Adi Dunsanak,
Iko ambo copas TOR (data2 dr BPS) utk sebuah Expo Bandar Lampung yg dihadiri
Gubernur se Sumatera dan DPD RI Kaukus Sumatera. Kurnia Chalik jg hadir utk
acara iko. Cubolah kito inok-inokan bana ANGKO-ANGKO nyo dan bandingkan dg
pembangunan di Jawa. Tidak usah bersedih. Tapi kito pikirkan langkah ke depan.
Krn kalau daerah tidak kuat ekonominya, ke depan akan susah juga negeri ini
menggeliat...! Jaan sampai tunggak-tunggak rumah gadang indak kuek manupang nan
diateh, tacilantang surang-surang beko...
Salah satunyo, sudah saatnyo dibuek di Facebook sebuah group baru: REALISASIKAN
JALAN TOL SUMATERA. Masih terngiang dikuping ambo ucapan salah seorang Dirjen
di Kemenhub bbrp tahun lalu: "Kalau daerah tidak proaktif, kita di pusat kadang
juga sulit membuat prioritasnya, mana yang harus diutamakan terlebih
dahulu...".Utk isu Jalan Tol iko, rasanya cukup mudah utk mendapatkan
dukungannya dr masyarakat se Sumatera krn isu Jalan Tol lebih mudah dipahami
oleh berbagai lapisan masyarakat. Investor swasta juga lebih cepat tertarik
jika utk Jalan Tol biasanya. Krn ROI nya lebih cepat dibanding KA. Ntar
menyusul isu Trans Sumatra Railways secara bertahap. Kalau Jembatan kan alah
ado SK nyo. Mumpung Hatta Rajasa juo urang Sumatera dan mulai banyak pulo
billboardnyo dimano-mano nampaknyo...:) Manfaatkan timing ini, suaro masyarakat
asal Sumatera jg banyak lho...:) Dan juga para politisi asal Sumatera, mungkin
juga bisa memanfaatkan isu ini, maybe...
-->
Pengantar
Pulau Sumatera harus segera menyiasati pertumbuhan ekonominya
yang “stagnan” dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi 7 % tidak
akan bisa dicapai jika tantangan-tantangan berikut ini tidak bisa disiasati
dengan baik.
Pertama, ketimpangan pendapatan perkapita sangat tinggi antar daerah, hampir
Rp. 90 jt per kapita di
Siak tetapi hanya sekitar Rp. 3 sd 4 jt
perkapita di banyak daerah lain (BPS diolah, BCG).
Kedua, PDRB didominasi oleh
sektor tambang dan perminyakan yang relatif pertumbuhannya sangat kecil dalam 5
tahun terakhir, sedangkan sektor lain yang pertumbuhannya sangat tinggi,
bahkan ada yang mencapai angka 10 % seperti perdagangan,
finansial, konstruksi pariwisata dan lain-lain sumbangannya terhadap PDRB sangat
kecil (BPS diolah, BCG).
Berikutnya, ketiga, investasi di Sumatera terus
menurun, investasi asing secara nasional rata-rata tumbuh 19 % dalam 5 tahun
terakhir, tetapi di Sumatera tumbuh dengan angka minus 9 %. Rata-rata
pertumbuhan investasi domestik secara nasional memang tumbuh minus 2 %, tetapi
Sumatera pertumbuhannya
turun lebih drastis, minus 25 %.
Keempat,
akses terhadap infrastruktur sosial juga masih rendah. Di Banten 13 persen dari
desanya sudah mempunyai puskesmas, sedangkan di Sumatera Selatan dan Sumatera
Utara hanya 9 persen. Kementerian Kesehatan menargetkan 30 dokter untuk setiap
100.000 penduduk, sedangkan
rata-rata propinsi di Sumatera hanya mempunyai sekitar 5 sampai dengan 12
dokter untuk setiap 100.000 penduduk (BPS, Profil Kesehatan, OECD, BCG)
Untuk menghadapi empat tantangan utama pembangunan
ekonomi Sumatera, salah satu hal yang
sangat penting adalah restrukturisasi dan revitalisasi pembangunan
infrastruktur transportasi Sumatera. Saaat ini hanya 34 % jalan nasional, 51 %
jalan propinsi dan 38 persen jalan kabupaten yang berada dalam kondisi baik
(BPS, ADB, Asia Foundation, BCG) .
Jalan-jalan tersebut semuanya juga sedang menghadapi persoalan luar biasa
dengan muatan lebih yang dibawa oleh
truk-truk berat yang mengakibatkan
cepatnya terjadi kerusakan jalan. Tidak termasuk jalan Propinsi dan jalan
Kabupaten yang merupakan bagian terbesar dari jaringan jalan di pulau Sumatera,
pemerintah pusat saja pada tahun 2010 ini harus mengalokasikan Rp. 3 triliun
lebih untuk pengelolaan jalan nasional. Jumlah ini dana sebesar itu tidak akan
optimal untuk mengantisipasi empat
tantangan utama Pembangunan ekonomi di Pulau Sumatera.
“Turn around time” pelabuhan utama di Sumatera seperti Belawan,
Dumai, dan Palembang sangat besar, mencapai 62 jam sampai dengan 82 jam (USAID,
E&Y dan BCG). Sementara itu di Singapore “turn around time” pelabuhannya
hanya 26 jam, 1/3 dari “turn around time” kita. Jika kondisi ini tidak segera
diperbaiki, biaya transportasi dan logisitik barang di Sumatera akan tetap
tinggi dan mengurangi daya saing barang-barang dan jasa yang diproduksi di
Sumatera.
Jalur KA yang sudah mulai dibangun di Aceh pada tahun 1874,
Sumatera Barat 1891, Sumatera Utara 1886 dan Sumatera Selatan 1914 dengan total
panjang yang beroperasi pada tahun 1939 sepanjang 2.488 km, saat ini yang
beroperasi penuh hanya KA di Sumatera Selatan. KA di Aceh dan Sumatera Barat
hampir tidak beroperasi, sedangkan di Sumatera Utara tidak beroperasi penuh.
Kereta Api hanya beroperasi optimal untuk membawa batu bara saja di Sumatera
Selatan, hanya 3 % dari produk komoditi yang diangkut dengan KA. Sedangkan
Sumatera adalah penghasil minyak Sawit terbesar dunia (13 jt ton/tahun, total
Indonesia 17 ton/tahun) bersama dengan Malaysia dan pengasil karet terbesar
dunia bersama dengan Thailand (3 juta ton pertahun). Sedangkan angkutan KA
merupakan angkutan yang terbukti merupakan moda angkutan barang yang paling
efisien untuk angkutan jarak menengah, 400 km sampai dengan 1.000 km, dan
angkutan massal perkotaan.
Biaya angkut per ton barang dengan kereta api hanya sekitar Rp. 128/ton-km,
sedangkan dengan truk adalah sekitar Rp. 1.400/ton-km. Pemakaian bahan bakar KA
hanya 0,002 liter/ton-km, sedangkan dengan truk memerlukan 0,025 liter/ton-km.
Dengan demikian, para pemerintah dan daerah dan para Gubernur
se Sumatera harus mempunyai program jangka pendek, jangka menengah dan jangka
panjang untuk revitalisasi dan reorientasi pembangunan infrastruktur
Transportasi di pulau Sumatera terutama untuk sub sektor Kereta Api dan
Pelabuhan.
“Opportunity”
1. Rencana Pembangunan Jembatan Selat Sunda yang sudah mendapatkan
persetujuan pemerintah pusat dengan keluarnya Kepres no 36/2009 tentang Tim
Nasional Persiapan Pembangunan Jembatan Selat Sunda
2. Telah selesainya revisi semua Undang-Undang terkait Transportasi
yang pada prinsipnya memberikan kesempatan yang luas kepada Pemerintah Daerah
dan Swasta untuk membangun dan mengelola infrastruktur Transportasi dan
mengembalikan fungsi Regulator dari BUMN kepada pemerintah.Wass,
Nofrins
________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, September 15, 2011 2:34 PM
Subject: [R@ntau-Net] Ma Nan Paralu lebih dulu; Jembatan Selat Sunda atau Jalan
Tol Bekaheuni-Aceh
Iko copas dari tetangga sebelah.
Kok rirayo lah lalu 2 minggu labiah. Ampie sado sanak nan pulang kampuang lah
babaliak pulo ka rantau. Sabagian nan pulang kampuang tantu mampagunokan sarana
infrastruktur nan ado mulai dari barangkek dari rantau sampai ka kampuang dan
pulang baliak ka rantau. Sekitar masalah infrastruktur ko, ado diskusi nan
menarik di kalangan alumni ITB angkektan 84 yaitu ma nan sabananyo labiah
paralu kiniko di buek, antaro Jambektan Selat Sunda atau jalan Tol Trans
Bakauheni - Banda Aceh. Barikuik ambo kutipkan asal muasal diskusi dari Millist
ITB84 tu :
---------- kutipan----------
Penting mana di bangun Jalan Tol Bakahuni - Banda Aceh (TBB) dengan Jembatan
Selat Sunda (JSS) ?
Melihat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatra saat in, sangat menjanjikan pada
tumbuhnya pendapatan negara yang di akibatkan oleh bergeraknya sektor riil.
Tumbuhnya sektor riil sangat membutuhkan infrastruktur terutama transportasi
darat yang kurang baik existing nya saat ini.
Bila Jalan Tol Bakahuni-Banda Aceh (TBB) dibangun akan berdampak pada :
- Pendapatan negara akan meningkat dari sektor pajak akibat kegiatan ekonomi.
- Menumbuhkan lapangan kerja baru serta berdampak pada muculnya enterpreanur
baru.
- Terciptanya lapangan kerja baru yang mengurangi pengangguran.
- Biaya Logistik akan turun.
- Banyak lagi manfaat positif yang berdampak pada kesejahtraan rakyat indonesia.
Sebagai Alumni ITB yang banyak ahli di bidang modeling serta rekaya Financial
tentu bisa melihat ini dengan jernih.
Biaya yang diperlukan untuk pembangunan Tol Bakahuni - Banda Aceh (TBB) SETARA
dengan biaya pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) karena lahan yang digunakan
sebagian besar bukan lahan pemukiman dan lahan nya milik negara.
Pembangunan TBB memakan waktu relatif sama dengan pembangunan JSS, tetapi
material dan teknologinya sudah dikuasai oleh bangsa kita sendiri sehingga
devisa yang keluar tidak besar.
Pembiayaan untuk TBB ini bisa di lakukan dengan cara securitysasi aset.
Pelaksanaan pembangunan dan pengelolaannya diserahkan kepada BUMN Karya dan PT
Jasa MargA.
Mari kita dorong Pemerintah untuk membangun Tol Bakahuni - Banda Aceh (TBB)
untuk KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA.
-----------akhir kutipan -----------
Kalau di awak kiro kiro nama nan labiah prioritas ?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/