Assalamualaikum Wr wb
Ya bgtulah cara2 pikir kaum feodal, trmsuk jg Gub.Sumbar - IP ini dismpaikan 
oleh Tnga ahli tuk mengingatkan srta membenahi aparat bwhannya agar brtindak 
tegas.tdk mau trma
dengan lapang dada. 


-----Original Message-----
From: Bakhtiar Muin PhD
Sent:  21/08/2011, 2:06  PM
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Peringatan Gempa oleh Andi Arief


Assalamualaikum wr.wb.

 

Berdasarkan data2 gempa, memang begitu adanya, mega trust sepanjang pantai
barat masih bergerak aktif, berapa cmnya pertahun, kelihatannya tidak di
release menghindari kepanikan. Sebelum terjadi gempa besar di Aceh, para
akhli sudah mengingatkan, tapi peringatan ini diabaikan, sehingga terjadilah
mala petaka kemanusiaan.

 

Gempa di Padang sejak gempa Aceh sudah ada tiga kali yg cukup besar.
Seharusnya setelah terjadi gempa Aceh, bangunan2 di Padang seharusnya di
perkuat, tapi tidak dilakukan perkuatan. Terjadi gempa kedua, sebagian
runtuh, sebagian tidak bisa dipakai lagi. Gempa ketiga, bangunan2 pemerintah
praktis kebanyakan rubuh, tapi Allah masih sayang sama Masyarakat Minang,
makanya datang gempa pendahuluan dulu, sehingga orang keluar, kemudian baru
datang gempa keras. Biasanya tidak begitu, langsung keras, gempa kedua
berkurang.

 

Gempa terakhir Oktober 2009, bangunan kebanyakan rubuh, saya mengunjungi
Padang dgn teman2 dari ITB bersama tim akhli dari Jepang. Akhli Jepang ini,
ahli teknik geoteknik, tidak tertarik dengan bangunan2 runtuh, komentarnya
hanya sederhana " building code problems". Rasa penasaran, saya kunjungi
bangunan2 yg runtuh setelah Akhli Jepangnya pulang ke Jepang. Saya lihat dan
saya analisa, kesimpulan saya, kehancuran kota Padang karena kelalaian
manusia. Dua toko kami, dan rumah ipar dan kemenakan saya tidak ada retak
strukturnya sama sekali.

 

Saya menghadap gubernur Marlis Rahman, waktu itu, agar masalah ini jangan
terulang kembali. Jawaban yg saya terima, masalah tsb adalah masalah pusat,
beliau hanya bertanggung jawab rumah2 rakyat yg rusak.

 

Kemudian saya menghadap gubernur yg baru terpilih Iwan Prayitno, mempertegas
lagi, agar hal ini jangan terjadi lagi, bapak sebagai pejabat yg bertanggung
jawab di Sumbar, harusnya mengontrol bangunan2 yg akan diperbaiki, sehingga
jangan terjadi dimasa yang akan datang. Beliau mungkin letih, baru pulang
dari Jakarta, meminta saya buat proposal yg lengkap. Karena tanggapan
gubernur, kesan saya beliau berkerut keningnya, antusiasnya kurang kuat thd
persoalan2 yg saya kemukakan, saya kembali ke Jakarta. Maaf saya tidak mau,
kalau saya dorong2 juga seolah2 saya butuh pekerjaan, sedangkan pekerjaan di
Bandung, proyek2 besar, kewalahan mengerjakannya.

 

Kalau nanti terjadi tragedy kemanusiaan yg besar, yg jauh lebih dahsyat dari
Aceh, karena penduduk Padang sangat Padat dekat pantai, jangan salahkan kami
sebagai tenaga akhli, yg punya perhatian terhadap kampung. Kami sudah
menghadap dua gubernur.

 

Tragedi di Malalak, gunung tigo.

 

Kami bersama akhli Jepang berkuncung ke Malalak dan Gunung Tigo. Di Gunung
Tigo, satu kampung terkubur, oleh longsor, ada beberapa atap yg masih
kelihatan. Tragedi di Gunung Tigo ini, betul2 memililukan, semua penduduk
kampung terkubur hidup2, kecuali yg bepergian.

Berbicara dengan seorang yg selamat, yg pada waktu gempa beliau kepasar.
Sebenarnya sudah di prediksi ini akan terjadi. Sebelum kejadian, pemerintah
sudah berencana memindahkan penduduk Gunung Tigo lebih kehilir, setelah
terjadi longsong waktu gempa kedua. Tapi karena tidak ada air, penduduk
tidak mau pindah. Apa susahnya memasang paralon dari gunung yg banyak air,
ketempat pemukiman yg baru.?

Lagi2 kelalaian manusia.

 

Nah, Allah sudah beri peringatan tiga kali, kalau orang Padang masih lalai
juga, kalau terjadi tragedy kemanusiaan yg besar jangan salahkan Allah, atau
cari2 pembenaran orang Padang dihukum Allah, karena berbuat sesuatu yg
kurang berkenan dimata Allah.

 

Persoalan pokoknya, lalai dalam melihat penomema Alam, dan membangun kurang
paham memperhatikan building code, terutama di sambungan betonnya.

 

Peringatan model Andi Arief itu diperlukan agar pemerintah Sumbar, terutama
walikotanya berkenan memakai tenaga akhli menjegah kejadian ber-ulang2,
keledai saja tidak masuk lubang dua kali.

 

Mohon maaf, kalau kurang berkenan.

 

Wassalam

 

Bakhtiar Muin

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke