kapan mau majunya nih negara kita...... Anggaran belanja daerah di dominasi
utk belanja pegawai...

hari ini, pak Irwan Prayitno juga menyampaikan..bhwa hampi 80% pegawai pemda
tidak produktif....., disisi lain..pos belanjja terkuras untuk biaya
pegawai..
maka wajar rasanya dilakukan kebijakan :
1. pensiun dini bagi pegawai yg tidak produktif..
2. stop penerimaan PNS baru...optimalkan pegawai yg ada...
3. pangkas atau lakukan merger terhadap, badan, kantor atau biro yg tidak
memberikan andil secara signifikan.

disumatra barat, tanah datar dan solok ....70% lebih anggaran utk belanja
pegawai....., kapan daerah bisa maju...

beginilah negeri ku.....lama2.....negara ini
bangkrut........................, sementara di sana...ada yg menghamburkan
uang dgn mudahnya....

antahlah yuang....

Yuhefizar aka Ephi Lintau

---
Alokasi belanja pegawai mulai dirasa memberatkan anggaran baik pusat dan
daerah. Untuk mengurangi beban anggaran itu, pemerintah melontarkan wacana
pensiun dini.

Sementara daerah juga merasakan beban berat belanja pegawai. Banyak daerah
bahkan alokasi anggaran gaji pegawai merupakan pos paling besar dibanding
pos belanja yang lain.

Bahkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Indonesia untuk Transparansi
Anggaran (FITRA) memperkirakan 124 daerah di Indonesia memiliki anggaran
belanja pegawai lebih besar dibandingkan dengan belanja modal. Ke-124 daerah
ini menganggarkan belanja pegawai hingga diatas 60 persen dari APBD-nya.

Berdasarkan data APBD 2010 (per 25 Juni 2010) dari laman Direktorat Jenderal
Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, memang terlihat banyak daerah
porsi belanja pegawai di atas 50 persen. Beberapa kabupaten itu terdapat di
provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Barat.

Kabupaten Magetan-Jawa Timur dan Tasikmalaya-Jawa Barat merupakan dua daerah
dengan porsi belanja gaji pegawai sebesar 75 persen dari APBD. Belanja gaji
pegawai dalam APBD 2010 sebesar Rp500,664 miliar. Sementara total pendapatan
daerah itu Rp666,548 miliar. Untuk pendapatan asli daerah (PAD) sendiri
hanya Rp45 miliar.

Sementara Kabupaten Tasikmalaya belanja pegawai menghabiskan dana Rp779,805
miliar. Sementara total pendapatan Rp1,039 triliun. Namun PAD daerah ini
hanya Rp76,875 miliar.

Selanjutnya kabupaten yang memiliki alokasi gaji pegawai sebesar 74 persen
yaitu Kabupaten Boyolali-Jawa Tengah, Klaten-Jawa Tengah, Tanah
Datar-Sumatera Barat.

Kabupaten Boyolali menghabiskan belanja gaji pegawai sebesar Rp679,233
miliar. Total pendapatan daerah itu adalah Rp912,315 miliar dan PAD sebesar
Rp80,02 miliar.

Sementara Klaten memiliki belanja pegawai Rp760,987 miliar. Klaten memiliki
total pendapatan Rp1,025 triliun, sementara PAD sebesar Rp71,371 miliar.

*Untuk Kabupaten Tanah Datar,* belanja pegawai tercatat Rp378,914 miliar.
Kabupaten ini memiliki total pendapatan Rp511,476 miliar dan PAD hanya
Rp35,402 miliar.

Daerah dengan belanja pegawai yang besar lainnya yaitu Kabupaten
Wonogiri-Jawa Tengah, Purworejo-Jawa Tengah,* Solok-Sumatera Barat* dengan
prosentase 73 persen. Kabupaten Wonogiri belanja pegawai Rp646,044 miliar
sementara total pendapatan daerah itu Rp879,303 miliar. Daerah itu memiliki
PAD Rp64,818 miliar.

Kabupaten Purworejo memiliki belanja pegawai Rp528,629 miliar. Sementara
total pendapatannya Rp720,844 miliar dan PAD-nya hanya Rp60,989 miliar.

Kabupaten Solok dengan total pendapatan sebesar Rp491,083 miliar dan PAD
hanya Rp20,637 miliar memiliki belanja pegawai Rp359,743 miliar.

Daerah lain yang memiliki belanja pegawai tinggi yaitu Kuningan dengan
prosentase 72 persen. Kuningan memiliki total penadpatan Rp957,575 miliar
dan PAD Rp70,927 miliar. Belanja pegawainya mencapai Rp689,855 miliar.

Sama dengan Kuningan, Kabupaten Sragen juga memiliki belanja daerah sebesar
72 persen dari total pendapatan daerah. Belanja gaji pegawai daerah ini
Rp566,472 miliar dan total pendapatan Rp788,505 miliar. Sementara PAD 69,398
miliar.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Gamawan meminta kepada daerah agar memiliki
terobosan dalam pengaturan anggaran. Menurutnya distribusi anggaran pusat ke
daerah setiap tahunnya naik 50 persen. Tahun 2012 saja mencapai Rp 437,1
triliun.

Namun distribusi anggaran tersebut mencapai 83 persen dari total pendapatan
daerah. Sementara hanya 17 persen belanja daerah yang dibiayai dari
pendapatan asli daerah (PAD). Kemendagri mencatat, hanya 39 persen APBD yang
terserap untuk belanja aparatur atau membayar gaji pegawai.

sumber : vivanews
-- 
=========== Salam Hormat ==========
Yuhefizar a.k.a Ephi Lintau | Laki2 | 35 th
www.ephi.web.id |  http://blog.ephi.web.id
FB : www.facebook.com/yuhefizar
e-Mail : [email protected]
Handphone  : 08126777956
================================

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke