He he baa lai..lah co iko taruih pandangaran ∂ï postingan berita ∂ï lapau wak ko

Kalau berandai2 pulo ambo ko heh

Cubo ketua DPD nan lai urang awak tu maagiah orderan ka umaik palanta RN pidato 
tu..pasti salasai tu mah cukuik ∂ï Kubang sajo bakumpua...paliang tingggi abih 
biaya gak 10 juta sajo :-) tambah fee saketek untuak yayasan RN, MAPPAS, Kacio 
Abadi RN gak 10 juta pulo

Jo Martabak plus teh talua nan tenggi ruok pado galeh tu..para pakar RN 
berbagai disiplin ilmu..kaji manurun sae tu nyeh manyusun pidato nan biasonyo 
"normatif" sajo

Baa gak ati Pak TR

Salam-Jepe
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Mon, 22 Aug 2011 04:59:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] OOT :30 Menit Sambutan, Rp 170 Juta Melayang---rang awak 
juo



Pidato Pejabat Kuras Dana Miliaran
Deden Gunawan : detikNews

detikcom - Jakarta, Pejabat kita memang sangat boros. Betapa tidak? Anggaran 
untuk pidato saja mencapai ratusan juta, bahkan hingga miliaran. 

Contoh borosnya pejabat belum lama ini misalnya dipertontonkan oleh Dewan 
Perwakilan Daerah (DPD). Untuk menyusun pidato Ketua DPD Irman Gusman yang 
dibacakan dalam sidang bersama (joint session) dengan Dewan Perwakilan Rakyat 
(DPR), Selasa 16 Agustus 2011, anggaran yang habis mencapai Rp 170 juta. 

Tentu sulit diterima akal anggaran Rp 170 juta cuma untuk menyusun sebuah 
pidato. Tapi demikianlah hasil investigasi Koalisi Masyarakat Sipil yang 
terdiri dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lingkar 
Madani untuk Indonesia (LIMA), dan Komite Pemilih Indonesia (TePi Indonesia) 
atas penyusunan draf pidato Irman.

"Ini naskah pidato termahal di Indonesia," terang Direktur LIMA Ray Rangkuti.

Selidik punya selidik, biaya bisa demikian mahal, sebab DPD menyewa tempat 
khusus di Hotel Intercontinental. Penyusunan naskah pidato Irman dilakukan di 
hotel itu selama 2 hari. Informasi yang didapat LIMA, DPD menyewa tiga tempat 
pertemuan di hotel itu, yakni ruangan Lotus 1, Lotus 2, dan Bussiness Center. 

Untuk menyewa bussiness center selama 16 jam, DPD harus merogoh kocek US$ 800. 
DPD juga harus membayar sewa kamar 30 anggotanya yang ikut membahas rapat untuk 
menyusun pidato itu.

Dan kita semua tahu sewa hotel di Jakarta, terlebih untuk dipakai para senator 
yang terhormat, mana ada yang murah. Biaya sewa per malamnya di Hotel 
Intercontinental itu Rp 1.080.000 per kamar.

Selain biaya sewa hotel yang mahal, anggaran makin membengkak karena usai 
pertemuan dan penyusunan draf, masing-masing anggota juga membawa pulang Rp 3 
juta sebagai biaya perdiem.

"Jika dihitung secara kotor, total anggaran yang digunakan untuk acara 
penyusunan pidato itu kurang lebih Rp 170 juta," terang Ray.

Pidato DPD kali ini sebenarnya memang merupakan moment istimewa. Sidang yang 
diisi dengan pidato kenegaraan Presiden SBY itu merupakan kali pertama dipimpin 
Ketua DPD dan penyelenggaranya pun adalah DPD. Dengan demikian, pidato sambutan 
itu merupakan pidato pertama Ketua DPD di hadapan parlemen dan Presiden. 
Sebelum-sebelumnya, penyelenggara sidang adalah DPR dan yang memberikan 
sambutan tentu saja Ketua DPR.

Tapi meski merupakan peristiwa bersejarah, tetap tidak elok jika boros dalam 
anggaran. 
Irman membantah DPD melakukan pemborosan dalam penyusunan naskah sambutannya. 
Ketua DPD itu mengatakan acara yang digelar di hotel merupakan rapat 
komite-komite di DPD. Bukan untuk menyusun draf pidato.
"Tidak benar itu. Pidato itu disusun di kantor. Yang nyusun juga tidak sampai 
30 orang," kata Irman kepada detik+.

Ia lantas meminta agar soal penyusunan pidato itu ditanyakan kepada Wakil Ketua 
DPD Laode Ida. "Kalau untuk pidato ketua timnya Pak Laode Ida, dia menyusunya 
di kantor. Bukan di hotel," tegas Irman.

Menurut Irman, di era yang sudah canggih ini, penyusunan pidato bisa 
menggunakan email atau fasilitas internet lainnya. Jadi tidak perlu ada ruangan 
khusus. Apalagi menginap di hotel segala.

Anehnya, saat diminta klarifikasi, Laode juga tidak bisa memberi penjelasan 
soal penyusunan sambutan 'bersejarah' itu. Ia justru melempar balik agar 
pertanyaan dimintakan jawaban pada Irman. “Mungkin yang bisa jawab Ibu Sesjen 
atau Pak Ketua DPD (Irman). Kalau saya tak koordinasikan administrasi,” jawab 
Laode.

DPD boleh saja membantah, tapi data Sekjen DPD RI membuktikan DPD memang 
melakukan pemborosan anggaran. Data Sekjen DPD yang diperoleh Forum Indonesia 
untuk Transparansi Anggaram (FITRA) menyebutkan, untuk anggaran penyusunan 
naskah pidato, sambutan dan ceramah DPD tahun anggaran 2011 tercatat sebesar Rp 
183 juta. Sementara untuk pembuatan naskah pidato, ceramah dan telaah DPD 
tercatat 777 juta. 

"Dengan demikian, total anggaran untuk pidato baik penyusunan, pengkajian dan 
pencetakan naskah hampir Rp 1 miliar," kata Sekjen Fitra Yuna Farhan kepada 
detik+.

Lantas seperti apa pidato termahal sepanjang sejarah parlemen itu? Saat pidato, 
Irman duduk saja di mejanya yang bersisian dengan pimpinan DPR dan DPD. Pidato 
pun tidak lama, cuma 30 menit.

Pidato Irman itu juga tidak istimewa. Sangat biasa. Isinya lebih banyak 
puja-puji untuk pemerintah. Sementara substansi soal hubungan pusat dengan 
daerah justru disinggung sangat singkat.

"Masalah yang substansi hanya disinggung dalam satu paragraf saja. Itu pun 
rangkuman dari masalah-masalah penting yang ingin dikemukakan,” kritik Ray. 

Sebenarnya DPD bisa berhemat soal menyusun pidato. Lembaga ini bisa menugaskan 
staf DPD untuk menyusun draf pidato tersebut. Tidak perlu seluruh anggota DPD 
dilibatkan. Apalagi isi sambutan biasa saja dan tidak dilengkapi data yang 
sulit sehingga semestinya tidak butuh waktu lama untuk menyusunnya.

"Isinya kebanyakan basa-basi, saya bisa mengerjakannya dalam semalam. Dan itu 
gratisan," sindir Ray.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke