Assalamu'alaikum ww. Kepada seluruh kaum kerabat, handai tolan, bapak-bapak, 
ibuk-ibuk, serta seluruh warga minang dan warga Indonesia, selamat hari raya 
idul Fitri maaf lahir dan batin, minal aidin wal faizin, semoga amaliah kita 
semua diterima Allah subhanahu wata'ala. amin ya rabbal alamin.





________________________________
From: Muhammad Dafiq Saib <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Tue, August 30, 2011 7:07:21 PM
Subject: [R@ntau-Net] Kapan Lebaran???


Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Kapan Berhari Raya?

Inilah  masalah yang selalu berulang-ulang sepanjang masa di negeri berpenduduk 
 
Muslim paling banyak ini. Kapan berhari raya? Yang satu mengatakan  besok yang 
lain mengatakan lusa. Lalu pemerintah dengan dibantu  perangkat (para ahlinya) 
bersidang dalam sidang isbath untuk menentukan  hari yang sangat penting itu. 
Dan biasanya di sanalah terjadi pemisahan,  ketidak sepahaman antara yang satu 
kelompok dengan kelompok lain.  Kelompok pertama yang berdalil dengan rukyat. 
Melihat secara fisik,  secara nyata, kehadiran bulan (baru) di hari pertamanya 
di ufuk barat,  di saat matahari terbenam. Yang lain menggunakan metoda hisab 
alias  perhitungan falak, atau perhitungan matematika untuk menentukan di mana  
posisi bulan pada saat yang dimaksudkan, apakah sudah di atas ufuk atau  masih 
di bawah ufuk.  

Kelompok  pertama berkeyakinan bahwa 'mereka' melakukan itu berdasarkan hadits  
Rasulullah SAW yang mengatakan; 'Kalau kalian sudah melihat (bulan)  
berpuasalah 
dan kalau kalian sudah melihat bulan berbukalah. Dan kalau  tidak terlihat maka 
genapkanlah bilangan bulan menjadi tiga puluh.' Jadi  harus terlihat bulan itu. 
Padahal, tidak mudah melihat sodetan halus  ujung bulan di saat matahari 
terbenam, dan masa melihatnya hanya  beberapa (puluh) detik saja. Bahkan 
menurut 
pakar, hampir mustahil  melihat bulan jika ketinggiannya masih di bawah empat 
derajat busur  langit, terlebih-lebih di negeri kita yang banyak uap air dan 
langit  seringkali tertutup awan.

Mungkin  karena merasa sulit itulah, para ahli falak menghitung atau menghisab. 
 
Perhitungan yang seharusnya sangat bisa dipertanggungjawabkan, seperti  
perhitungan untuk menentukan kapan terjadinya gerhana dan biasanya  terbukti 
kebenarannya. Sebenarnya, secara tidak langsung hasil  perhitungan itu sudah 
digunakan oleh pemerintah dengan menetapkan  hari-hari besar Islam dalam 
kalender masehi. Pada kalender resmi itu  sudah dicantumkan kapan terjadinya 
hari raya baik Aidil Fitri maupun  Aidil Adha, hari maulud Nabi, hari Isra' 
Mi'raj, dimana hari-hari yang  terakhir ini tidak pernah diperiksa ulang lagi 
dengan rukyat. 

Sidang  isbath tadi malam itu terlihat lebih istimewa. Pertama karena keputusan 
 
menteri baru dijatuhkan pada jam 20.30. Pada saat yang biasanya shalat  Taraweh 
di Jakarta dan sekitarnya sudah selesai. Penggiringan opini oleh  komentator 
acara televisi yang sudah 'memastikan' bahwa hari raya Aidil  Fitri tahun ini 
jatuh pada tanggal 31 Agustus terasa cukup kental. Yang  akhirnya diresmikan 
oleh pak menteri. Istimewa, karena kesaksian  beberapa orang yang mengatakan 
sudah melihat hilal dinilai 'mustahil'  oleh karena itu ditolak. Jadi dari awal 
sudah tercium bahwa kali ini  pemerintah memang akan menetapkan hari yang 
berbeda dari yang sudah ada  di kalender.

Heboh  kali inipun agaknya lebih istimewa. Karena menurut berita televisi, ada  
kelompok (jamaah) yang menghalangi kelompok (jamaah) yang akan shalat  Aid tadi 
pagi di Sulawesi Barat. Sebegitunyakah?

Aku  dan keluargaku hari ini memisahkan diri dari kelompok (jamaah) mesjid.  
Kami berhari raya hari ini. Aku menyetujui pendapat bahwa hilal sudah  berada 2 
derajat di atas ufuk, kondisi yang seharusnya sudah signifikan  meski mungkin 
belum dapat dilihat di waktu maghrib kemarin. Berarti  bulan Syawal sudah 
masuk. 
Kami tadi bergabung dengan jamaah id di Rumkit  Islam Pondok Kopi.

Entah  ada hubungannya dengan fanatisme melihat bulan ini entah tidak, aku  
ingat masyarakat di nagari Sungai Angek Sijunjung ketika aku pernah  kerja 
praktek di saat masih jadi mahasiswa di tahun tujuh puluhan.  Masyarakat yang 
benar-benar menunggu sampai bulan terlihat sebelum  mengawali puasa atau hari 
raya. Dan konon, di musim hujan, pernah  terjadi bulan baru terlihat di hari ke 
lima, lalu pada ketika itulah  masyarakat baru memulai puasa.  

Taqabbalallahu minna wa minkum..... Minal aidin wal faaizin...

**** 


Wassalamu'alaikum,

 
Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke