Kamis, 15 September 2011 02:44
API MENGAMUK LAGI DI PASAR PADANG PANJANG

Musibah kebakaran kembali melanda pedagang Pasar Padang Panjang.
Beredar isu, kebakaran ini disengaja. Atas dugaan itu, Walikota Padang
Panjang Suir Syam menyerahkan masalah ini kepada polisi.

PADANG PANJANG, HALUAN — Pasar Padang Panjang kembali terba­kar. Hanya
berselang sepuluh hari setelah terbakarnya Blok F dan G yang
menghanguskan 123 petak kios, Rabu (14/9) menjelang subuh terbakar
pula 142 petak kios yang berada di Blok B dan C.

Kebekaran kedua pusat perbelanjaan Pasar Padang panjang masing-masing
60 petak di Blok B, 22 petak gang tengah dan 60 petak di Blok  C.

Api yang diketahui mulai mem­besar pukul 04.30 WIB itu, baru dapat
dikuasai sekitar pukul 06.00 WIB. Hal ini berkat bantuan mobil pemadam
kebakaran Padang Pan­jang, Damkar Bukittinggi, Tanah Datar, Agam,
Limapuluh Kota dan Kota Pariaman yang turut bersama-sama memadamkan
api. Tidak ada korban jiwa, sementara jumlah kerugian belum diketahui
secara pasti. Sedangkan kerugian akibat kebakaran pertama Minggu (4/9)
ditaksir Rp2,19 miliar.

Pedagang Panik

Akibat kebakaran kemarin, para pedagang Pasar Padang Panjang tersebut
menjadi panik. Mereka sibuk dan berusaha menyelamatkan barang
masing-masing dari amukan si jago merah. Bahkan pedagang di perto­koan
bertingkat dan di sekitarnya ikut berkemas-kemas mengeluarkan barang
barang mereka. Takut jika api menjalar ke toko mereka.

Walaupun toko mereka tak terbakar, para pedagang itu tetap
mengeluarkannya dan menumpuk barang-barang itu bersama etalase toko di
emper toko sepanjang jalan Imam Bonjol dan Jalan M Syafei.

“Kami takut kalau kalau api menjalar ke toko kami” kata bebe­rapa
pedagang kepada Haluan Rabu (14/9). Bahar pemilik toko kain Muda Mudi
yang sehari-hari ber­jualan kain di Blok A setelah menerima telepon
beberapa saat api mulai mengamuk bergegas ke pasar dari rumahnya di
Bancah Laweh. Ia langsung menyelamatkan barang dagangannya yang masih
berada di dalam toko. Ia dibantu beberapa famili mengangkut barang
barang itu untuk selanjutnya dititip di sebuah toko di Jalan M Syafei.

“Barang-barang saya terpaksa dikeluarkan, takut jika api menjalar ke
toko saya. Alhamdulilah, semua selamat “ katanya. Hal serupa juga
dilakukan pedagang lainnya.

Suasana pasar Padang Panjang subuh itu semakin ramai. Di tengah
kesibukan mobil pemadam kebaka­ran memadamkan api, masyarakat juga
berbondong-bondong menyak­sikan terbakarnya  Blok B dan C Pasar Padang
Panjang. Mereka berdiri di toko bertingkat yang berada di sisi kanan
dan depan Blok B dan C yang sedang dilalap api.

Walikota Padang Panjang Suir Syam bersama Sekda Budi Harianto dan
Kasat Pol PP Sukma sejak subuh sudah berada di lokasi kejadian. Suir
Syam berdiri di Lantai II pertokoan bertingkat menyaksikan petugas
Damkar melokalisasi api agar tidak merembes ke Blok A dan toko
sekitarnya. Bahkan Wakil Walikota Edwin Anas setelah menerima telepon
terjadinya musibah kebakaran langsung turun ke lapangan. Edwin malah
ikut membantu pedagang mengeluarkan barang-barang dari beberapa toko.

“Saya ikut membantu pedagang. Kasihan pedagang yang kena musibah ini,”
kata Edwin Anas.

Suir Syam yang ditemui Haluan di lokasi kebakaran menyatakan rasa
dukanya atas musibah yang mendera warganya.

“Saya benar-benar terpukul dan bersedih atas berulangnya musibah
kebakaran ini,” ujarnya.

Ia berharap semua pedagang menerima musibah ini dengan sabar dan
tenang. Jangan ada sakwasangka. Aparat kepolisian dapat menyelidiki
penyebab kebakaran ini.

“Jika memang ada unsur sengaja, maka wajib diproses dan dihukum
menurut ketentuan yang berlaku,” ujar Suir Syam dengan matanya
berkaca-kaca tanda kesedihan.

Curiga Disengaja

Musibah kebakaran kedua ini menimbulkan kecurigaan pedagang. Mereka
menduga, kebakaran disenga­ja. Dugaan itu muncul setelah mengetahui
ditemukannya jeriken minyak tanah berikut sejumlah kayu yang sudah
dilumari minyak di depan Blok B persisnya dekat toko kain Muda Mudi.
Jeriken dan kayu terletak di bawah tangga menuju lantai II pertokoan
Inpres. Setelah mene­mukan jeriken dan kayu terse­but, petugas polisi
langsung mema­sang police line di bawah tangga tersebut.

Aksi Unjuk Rasa

Siangnya pedagang mendatangi Kantor Balai Kota. Ratusan pedagang
berorasi di halaman Kantor Balai Kota meminta bertemu Walikota Padang
Panjang Suir Syam. Aksi ini di bawah pengawalan aparat kepo­lisian.
Pedagang semula menolak dilayani wakil Walikota Edwin Anas. Kemudian
ditenangkan Kapolres AKBP Sofyan Hidayat agar pedagang dapat
menyampaikan aspirasi dengan kepala dingin dan tertib.

“Saya minta pedagang bisa menyampaikan aspirasi dengan tertib, kami
sudah memandu agar pedagang bisa bertemu dengan pimpinan daerah,” kata
Sofyan Hidayat.

Akhirnya dialog dengan wakil walikota dilaksanakan di ruang pertemuan
Balai Kota dengan 15 wakil pedagang dengan tertib. Hadir dalam dialog
bersama pedagang itu Sofyan Hidayat, Komandan Detase­men Brimob Polda
Sumbar AKBP H. Busral, Sekdako Budi Harianto serta Bustami Narda
kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Padang Panjang. Dialog
berjalan tertib.

Di hadapan Edwin Anas, para pedagang menumpahkan keke­cewaan mereka.
Mereka mensinyalir keba­karan disengaja, sebab di samping adanya
jeriken minyak tanah dan kayu yang dilumari minyak, pedagang juga
melihat adanya 3 orang men­curi­gakan berada di pasar malam itu.

“Apalagi sejak beberapa hari belakangan, lampu penerangan gang
seluruhnya padam,” kata Armadanis St Pangeran. Terlepas dari terbakar
atau dibakar, pedagang tidak terlalu mempersoalkannya. Penyelidikan
diserahkan kepada aparat kepo­lisian. “Semuanya adalah tugas polisi,”
kata Syailendra salah seorang wakil pedagang.

Musibah ini tak bisa dibiarkan berlarut larut. Pedagang bukanlah orang
orang kaya yang memiliki banyak uang. Mereka perlu kembali berdagang
guna menghidupi keluarga bahkan ada yang meminjam modal ke bank. Hanya
satu permintaan, pinta Syailendra, adalah mengizinkan agar lokasi yang
terbakar dibersihkan dan diperbaiki supaya pedagang bisa beraktivitas
kembali.

“Kami sepakat lokasi kebakaran itu direnovasi dulu agar kami bisa
kembali berdagang selekasnya. Kami minta segera dituangkan secara
tertulis. Jika perlu hari ini lokasi kebakaran digorokan bersama-sama.
Kami juga tak berharap bantuan bersyarat, biarkan kami yang
mere­novasinya,” kata Pangeran.

Edwin Anas menyikapi kekece­waan dan amarah pedagang itu dengan
tenang. “Saya dan pemerintah daerah tak punya niat membakar pasar ini.
Saya berani bersumpah dan siap untuk mati jika punya niat seperti itu.
Sekarang yang harus dibicarakan adalah bagaimana mencari solusi dari
musibah ini agar pedagang bisa beraktivitas kembali,” katanya.

Setelah berkoordinasi Suir Syam, Edwin menyatakan permohonan pedagang
menempati kembali kios yang terbakar pertama diizinkan dipergunakan
menjelang dibangun­nya pasar yang representatif.

“Itu adalah kesepakatan pemk melalui musyawarah bersama, jadi bukan
keputusan saya,” kata Edwin Anas dan disambut gembira semua perwakilan
pedagang.

Untuk kebakaran di Blok B dan C diminta pedagang bersabar me­nung­gu
penyelidikan dari Tim Labforensik Polda Sumut.

“Saya minta pedagang tak me­­ngu­tak-atik dulu sebelum tim
lab­forensik selesai melakukan penyelidikan,” kata Sofyan Hidayat
kepada wakil pedagang.

Perwakilan pedagang merasa lega, karena permohonan mereka dika­bulkan.
Setelah meneruskan hasil pertemuan kepada pedagang yang masih menunggu
di halaman Balai­kota, akhirnya seluruh pedagang meninggalkan Kantor
Balai Kota dengan tertib dan tenang.

Tertibkan PKL

Dalam pertemuan dengan wakil walikota, pedagang juga minta aparat
terkait menertibkan pedagang kaki lima. Ruas jalan Khatib Sulaiman
sangat semrawut akibat bertum­puknya pe­dagang kaki lima berjualan di
sana.  Bahkan aktivitas mereka bukan kaki lima lagi tetapi mereka
membangun kios di sepanjang jalan Khatib Sulaiman.

“Konon lapak lapak itu diperse­wakan oleh oknum tertentu. Kondisi ini
seolah ada indikasi pembusukan di pasar sekaligus menyulitkan mobil
Damkar melewatinya,” kata Arma­danis St Pangeran dan Eri Martha.

Menanggapi harapan itu, wakil walikota berjanji akan
mem­bica­rakannya. Masukan dan saran itu sangat berguna agar pasar
Padang Panjang bisa menjadi pasar yang nyaman bagi pengunjung dan
peda­gang. (h/one)

http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8523:142-kios-ludes-terbakar&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71

-- 



Wassalam
Nofend/34+ CKRG

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke