"Seburuk-buruk penguasa kalian adalah yang kalian benci dan merekapun
membenci kalian, kalian mencaci mereka dan merekapun mencaci kalian," lalu
dikatakan kepada Rasulullah, bolehkah kami memerangi mereka dengan pedang
(memberontak) ?" Beliau bersabda: "jangan, selama mereka masih mendirikan
sholat ditengah-tengah kalian. Dan jika kalian melihat mereka mengerjakan
perbuatan yang tidak kalian sukai, maka bencilah perbuatannya dan jangan
mencabut/meninggalkan ketaatan (darinya)." (HR Muslim, dari sahabat 'Auf bin
Malik, 3/1481, no.1855)"

"Siapa yang tidak menyukai kebijakan amir (pemimpinnya) maka hendaklah
bersabar, sebab siapapun yang keluar dari ketaatan kepada amir walaupun
sejengkal, maka dia mati seperti matinya orang jahiliah." (HR Bukhari
no.7143 dan Muslim no.1849)

Tak bisa aku mencari pemahaman yang lebih dalam dari apa yang kutahu tentang
arti hadits diatas, tapi dengan alasan hadits diataslah yang membuatku
selalu mengikuti keputusan MUI kapan berhari raya. Setiap tahun begitu.

Ndak tahulah, tapi aku melihat sangat besar penyimpangan yang dilakukan oleh
berbagai media dalam menanggapi perbedaan 1 Syawal tahun ini. Opini yang
dibangun, lebih melihat pada Muhammadiyah versus NU, atau bahwa MUI adalah
representasi NU, atau pemerintah tidak layak dipatuhi karena bukan negara
Islam, ini adalah Ijtihadiyah, dll.

Aku, mengartikan dengan begitu sederhana dan awam, bahwa ini bukan
Muhammadiyah versus NU, tapi pendapat Muhammadiyah versus Majelis Ulama
Indonesia yang didalamnya bergabung belasan organisasi  keagamaan Islam (NU,
Muhammadiyah, Persis, DDI, dll).

Aku, dengan kedangkalan berpikir, terkadang heran sendiri kenapa tidak ada
kesabaran dan rasa mengalah demi kesatuan umat dan syiar Islam, herannya,
didengungkan kemudian bahwa beda adalah rahmat dan ndak apa-apa.

Aku, dengan kebodohanku, menganggap bahwa sebenarnya persoalan ini muncul
karena egoisme kelompok dan golongan, merasa berhak menentukan sendiri kapan
1 Syawal, dan tidak adanya kepatuhan pada penguasa. Aku, mungkin memang
terlalu dangkal melihatnya.

Satu teman kemaren mengkritik habis Jamaah Naqasabandiyah karena berlebaran
duluan, "sesat mereka..." katanya. Dan teman ini berlebaran satu hari
sesudahnya.

Aku, dengan kerendahan ilmu, sampai saat ini masih menganggap bahwa urusan 1
Syawal  adalah urusan pemerintah yg dlm hal ini adalah MUI, yg merupakan
perwakilan dari seluruh ormas Islam.

Ah... Aku hanya manusia biasa

-----------

Ronald (39th, Urang Mualabb, Depok)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke