Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un 

Selamat jalan Dunsanak smg engkau mendpt tempat disisi NYA 

Zulkarnain Kahar
Houston TX




________________________________
From: Nofend St. Mudo <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, August 23, 2011 10:08:42 PM
Subject: [R@ntau-Net] PUTRA TANAH DATAR TEWAS DIBUNUH DI ABEPURA

Rabu, 24 Agustus 2011 03:35

KODAM CENDRAWASIH BERDUKA

JAYAPURA, HALUAN — Kap­ten Inf Tasman, anggota Ko­dam XVII Cendrawasih
tewas di­b­u­nuh sekelompok orang tidak dikenal (OKTK) di Jalan Baru
Campwolker, Perumnas 3, Kelurahan Yabansai, Dis­trik Heram Abepura
Papua, Selasa (23/8) sekitar pukul 07.00 WIB.

Putra Jorong Gantiang Bawah, Tanjung Alam, Tanah Datar itu ditemukan
dengan kondisi mengenaskan. Terdapat luka tusukan di punggung dan
bagian dadanya serta bagian tubuh lainnya.

Salah seorang keluarga korban Anton Yondra yang dihubungi di
Batusangkar, Tanah  Datar tadi malam mengatakan, jenazah Tasman sudah
berada di Jakarta. “Saat ini (tadi malam-red) pihak kel­uar­ga te­ngah
me­la­kukan per­te­muan apakah jenazah akan dibawa ke kam­pung
halamannya atau dima­kamkan di Jakarta. Ke­mung­kinan besar
dikebumikan di Jakarta,” katanya.

Almarhum meninggalkan ti­ga anak, dua laki-laki dan satu pe­rempuan
serta seorang istri, Ro­sy (50) yang berasal dari Ko­to Baru, Tanah
Datar. Menu­rut Anton, adik korban sudah be­rangkat ke Jakarta untuk
me­li­hat langsung kondisi ka­kaknya.

Sementara Juru Bicara Kodam XVII Cenderaasih Letkol Inf Ali Bogra
mengung­kapkan, korban dihadang saat mengendarai sepeda motor,
kemudian ditikam hingga tewas. Berdasarkan keterangan salah seorang
saksi katanya, korban saat itu dengan berseragam dinas mengendarai
sepeda motor Vario DS 2605 AY, hendak menuju kantor.

Namun, setibanya di tempat kejadian, ia dihadang dua orang tak
dikenal. Saat korban berhenti, para pelaku langsung menikam. Korban
tak berdaya melawan karena ditikam dari belakang dan depan. Ia pun
tersungkur dari motornya dan tewas di tempat. “Pelaku membacok korban
dengan pisau dan parang, hingga tewas, setelah itu para pelaku kabur,”
tambah Ali.

Saat polisi tiba di TKP, korban ditemukan dalam kondisi tersungkur dan
tewas di dekat motornya. Korban mengalami luka ibu jari sebelah kiri
tergores, leher bagian kiri luka bacok, luka tusuk di bagian punggung
sebelah kiri, dan luka tusuk di bagian perut sebelah kiri.

Hanya kemungkinan kecil korban tewas dirampok. “Sebab, kami belum tahu
motifnya, karena tidak ada barang yang hilang,” imbuhnya.

Saat ini sejumlah barang bukti diamankan pihak keamanan yakni, sepeda
motor Honda Vario milik korban, sebuah pisau dapur yang dibawa pelaku.
Sedangkan  jenasah Kapten Tasmin dievakuasi ke RS Marthen Indey
sebelum diterbangkan ke Jakarta.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Erfi Triassunu prihatin
atas tewasnya anggota Bintal Kodam XVII/ Cederawasih itu. Namun, Erfi
memerintahkan seluruh prajurit agar tidak terpancing dengan aksi
provokasi kelompok-kelompok yang tidak menginginkan Papua sebagai
tanah damai. “Kendalikan diri dan hindari aksi balas dendam secara
orang perorang maupun kelompok,” ujar Erfi Triassunu dalam keterangan
persnya di Papua.

Walau begitu, dia meminta agar seluruh prajurit tetap waspada pada
setiap kegiatan yang dinilai mencuri­gakan, serta mengantisipasi
berbagai tindakan yang dapat mengancam individu maupun kelompok sesuai
dengan prosedur tetap yang telah digariskan.

Dia mengatakan, pihaknya saat ini sudah menyerahkan sepenuhnya kepada
Polda Papua untuk memroses motif penganiayaan hingga mene­waskan
Kapten Inf Tasman.  “Pang­dam XVII/Cenderawasih menye­rahkan
sepenuhnya penanganan kasus tersebut pada Polda Papua sehingga dapat
diungkap motif tindakan pelaku,” katanya.

Kepada seluruh elemen masya­rakat pecinta damai, dia juga menga­jak
agar secara sinergis bekerjasama dengan aparat keamanan, untuk
menciptakan rasa aman melalui pengamanan swakarsa dilingkungan
masing-masing.  “Serta melaporkan kepada pihak berwajib atas
terjadinya aksi kekerasan maupun segala gejala yang memungkinkan
terjadinya aksi kekerasan,” katanya.

Sementara sekityar pukul 08.15 WIT Satdalmas Polresta Jayapura
berhasil mengamankan satu orang yang diduga pelaku (menurut
kete­rangan saksi). Adapun identitas pelaku adalah Julianus Wenda, 32
tahun, yang beralamat rumah di Belakang Bhayangkara.

Berdasarkan keterangan dari pelaku yang tertangkap, tim gabungan TNI
dan Brimobda Papua men­da­tangi salah satu rumah yang diduga sebagai
tempat para pelaku, ke­mudian langsung melakukan pe­meriksaan dan
penggeledehan.

Dari hasil penggeledahan terse­but, ditangkap lagi satu orang yang
diduga pelaku yang bernama Andi Tabuni, 28 tahun, yang beralamat rumah
di belakang Bhayangkara, serta barang bukti dua kaos putih dan biru
satu jean biru yang diduga digunakan pelaku.

Kepala Kepolisian Daerah (Ka­polda) Papua, Irjen Polisi Bikman L
Tobing menegaskan, kasus kematian Tasman tidak ada hubungannya dengan
gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berbasis di Jayapura

“Setelah diselidiki, itu kriminal biasa. Jadi tidak ada hubungannya
dengan gerakan OPM,” tegasnya kepada wartawan usai menggelar pertemuan
tertutup dengan sejumlah pejabat Kodam XVII Cenderawasih, di
Mapolresta Jayapura kemarin. (h/aci/doi/kcm/vvn)

http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8062:putra-tanah-datar-tewas-dibunuh-di-abepura&catid=4:nasional&Itemid=78


Salam

Nofend/34+ CKRG


Pada 23 Agustus 2011 10:48, <[email protected]> menulis:
>
> Ado pulo tentara nan di bunuh di Papua pagi tadi
>
> Walau dikecekkan urang Aceh, tapi namonyo mirip urang awak
>
> --------------------
> Kategori | Kriminalitas, Peristiwa
>
> Anggota TNI yang tewas digorok di Papua adalah Kapten Infantri Tasman
>
> Selasa, 23 Agustus 2011 pukul 11:19. Tags: Anggota TNI yang tewas digorok di 
>Papua adalah Kapten Infantri Tasman
>
> 
>
> Seorang anggota TNI yang ditemukan tewas digorok di Jayapura, Papua, Selasa 
>(23/8) pagi tadi diketahui bernama Kapten Inf  Tasman. Korban yang berasal 
>dari 
>Aceh itu merupakan anggota Pabintal  Kodam XVII Cendrawasih, Jayapura.
>
> Menurut informasi di lokasi kejadian, awalnya korban yang menggunakan Honda 
>Vario DS 2605 AY, melintas di Jalan Baru, Campwolker, Perumnas III Jayapura. 
>Namun, tiba-tiba dihadang oleh 2 orang tak dikenal.
>
> Aksi penghadangan ini disaksikan seorang mahasiswa, Kiki Hay (23) yang hendak 
>melintas dari arah berlawanan. Saksi kemudian melihat kedua pelaku menikam 
>anggota Kapten Tasman dengan menggunkan pisau dibagian perut sementara pelaku 
>lain membacok dengan menggunkan parang.
>
> Saat ini pihak keamanan masih melakukan penyisiran sekitar lokasi kejadian. 
>Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai insiden berdarah 
>ini. 
>dtc
>
> ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke