Kamis, 15 September 2011 02:03 

ONTARIO, HALUAN — Mayoritas dari masyarakat Kanada berpendapat konflik antara 
negara-negara Barat dan dunia Muslim “tidak terdamaikan”. Demikian kesimpulan 
sebuah survei nasional saat peringatan tragedi 9/11 yang diperingati hari  
Minggu (11/9) lalu.

Hasil survei yang melibatkan 1.500 warga Montreal dan dilakukan selama tiga 
hari itu, menunjukkan 56 persen responden melihat masyarakat Barat dan Muslim 
terkunci dalam sebuah perjuangan ideologi yang tak berujung. Hanya 33 persen 
yang menyatakan konflik dunia barat dan Islam dapat diatasi. 

Direktur Eksekutif Association for Canadian Studies (ACS), Jedwab Jack, 
mengatakan temuan survei memiliki “konsekuensi serius” bagi pemerintah Kanada 
dalam mengeluarkan kebijakan yang berusaha menjembatani dua budaya dalam 
mengatasi benturan antar-agama dan budaya. “Konflik yang terjadi dalam 
masyarakat multi kultural dapat diselesaikan melalui dialog dan negosiasi. 
Kanada terlihat menonjol dalam menyelesaikan konflik melalui dua acara 
tersebut,” paparnya seperti dikutip Nationalpost.com, kemaren.

Dia menambahkan, jika mayoritas masyarakat Kanada menyatakan benturan yang 
terjadi tak terdamaikan. Lantas mengapa beragam program dan proyek dirintis 
bertujuan untuk menjembantani dua budaya yang dimaksud.

Sementara, sebuah survei online menyebutkan ada semacam kecemasan dari 
masyarakat Kanada tentang keamanan dunia selepas tragedi 9/11. Mereka juga 
mencemaskan konflik Afghanistan yang berkepanjangan.

Kondisi senada juga terungkap dalam hasil survei ACS yang mengatakan 65 
responden mengatakan mereka tidak lagi percaya dunia sekarang ini lebih aman 
dari ancaman terorisme. Dan 70 persen responden pesimis perang di Afghanistan 
mengurangi kemungkinan resiko serangan teroris. “Sikap pesimis ini muncul 
akibat dari keputusasaan yang meluas ihwal solusi penyelesaian benturan Barat 
dan dunia Islam,” kata Jedwab.

Ia mengatakan sulit bagi Kanada untuk meredakan benturan itu bila tidak ada 
pemahaman dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan. “Jadi, survei ini dapat 
menjadi pertimbangan pemerintah Kanada untuk mengambil langkah tepat seperti 
merujuk kembali pada hak-hak kemanusiaan yang selama ini dihormati,” pungkas 
Jedwab. (rep)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke