Menurut pak MN : Soalnya, dari pengalaman demi pengalaman di masa lalu, tiap kali orang rantau menyalurkan bantuan secara terpusat itu banyak yang tak sampai ke sasarannya, atau kalaupun sampai sudah tidak sebanyak yang semula lagi, di samping banyak liku-likunya dan lama pula memakan masa. Makanya jalur pintas yang mereka lakukan selama ini adalah justeru hubungan langsung dengan kampung atau nagari mereka masing-masing,
----------------------------------- Apakah ini yang menyebabkan Gebu Minang hanya dikuasai sekelompok elit Tidak mengakar sampai ke PKL, Sopir dan berbagai profesi urang Rantau yang lain ? Sehingga tidak tampak rasa : Saciok bak ayam, sadanciang bak basi itu ? ----TR Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
