Dalam sahari-duo iko, agak takajuik juo ambo mancaliak kandak manusia nan agak lain2 pulo
Dalam skala Nasional si Nazar mintak pindah tampek tahanan baru namuah mangecek Ado pulo rang Kampuang ambo nan pulang basamo, tapi mintak dijapuik jo bus Pemda Nan sabana tragis ado pulo nan demo mambao mayat bayi, walau mayat itu mulai membusuk Rasonyo mereka masih urang Islam tapi kok sampai mayat pulo nan jadi korban  ---------------------------- Selasa, 23 08 2011 | 09:43:26 WIB MAYAT BERDEMO: inlah peti berisi mayat bayi mulai membusuk yang dibawa eks karyawan PT SJI Coy di Rohul berdemo, Ahad (21/8/11). Mereka menutut perusahaan segera membayar pesangon dan hak lainnya. ------------------ Ratusan Mantan Buruh Demo ke PT SJI Coy KUNTO DARUSSALAM- Sebanyak 234 mantan karyawan PT Sumber Jaya Indah (SJI) Coy ,mendatangi kantor divisi III, di Kelurahan Kota LamaKecamatan Kunto Darusalam, Minggu (21/8). Sejak pagi hari, sambil membawa mayat bayi usia satu minggu dalam keranda ,menuntut hak mereka agar dipenuhi perusahaan setelah mereka dipecat sepihak perusahaan 2,5 bulan lalu. Aksi ratusan karyawan dari lima divisi tersebut, mendapat penjagaan ketat puluhan Polisi dari Polres Rokan Hulu, serta personil Brimob dari Polda Riau, dan aksi sempat nyaris anarkis. Karena, tanpa dikomandoi, ratusan mantan karyawan mengejar Manager PT SJI Johan Saragih, namun hal tersebut bisa dicegah aparat kepolisian. Umpatan serta makian mantan karyawan tidak juga reda, setelah tidak satupun perwakilan perusahaan bersedia menemui massa yang bertahan di luar kabtor devisi III PT SJI. Para karyawan menilai, selama ini pihak Dinas Tenaga Kerja Kependudukan dan Catatan Sipil (Disnakerduk dan Capil) Rohul terkesan tidak melakukan tindakan ke perusahaan, sehingga ada indikasi pihak Dinaskerduk dan Capil pro ke PT SJI bukan hak masyarakat. Disela-sela aksi, dikatakan Agus Sitinjak salah seorang mantan karyawan PT SJI mengaku, aksi mereka sengaja membawa keranda berisi mayat bayi yang telah meninggal 2 hari lalu. Bayi anak pasangan Partinus dan Asariah juga mantan karyawan PT SJI, dibawa ke Kantor Divisi III PT SJI, dan merasa selama ini disia-siakan setelah 2,5 bulan tanpa ada kesejelasan perusahaan. "Kami tidak akan kuburkan bayi ini sebelum perusahaan membuka matanya, dan membayarkan 2,5 bulan gaji dan hak-hak kami sebagai karyawan selama ini. Kami di PHK sepihak, tanpa ada kejelasan, dimana hati nurani perusahaan, termasuk itikad Disnakerduk dan Capil yang tidak ada berpihak ke masyarakat seperti kami," ungkap Agus Sitinjak, menjawab di sela-sela aksi demo. Dijelaskan Agus lagi, bayi berusia seminggu yang mereka bawa serta dalam aksi tersebut, meninggal karena kurang asupan gizi selama dalam kandungan Ibunya. Karena selama 2,5 bulan gaji ke 234 mantan karyawan belum juga diberikan perusahaan. "Selain gaji belum dibayar, Kami juga tak bisa mengutang di koperasi perusahaan lagi. Sehingga kami tidak bisa membeli makanan, inilah yang kami rasakan selama 2,5 bulan ini," jelas Agus.Ferry  | Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
