Perantau Padangpariaman Kirim Rp 6 Miliar Per Bulan


Minggu, 04 September 2011 07:46 



Padangpariaman - Wakil Bupati Padangpariaman Damsuar memperkirakan, para
perantau asal kabupaten itu mengirim uang ke kampung halaman Rp 6 miliar per
bulan.



"Memang belum ada data valid, tetapi sejauh telah ada partisipasi perantau
untuk kampung halaman walau dana itu ditujukan untuk keluarga para perantau itu
sendiri ayau untuk pembangunan rumah ibadah," katanya di Padangpariaman,
Sabtu (3/9).



Hal itu dikatakannya, saat menerima kedatangan para perantau Padangpariaman
dari Bandung di Ampalu, Nagari Lareh Nan Panjang, Padangpariaman.



Damsuar menerima kedatangan 150 orang perantau asal Ampalu yang tergabung dalam
Ikatan Keluarga Ampalu dan Sekitarnya (IKAS) yang "pulang basamo"
(pulang bersama, red) untuk merayakan Idul Fitri 1432 Hijriah.



Dengan besarnya partisipasi perantau itu, menurut Damsuar, bila dikelola dengan
baik akan dapat diarahkan untuk percepatan pembanguan secara luas seperti
pembangunan infrastruktur, penanggulangan kemiskinan dan sektor pendidikan
serta pengembangan ekonomi.



Ia mengatakan, pemerintah daerah selalu mengharapkan partisipasi masyarakat
dalam bentuk "sato sakaki" (ikut serta, red) dalam pembangunan.



"Sato maksudnya ikut memberikan ide atau sumbangan pemikiran, ikut
memberikan bantuan material, dan ikut menyumbang dana serta ikut berdoa,"
jelas dia.



Damsuar juga mengingatkan para perantau agar melihat pembangunan Padangpariaman
dengan "kacamata kampung" bukan "kacamata rantau", karena
hasil pembangunan akan tampak dengan jelas bila dilihat dari kampung itu
sendiri dengan nyata.



Ia menambahkan, perantau merupakan potensi yang sangat besar dalam pembangunan.



"Oleh karena itu Pemkab Padangpariaman menyikapi hal itu dengan membentuk
sebuah fungsi dalam struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) yaitu Subag
Hubungan Rantau di Bagian Pemerintahan Nagari," katanya.



Dengan adanya fungsi khusus dalam SOTK Pemkab Padangpariaman tersebut,
diharapkan akan memperjelas program pemerintah dalam menggarahkan potensi
perantau dalam pembangunan, ujar Damsuar. [TMA, Ant]

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke