 2004, Depositional sequences on a late 
Pleistocene–Holocene tropical siliciclastic shelf (Sunda Shelf, southeast 
Asia). 
Journal of Asian earth Science. v. 23, pp. 113-126)
 
Secara ringkas, ingin saya katakan memang kita harus selalu waspada dengan 
gempa, dan selalulah bersiap dengan apa yang harus kita lakukan saat gempa 
melanda; tetapi tak perlu resah berlebihan dengan berita-berita seperti 
dilansir 
di bawah.
 
salam,
Awang-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru  buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk  mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply  email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply  email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke