Bukan terpatahkan, memang Kalimantan daerah stabil tapi daerah Singkawang 
termasuk wilayah yang tidak stabil atau dengan kata lain di




________________________________
From: andi ko <[email protected]>
To: RantauNet <[email protected]>
Sent: Wed, August 24, 2011 7:23:52 AM
Subject: [R@ntau-Net] Gampo

Anggapan Kalimantan bebas gempa terpatahkan, bukan demikian halnya karena 
Singkawang juga merupakan bagian dari daerah rawan tektonik juga pada masa lalu 
akan tetapi menuju stabil. Oleh karena itu, pernyataan Kalimanatan stabil 
sebetulnya tidaklah salah, karena:

1. Wilayah rawan gempa selama ini selalu dilihat dari kondisi atau posisi 
tektonik kini (posisi subdaksi), dan secara lokal ataupun regional ditunjukkan 
oleh adanya jejak-jejak tektonik yang terekam pada sesar/patahan (fosil 
tektonik). Oleh karena itu fosil tektonik itu perlu dipelajari apakah masih 
aktif atau tidak.
3. Pempelajaran aktivitas gempa terkait siklus kejadiannya belum mampu dipahami 
manusia hingga kini, sehingga kita tidak mampu memprediksi perulangannya, dan 
yang sering dilontarkan orang itu adalah siklus berdasarkan angka dari manusia 
yang sudah mencatatnya (ratusan tahun saja). Kalaupun  ada hanya catatan 
berdasarkan umur dari terumbu karang dan sebagainya (TAPI ITU BUKAN SIKLUS 
KEJADIAN).
3. Secara umum Kalimantan berada pada posisi yang tidak dipengaruhi oleh efek 
subdaksi yang sering dilontarkan berbagai ahli, ditambah dengan jejak-jejak 
tektoniknya yang sebagain besar tidak aktif, dan karena itu wajar kalau  
dinyatakan Kalimantan sebagai wilayah stabil. Dari hasil penelitian yang saya 
lakukan, ternyata mulai dari Kep. Karimata ke arah timur laut Kalimantan 
termasuk Sukadana, Pontianak, dan Singkawang daerrah tersebut merupakan rawan 
tektonik dahulunya (sebleum 4000 tahun yang lalu). Juga sebagian Kalimantan 
Timur. Namun Kalimantan selatan dan tengah betul merupakan wilayah yang stabil. 

4.Tektonik (terkait kegempaaan), turun-naiknya muka laut, dan berubahnya iklim 
adalah merupakan fenomena alam yang sangat terkait satu sama lainnya dan 
merupakan 3 revolusi ilmu kebumian akhir-akhir ini (rev. 1, tektronik/ akhir 
'60an; rev. 2, sea-level changes akhir '70an; dan rev. 3 climate changes/ akhir 
'80an). Oleh karena itu pemahaman fenomena alam tersebut masih merupakan kajian 
yang sedang, masih diuji penelitian melalui berbagai perbedebatan. Sayangnya 
kita di Indonesia tidak MELIRIKNYA, dan saya beruntung berkesempatan 
mempelajarinya. Apabila ini dipahami, barulah rumus yang tadinya: masa kini 
adalah konci masa lalu (the present is the key to the past) akan bisa berubah 
menjadi: masa kini dan lalu adalah konci masa mendatang.  ARTINYA KITA BARU 
BISA 
MERAMAL ATAU MEMPREDIKSINYA DI KEMUDIAN HARI (Mudah-mudahan itu bisa dilakukan 
manusia nantinya).
5.Kuarter yang dimulai sejak 2 juta tahun yang lalu adalah kurun waktu yang 
sangat muda dari umur bumi yang milyaran tahun itu. Akan tetapi semua 
gejala-gejala fenomena alam yang terjadi pada masa itu adalah bersifat PRIODIK 
dan BERULANG yang sangat mempengaruhi KEHIDUPAN MANUSIA. SEcara umum, kegempaan 
di Kalimantan tidak perlu dirisaukan karena perulangan tersebut bisa semakin 
menaik dan menurun tergantung posisi tektoniknya kemudian. Nah, di Kalimantan 
tektoniknya akan semakin menurun, dan tidak perlu dirisaukan.
6.Apa yang saya kemukakan dalam Orasi saya adalah kajian fenomena alam yang 
terjadi pada siklus 20.000 tahun terakhir. Disitu tersirat daerah-daerah stabil 
seperti Riau Kepulauan dan Bangka saya dinyatakan sebagai wilayah stabil 
ternyata  dahulunya sangat aktif. Bayangkan: batuan granit terombakan yang 
menghasilkan timah pada 38.000 dan 18.000 tahun yang lalu, begitu pula intan di 
Martapura (Cempaka) itu juga terkait tektonik yang merombak Formasi batuan tua. 
Meski dahulu itu rawan tektonik, akan tetapi tektonik tersebut berevolusi dan 
semakin menjadikan tempat itu stabil.
7.Jadi tidaklah salah kalau kita katakan Kalimantan termasuk wilayah stabil, 
dan 
kita tidak perlu juga risau kalau dinyatakan wilayah Padang rawan gempa, tapi 
jangan diprediksi seperti berbagai ahli yang sering menyatakannya itu. SEBAGAI 
CATATAN;(1) SAMPAI SAAT INI MANUSIA BARU MAMPU KURANG DARI 10 % MENGUNGKAPKAN 
MISTERI BUMI, (2)MASALAH TINGKAH LAKU BUMI JANGAN DIINSTANKAN SEPERTI 
MEMPREDIKSI WAKTU GEMPA DI PADANG, PERLU WAKTU MENELAAAHNYA, (3)UNTUK AHLI 
KEBUMIAN BERPIKIRLAH SECARA PILOSOFI, COMPARATIVE JUGA CUKUP, TAPI JANGAN 
DESKRIPTIVE karena 1 tambah 1 bukan 2 tapi menjadi :SATU BESAR.

Terakhir, kita harus tetap waspada dan berpikir untuk membenahi ranah kita 
secara berlahan dengan diawali: Budaya tinggal di Ranah Rawan Bencana. Itu saja 
!.

Wassalam,

Herman Moechtar

http://www.tribunnews.com/2011/08/24/histeria-menggila-kala-gempa-pertama-landa-singkawang


Salam

Andiko

-- 
Sent from my mobile device

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke