Assalamu'alaikum. w.w. .... kita teruskan kaji yang kemarin. ... Sepatutnya peristiwa-peristiwa seperti ini menjadi pengajaran … Kalau Al Qur-an menyebut, tidak akan salah tuan-tuan. Orang yang mematuhi perintah yang tidak betul, akan ditimpa bala di dunia. Dilaknat, berarti di dunia di timpa bala. Esok di akhirat kita tidak tahu apa ‘azab yang sedang menanti golongan-golongan yang memfitnah, yang mengkhianat, dan sebagainya, termasuk yang menzhalimi rakyat. Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah swt. Negara yang baik ialah Negara yang ‘adil, itu Negara yang baik. ‘adil, memberikan sesuatu kepada yang berhak menerima. Hukum manusia yang bersalah dengan penuh ke’adilan. Beri peluang untuk dia membela diri. Inilah Islam Sebab itu tuan-tuan dalam British common law juga disebut, One is innocent until proven guilty. Agak-agak tuan-tuan mereka mengambil dari mana ?, dari Qur-an lah, mana pula Qur-an belajar dari British common law. Seseorang itu tidak bersalah, selama mana tidak dibuktikan kesalahannya. Kita puji undang-undang begini, ini undang2 Islam sebenarnya. Tetapi orang-orang yang menyatakan mereka berpegang teguh dengan undang-undang sekuler, sebab undang-undang sekuler ini ‘adil, tapi mereka sendiri tidak melaksanakan undang-udang itu, karena nampak lobang-lobang ketidak adilan dan play the game. Sebab itu Nabi saw. bersabda tuan-tuan dalam hadits riwayat Imam Muslim yang bermakna, Kecelakaan akan menimpa ummat-ku, apabila orang-orang besar, orang-orang ternama, mereka mencuri, mereka itu dibiarkan begitu saja. Kalau kena hukumanpun, dia tilap uang sekian milyar, tapi hukumannya hanya sepuluh hari penjara. Tapi kalau orang yang miskin orang yang lemah yang tidak berkedudukan yang mencuri kata Nabi, mereka akan melaksanakan hukuman. Kadang-kadang kesalahan itu tidak setimpal dengan hukuman yang dijatuhkan. Ini maknanya, ummat ini akan menerima bala bencana dari Allah swt.
Oleh sebab itu Islam menyuruh berlaku ‘adil., itu sebabnya Nabi saw. bersumpah, kalau Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya. Lihat tuan-tuan … Kita bisa berlaku 'adil begini ?. Biasanya kalau terkena kaum keluarga, setengah mati memperjuangkan untuk membebaskannya. Kalau kita ikuti pula saidina Umar ra, kasus yang terjadi pada anaknya, malah dia sendiri yang menggenapkan pukulan (dera) yang ke seratus. Tukang dera sudah tidak mau mendera, katanya sudah tidak bergerak.. Umar berkata wajib digenapkan seartus karena seratus itu hukuman Allah., bukan hukuman aku. Umar yang menggenapkan. Kalau anak kita ?... hihi Hakimpun bisa dibeli.aaa.. Banyak kasus tuan-tuan yang ditutup begitu saja Kasus korupsi di negara kita bermacam-macam, sampai kita bosan mendengar dan mengikutinya, semuanya permainan orang kelas atas. Ironinya, seorang yang maling besi bekas karena sudah tiga hari tidak makan, dikerubuti ramai sampai ada yang dibakar hidup-hidup, begitu sadisnya. Tapi yang mencuri milyaran bahkan triliunan rupiah, dibiarkan bersenang-senang dengan hasil curiannya. Padahal kalau dikaji betul, orang yang mencuri besi bekas itu adalah akibat pencurian besar yang dilakukan oleh koruptor trilinuan rupiah itu. Lalu siapa yang salah sebenarnya ?. Yang salah, tentu saja para pemimpin dari awal mula, kenapa ?. Kita simak ayat kemarin dalam surah Thaha 20:124 وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى Waman a’radha ‘an zikrii fainna laHu ma’iisyatan dhanakan wanahsyuruHu yaumal qiyaamati a’ma. Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Kami, Kami akan hadapkan mereka dengan kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". Lain yang Allah perintah, lain pula yang kita amalkan. Allah menyuruh kita melaksanakan hukum Allah, hukum syari’ah, Insya Allah selesai sebagaian besar masalah, kita degil. Wamal lam tahkum a-imatuHum bi kitabillah, wayatafayaru mimma anzalallahu, illa ja’alallahu ba’sahum bainahum Hadits riwayat ibnu majah. Dan apabila pemimpin satu kaum tidak melaksanakan apa yang terkandung di dalam al- Qur-an dan tidak mau menjadikan Al-Qur-an sebagai pilihan, yakni undang-undang Allah dipinggirkan Illa ja’alallaHu ba’-saHum bainaHum Kecuali Allah akan menjadi kehidupan rakyat yang dipimpin, hidup mereka dalam keadaan porak poranda ditimpa masalah yang tidak putus-putus. Inilah yang tidak pernah disadari oleh para pemimpin di negeri ini, karena tidak pernah melaksanakan hukum-hukum Allah, bahkan menolak undang-undang syariah. Dan orang- orang yang dipimpin, tidak pernah melaksanakan 'amar ma'ruf nahi mungkar terhadap para pemimpin bahkan berkali-kali memilih pemimpin yang zhalim dan kemudian manut, patuh dan taat kepadan pemimpin yang model begini, sementara di barat orang-orang memperjuangkan hukum-hukum Allah dan Inggeris sedikit hari lagi bisa jadi mengadopsi sebagian besar hukum syariah. Bila berterusan demikian bisa jadi nanti kita adalah orang-orang yang diganti oleh Allah dengan kaum yang lain, apalah nasib kita nanti di hari akhirat. Na'udzubillaahi min dzaalik. Yang keempat tuan-tuan, Negara yang baik adalah Negara yang amar ma’ruf nahi mungkar. Negara kita amar mungkar nahi ma’ruf ?, Kita baca ayat Qur-an dulu, surah 3:110. كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnasi Kamulah sebaik-baik ummat yang diturunkan diantara manusia Bagaimana yang sebaik-bak ummat. تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ ta'muruuna bil ma'ruufi wa tanHauna 'anil munkar, wa tu'-minuuna billaahi Kamu menyuruh yang ma’ruf, at the same taime simultaneously kamu mencegah yang mungkar. Itulah tanda kamu beriman kepada Allah.’ Dalam ayat ini beriman kepada Allah di penghujung ayat. Allah mau kita terlebih dahulu membuktikan kita benar-benar beriman, tunaikan dulu dua kewajiban. Menyuruh yang ma’ruf mencegah yang mungkar. Kalau sekedar menyuruh yang ma’ruf kita masih akan ditimpa bala bencana. Percaya atau tidak ?. Apa dalil ?. Kita baca suratul maidah 5:78-79 لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ كَانُواْ لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ Ini dalil. Tidak cukup hanya sekedar mari shalat, mari puasa … kemungkaran ?. Ini dalil qur-an, kalau sekadar menyuruh yang ma’ruf tidak mencegah kemungkaran kita masih akan ditimpa bala bencana, perkataan laknat ada sekali lagi tuan-tuan. Telah dilaknat kata Allah, orang-orang kafir dari kalangan bani israil atas lisan Daud dan “isa anak Maryam . Kenapa ?. Dzalika bima ‘asau wakanu ya’tadun … Yang demikian adalah karena mereka mendurhakai Allah dan mereka melampaui batas, Kanuu layatanahauna an mungkar Dan mereka tidak mencegah kemungkaran Fa’aluhu Yang dilakukan oleh kaum mereka. Labisama kanu yaf’aluun Amat buruklah apa yang mereka lakukan kata Allah. Di sini dalil tuan-tuan. Islam ada dua suruhan, ‘amar ma’ruf, dan nahi mungkar Kita dengar hadits hasan, hadits riwayat imam tarmidzi..dalam kitab riyadush shaalihin Tuan-tuan boleh cari. Wal ladzii nafsi biyadihi la ta’murunna bil ma’ruf wala tahnhawunna ‘anil mungkar, aula yusikannallaah ‘ay yab ‘asa ‘alaikum iqaaban tsuma tad’uunahu falaa yustajabu lakum. Hadits riwayat imam tarmidzi dengan status hadits hasan. Riyadush shaalhin Imam nawawi. Apa maknanya tuan-tuan. Demi jiwaku yang di dalam genggaman Allah swt. Tidaklah kamu menyuruh yang ma’ruf dan dalam masa yang sama kamu mencegah kemungkaran, yakni wajib cegah kemungkaran, atau yakinlah Allah akan menimpakan atas kamu semua bala bencana, kemudian kamu semua berkumpul, yakni berdo’a kepada Allah, yaa Tuhan hindarkanlah kami dari bala ini… Falaayustajabulakum,… maka ketika itu, Allah tidak memperkenankan lagi do’a-do'a kamu. Memang dalam hendak melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar ini memang sulit. Apatah lagi yang melakukan kemungkaran itu seorang pemimpin. Tuan-tuan buka sendiri surah al Isra 17:16. Siapa yang menyebabkan merebaknya larang-larangan Allah di dalam sebuah Negara ?. Pemimpiiin. Kepala-kepala dan orang-orang terkemuka.Mari kita baca ayat ini. وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيراً Wa’idzaa aradna annuHlina qaryatan amranaa mutra fiiHaa fafasaquu fiiHaa, wa haqqa 'alaiHal qaulu fadamarnaaHaa tadmiiraa. Ditafsir oleh para ulama, yang meyebabkan merebaknya larangan2 Allah terjadinya kemungkaran-kemungkaran ini ialah golongan kepala-kepala atau pemimpin-pemimpin dan orang-orang terkemuka negeri tersebut. Mereka ada kuasa, mereka ada pengaruh, betul atau tidak ?. Mereka bisa melakukan apa yang dinginkan, Oleh sebab itu yang berkewajiban menegur, ketua-ketua pemimpin-pemimpin, orang-orang yang terkemuka adalah orang-orang yang ada authority, mufti, para ulama, penda’wah semua bisa berkata. Ini semua dikategorikan sebagai jihad utama. Yang banyak di kita hanyalah ulama yang menina bobokkan ummat, tanpa pernah melakukan jihad utama terhadap pemimpin yang zhalim. Kata imam tarmidzi yang meriwayatkan bersama Abu daud dalam kitab riyadush shaalihin. Afdahulul jihaad, kalimatu ‘adlin ‘inda sulthaanin jaaidz. Seutama-utama jihad ialah, perkataan yang benar yakni perkataan yang ‘adil dihadapan pemerintah yang zhalim.Maksudnya mereka ini perlu diberi nasehat. Ini imam Nawawi tuan-tuan,… Kita hanya asyik membaca hadits bukhari Muslim, Tidak dapat ditegur dengan tangan, dengan lidah, tak dapat dengan lidah dengan hati.. Dengan hatilah kita tegur… inilah selemah-lemah iman. Imam Nawawi tidak menggunaklan kaedah ini. Imam Nawawi memilih hadits yang lain, Hadits riwayat muslim. Laa yu’minu ahadukum, hatta yuhibaa li akhihi, ma yuhibbu linafsihi. Tidak beriman salah seorang kamu, sehingga kamu mencintai saudara kamu sebagaiman kamu mencintai diri kamu sendiri. Maksudnya, kalau saya cinta kepada isteri anak, saya wajib memberi mereka pendidikan Islam. Contoh bila ada seorang anak konglomerat besar, uang banyak milyuner, pulang ke rumah pakai celana pendek, tidak menutup aurat, saya mau tegur dia, eh nanti hilang bonus, bonus bulanan, akhirnya saya tegur dengan hati, Saya yakin dan percaya, lepas sudah dosa saya di sisi Allah, tapi kebaikan itu, kuliah hadits itu untuk diri sendiri, tapi sang anak kita tetap juga bermaksiat kepada Allah, inikah sikap seorang beriman ?. Kita kalau benar-benar cinta terhadap diri sendiri, kita juga cinta terhadap diri orang lain, Imam nawawi pilih yang ini tuan-tuan, karena cinta kepada saudaranya yang jadi pemimpin, juga cinta negara dan rakyatnya, dia tegur sang pemimpin, dia kirim sepucuk surat, dia menyatakan tidak boleh Sultan Al Malik az-Zahir memungut pajak dari rakyat kecuali sultan hendaklah terlebih dahulu menjual semua kekayaan yang sultan miliki, kalau tidak cukup baru boleh memungut dari rakyat. Hasil dari tulisan itu tuan-tuan, karena dia menegur, dia berani memberi nasehat yang tegas, dia dibuang. Imam Nawawi rahima hullah. Imam nawawi tidak mementingkan dirinya, ini hadits yang dia pakai, jangan baca satu saja. Tegur dengan hati, kebaikan untuk diri sendiri, tapi bila berani menegur seperti imam Nawawi, itu kebaikan untuk semua orang, walaupun ia terpaksa menanggung resiko, akhirnya di buang dari Damsyik ke Nawar. Nawar ini di Utara Syria yang berdekatan dengan Turki. Beliau meninggal dunia di sana dalam usia 48 tahun. Tak sempat kawin, karena sibuk mengarang kitab, kuliah maghrib dan menuntut ilmu. Kita ?.bukan sibuk menuntut ilmu, tapi sibuk mau kawin.Sibuk mau tambah jadi dua… yang mau menggenapkan quota sampai 4 pun ada. Dalam Islam menyuruh yang ma’ruf mencegah yang mungkar, ma’ruf itu apa saja amalan kita yang dapat mendekatakan kita kepada Allah, mungkar itu apa saja amalan kita yang dapat menyebabkan kita jauh dari Allah. Muslimin dan Muslimat rahimakumullaah. Itulah empat sifat utama Negara yang baik, makmur, aman, ‘adil, ‘amar ma’ruf nahi mungkar. Bila hal itu ada dalam satu negara, maka barulah datang keredhaan Allah swt., datang jaminan kebahagiaan dunia dan akhirat dalam satu negara yang baldhatun thayyibatu wa rabbun ghafur. Negara yang baik yang diridhai oleh Allah swt. Inap-inap dan renungkan, dan amalkanlah. Mudahan-mudahan tercapai nagara yang baik yang diredhai dalam keampunan Allah swt. Aaamiin yaa rabbal 'aalamiin. Aqulu qauli hadza wa-astgahfirullahu li walakum Wa billaahil Hidayah wat taufiq Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuH. St. Sinaro -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
