NI di Qatar Kongkow di Restoran Padang Sepinya Idul Fitri di Negeri Padang Pasir
Padang Today Berita Peristiwa Jumat, 02/09/2011 - 06:30 WIB RMOL 99 klik Suasana Lebaran di Qatar jauh dari hiruk pikuk dan kemeriahan. Kebanyakan penduduknya adalah pendatang yang sudah mudik menjelang hari raya. Qatar adalah salah satu negara di Timur Tengah. Negeri Padang Pasir itu batasnya di selatan adalah Arab Saudi dan sisanya dibatasi Teluk Persia. Saya menetap di daerah Al Rayyan, sekitar 22 km dari pusat kota Doha. Saya bekerja di sini sebagai perwakilan perusahaan yang ada di jakarta yang bergerak di bidang remittance atau pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia. Lebaran di sini sungguh sepi. Saya di sini dari 2007-2010. Setelah saya amati, kebanyakan dari penduduk di sini adalah pendatang dari negara lain yang mencoba peruntungan bisnis. Ada juga orang Qatar yang mudik ke Arab Saudi, Bahrain, Kuwait atau negara-negara Teluk lainnya. Selain itu, di sini juga tidak ada hiruk pikuk Lebaran. Tidak ada tradisi berkeliling-keliling untuk bersilaturahmi antar tetangga. Mereka kebanyakan menghadiri acara keluarga besar. Saya pribadi, daripada sendiri merayakan Lebaran, lebih baik menghadiri open house di kediaman sahabat setelah shalat Id di KBRI Qatar. Ada juga yang ngumpul di Katindo atau di Restoran Minang, yang terletak di dekat terminal bus Al Ghanim. Begitulah pengalaman saya merayakan Idul Fitri di Qatar. Petik Kurma di Jalan Untuk berpuasa, di Qatar sangat menyenangkan. Negeri pengekspor minyak ini menawarkan kemudahan bagi mereka yang berpuasa. Mau berbuka jika masih di jalan, kita tinggal memetik kurma yang tumbuh di pinggir jalan. Penghijauan jalanan dengan menanam kurma memang program dari pemerintah Qatar. Kebetulan saat saya berpuasa, pohon-pohon itu tengah berbuah. Jadi saya dengan leluasa mengambil buahnya saat berbuka tiba. Tak ada larangan mengambil kurma-kurma itu. Kemudahan menjalani puasa juga terlihat dari porsi jam kerja yang ditetapkan pemerintah. Saat puasa, jam kerja mulai dari pukul 8 atau 9 sampai pukul 12 siang. Lalu saya mulai lagi kerja setelah buka puasa sampai pukul 10 atau 11 malam. Ramadhan kali ini jatuh di musim panas. Lamanya puasa selama 15 jam di bawah suhu 40 derajat Celsius. Tak mudah berpuasa di bawah suhu yang sangat terik. Saat berbuka, biasanya ada dermawan atau badan amal setempat yang mengadakan buka puasa bersama. Acara ini hampir setiap hari diadakan di semua tempat, di lapangan dan masjid. Makanan yang disajikan pada acara itu cukup beragam. Ada nasi, gulai kambing, gulai ayam, gulai kikil, nasi mutton, samosa dan manisan. Makanan-makanan ini biasanya disajikan bergantian. Kadang hari ini daging kambing isinya lemak, besok gulai ayam. Mencari makanan indonesia di Qatar sangat mudah. Di negara ini, banyak sekali rumah makan yang menyajikan masakan Indonesia. Ada tiga yang saya pernah kunjungi. Pertama, Katindo, pemilik restoran ini adalah orang Indonesia. Lalu, ada restoran Minang yang menjual masakan Padang. Ada juga tempat makan semacam warteg rumahan. Harga makanan Indonesia di sini lebih mahal. Selepas berbuka biasanya suasana di Qatar barulah ramai. Ada yang mau bertransaksi jual beli atau pengiriman uang. Sebagian lainnya memilih shalat Tarawih dan membaca Al Quran di masjid. [rm] [ Red/Muslim ] -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
