Assalamu'alaikum. w.w. .... kita teruskan kaji yang kemarin. ... Oleh sebab itu seorang pemimpin harus berjuang di jalan Allah bukan jalan yang lain, kalau memang menginginkan negara yang makmur aman dalam keridhaan Allah swt. Dan berjuang di jalan Allah dengan berjuang di jalan yang lain tentu saja berbeda, dan hasilnya juga berbeda. Allah berfriman di dalam suratun nisa(4) ayat 76. Membedakan antara perjuangan orang beriman dan golongan yang tidak beriman. الَّذِينَ آمَنُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُواْ أَوْلِيَاء الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفاً Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. Alladziina ‘amanu yuqatiluna fi sabililah, waladzzina kafaru yuqatiluna fi sabilit taghut. Orang-orang yang beriman mereka berjuang di jalan Allah, sedangkan orang-orang yang tidak beriman mereka berjuang di jalan taghut .
Mari kita rujuk Tafsir Buya Hamka, tafsiran ayat 76 surah An- Nissa. Tujuan utama golongan beriman, ada tiga : Bila mereka berkuasa, mereka akan berusaha untuk mewujudkan, masyarakat yang bertaqwa, masyarakat yang makmur, masyarakat yang ‘adil. Itulah perjuangan golongan beriman, kata Dr. Hamka. Salah satunya makmur, kemakmuran yang dinikmati oleh seluruh rakyat, bukan golongan- golongan tertentu saja, termasuklah dalam memberi projek-projek, janganlah projek-projek tersebut dihadiahkan kepada golongan-golongan yang sama saja, mereka saja yang dapat, mereka yang sama saja yang mengaut keuntungan yang ada di muka bumi kita, ini salah. Negara yang baik adalah negara yang makmur, Nampak-nampaknya tidak ada tuan-tuan pada Negara kita. Yang kedua, Negara yang aman. Amankah Negara kita ?, Kadar kriminalitas(jenayah) meningkat dari hari ke hari. Amankah negara kita kalau begini ? …. Kita tidak dapat menafikan setiap hari terjadi pembunuhan. Kriminalitas terus meningkat, pemerkosaan, perampokan, kekerasan semuanya meningkat, dan sayangnya jarang diberitakan di televisi, tapi kalau kita baca koran seperti Pos Kota, atau dahulu ada majalah DOR (Detektif Romantika) maka nampak pembunuhan terjadi hampir setiap hari. Sehingga sampai hari ini untuk meninggalkan rumah kita khawatir. Meninggalkan isteri di rumah pun khawatir dengan meningkatnya kriminalitas. Ini yang telah dijanjikan oleh Allah dalam Al-Qur-an tetapi kita acuh tak acuh Pertama dalam surah Thaha 20:124 وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى Waman a’radha ‘an zikrii fainna laHu ma’iisyatan dhanakan wanahsyuruHu yaumal qiyaamati a’ma. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Kami, kami akan hadapkan mereka dengan kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkan mereka pada hari kiamat dalam keadaan buta. Kehidupan yang sempit dengan pengertian, jiwa senantiasa resah gelisah, khawatir, takut, risau, susah hati. Allah telah berfirman lagi dalam suratun Nur (24:63) قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذاً فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. Maka berhati-hatilahlah wahai orang-orang yang menyalahi perintah-perintah Kami. Apakah warning Tuhan itu ?, ada dua.. Antusibahu fitnah Apakah dalam bentuk kamu akan ditimpa bala bencana, atau fitnah berupa kriminalitas. Sudah tidak asing lagi bagi kita kalau membicarakan bencana yang melanda negara kita akhir-akhir ini, apalagi kriminalitas. Kriminalitas ini banyak tuan-tuan, sehingga kita tidak tenteram lagi, Dengan keruntuhan akhlak dan sebagainya. Siapa yang tidak khawatir ?. Kecuali dia tidak ada anak. Kita yang ada anak ini, ada anak lelaki ada anak perempuan tuan-tuan ..alaahai.. khawatir.., anak perempuan khawatir diperkosa, anak lelaki khawatir terlibat narkoba. Au yushibahum ‘azabun alim Atau Aku akan kenakan kepadamu azab yang pedih ketika mati Siapa ?. Mereka-mereka yang menyalahi perintah Allah yang terkandung di dalam al-Qur-an. Lain yang Allah perintah, lainpula yang diamalkan. Allah menyuruh kita melaksanakan hukum Allah, hukum syari’ah, Insya Allah selesai sebagaian besar masalah, kita degil, kita tidak mau, kita merasa lebih pandai daripada Allah swt., lalu memakai hukum lain. Akhirnya kriminalitas dan bala bencana meningkat… Wamal lam tahkum a-imatuHum bi kitabillah, wayatafayaru mimma anzalallahu, illa ja’alallahu ba’sahum bainahum Hadits riwayat ibnu majah. Dan apabila pemimpin satu kaum tidak melaksanakan apa yang terkandung di dalam al- Qur-an dan tidak mau menjadikan Al-Qur-an sebagai pilihan, yakni undang-undang Allah dipinggirkan illa ja’alallaHu ba’-saHum bainaHum Kecuali Allah akan menjadi kehidupan rakyat yang dipimpin, hidup mereka dalam keadaan porak poranda ditimpa masalah yang tidak putus-putus. Anehnya kita tidak mau bercermin kepada keadaan di Saudi Arabia. Orang bawa duit banyak hanya didorong pakai Troli, tidak perlu sekuriti. Kadar kriminalitas Saudi Arabia dalam sepuluh tahun sama dengan kadar kriminalitas 24 jam di New York, bukan Amerika, New York saja. Ini data tahun 2001. Ndak taulah kalau dibandingkan secara jujur dengan Jakarta saja atau Indonesia. Oleh sebab itu syarat yang kedua, Negara yang baik ialah Negara yang aman. Siapa yang mampu menjamin keamanan ?, hanya Allaah swt. Allah berfirman dalam surat Nur 24 ayat 55 Golongan ini Insya Allah, ketika mereka menjadi pemimpin, ketika itu wujudlah keamanan dalam pergaulan hidup Insya Allah. Dan mereka bukan golongan kaum bedebah… وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. Dalam ayat yang mulia ini Allah swt. Menjanjikan tiga perkara, kepada siapa ?. Kepada golongan yang beriman dan beramal shaleh Dan Aku berjanji kepada golongan yang beriman dan beramal shaleh di antara kamu Apa yang dijanjikan Allah ?. ..... lah panjang pula, beresok kita sambung ... Billaahil hidaayaH wat taufiq Wassalam St. Sinaro -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
