Dalam aku berkelana Tiada yang tahu ke mana ‘ku pergi Tiada yang tahu apa yang kucari Gunung tinggi ‘kan kudaki Lautan kuseberangi Aku tak perduli
Dalam aku berkelana Tiada yang tahu ke mana ‘ku pergi Tiada yang tahu apa yang kucari Suara empuk Haji Rhoma Irama mengalun syahdu dari HP, mengusir rasa bosan menunggu connecting flight yang panjang ke Latino America. Di sisi kiriku bergelimpangan para pelintas dari berbagai ras mencoba menghabiskan waktu dengan meluruskan badan yang kaku di bangku-bangku ruang tunggu. Setelah melewati guncangan diatas Asia, seketika keteka terbang dari Changi Singapore, memintas terus dipinggiran benua besar itu, negara demi negara, peradaban demi peradaban dan budaya demi budaya berlarian di bawah. Akupun memilih untuk sejenak meluruskan kaki sembari sesekali memasuki box tempat merokok di terminal B Frankfurt International Airport ini. Sejenak kemudian mencari tahu tentang tempat ini di Google, tertulis : " Bandara Rhein-Main adalah bandara pertama dengan sistem pengurusan bagasi setengah otomatis dan merupakan *hub* lalu lintas udara terbesar Jerman. Berbeda dengan Bandara Schiphol Amsterdam<http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Schiphol>yang di sedikit lebih kecil, bandara ini tidak memiliki enam landas pacu namun hanya tiga saja. Dua landasan paralel sepanjang 4.000 meter dan selebar 60 meter (landasan selatan lebarnya 45 meter serta ada dua bahu masing-masing berukuran 7,5 meter) dan landas pacu di barat sepanjang 4.000 meter, dengan lebar 45 meter serta masing-masing bahu jalan selebar 7,5 meter. Berbeda dengan Amsterdam ketiga landasan tidak bisa digunakan secara mandiri satu sama lain, namun paling tidak pada waktu yang bersamaan. Landas-landas pacu yang memiliki jarak 518 meter satu sama lain hanya bisa digunakan secara estafet saja, karena dengan turbulensi yang terjadi setiap pendaratan, pesawat-pesawat tidak bisa digunakan satu sama lain. Kapasitas bandara (Agustus 2006) adalah 82 gerakan penerbangan setiap jam antara pukul 6.00 sampai 14.00 dan 83 gerakan penerbangan antara pukul 14.00 sampai 22.00.Bandara Frankfurt adalah salah satu bandara dunia yang menggunakan sistem pengurusan bagasi otomatis mulai pada tahun 1972". Ah...sejenak menghela nafas lelah, terbayang dibenakku, aku saat ini ada ditengah kerumunan manusia berbagai ras dan bangsa yang hendak terbang ke tempatnya masing-masing, sejauah apakah ? dan bagaimanakah tempat yang mereka tuju ?. Disisi kiriku serombongan orang-orang Tiongkok berbicara riuh dengan bahasanya. Aku semakin tenggelam di persimpangan selasar terminal ini. Kawan seperjalananku sibuk membaca Tabloit Bola yang jujur membuatku senyum-senyum sendiri. Dia merasa aneh ketika aku katakan, aku tidak terlalu mengikuti perjalanan bola kaki, tetapi tanyalah padaku tentang sejarah, akan kuceritakan apa yang kau tak tahu, kataku. Tahukah kau, jikalah kita bisa keluar dari kota ini, maka tempat yang pertama aku datangi adalah Bastogn Forest yang terbentang diantara Prancis dan Jerman. Jikalah musim dingin yang berat mengalahkan Easy Company di hutan itu, maka Amerika tidak akan pernah bisa masuk Berlin kawan....sanggahku. Ah, jika kau ingin mendalami sejarah, kau harus mengerti bola, lihatlah bukuku ini, sergah temanku sambil mengeluarkan buku yang berjudul "Memahami Dunia Lewat Bola"...dilemparkannya buku itu padaku sambil terseyum menang. Aku mengangguk-angguk takzim. Memang teman seperjalananku ini penggila bola yang tak pernah melewatkan apapun tentang bola, bahakan SBY yang pulang duluan dari senayan kemarin waktu Indonesia main, habis dia kupas sejak diatas India ke Eropa. Terpaksalah aku mendengar kotbah bolanya. Aku masih ketawa-ketawa geli membayangkan dia membawa tabloit bola dari Jakarta ke Amerika Latin ini...he..he.. Dari kerumunan lalu lalang bangsa Aria ini, terbayang olehku tim panser Jerman. Di otakku melintas nama-nama seperti 1 Lothar Matthäus <http://id.wikipedia.org/wiki/Lothar_Matth%C3%A4us> 1980-2000 2 Jürgen Klinsmann <http://id.wikipedia.org/wiki/J%C3%BCrgen_Klinsmann> 1987-1998 3 Jürgen Kohler <http://id.wikipedia.org/wiki/J%C3%BCrgen_Kohler> 1986-1998 4 Franz Beckenbauer <http://id.wikipedia.org/wiki/Franz_Beckenbauer> 1965-1977 Sedang apakah mereka saat ini, apakah masih berdekatan dengan dunia bola. Kegagahan mereka masih berkesan bagiku ketika menonton piala dunia waktu kecil dulu. Seiring dengan itu terbayang olehku juga Herman Goering panglima angkatan udara Jerman yang legendaris dan Jendral Rommel yang menundukkan Africa. Ah...ok dech...sebentar lagi boarding, didepanku telah antri barisan panjang Latino yang akan memasuki Lufthansa ke Amerika Latin. Kembali terbayang olehku nama-nama melegenda seperti Pele dan tentunya Jendral Panco Vila yang eksentrik. Nanti disambung lagi....., lantunan Bang Haji masih mengiringiku Mungkin hatimu bertanya Apakah kiranya yang sedang kucari Dalam berkelana hai selama ini Oh baiklah kukatakan Yang kucari adalah Cinta yang sejati Dalam aku berkelana Tiada yang tahu ke mana ‘ku pergi Tiada yang tahu apa yang kucari Salam andiko sutan mancayo -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
