*Halo Warung Padang, Halo Warteg*

Posted by yuswohady under Branding, Consumer 3000, Consumer Behavior | Tags:
Branding, Consumer 3000, culinary branding, local brand |

Jumat lalu (9/9) sehabis memberikan seminar di kantor Pertamina Pelumas, Oil
Center, Jl. Thamrin, saya bersama teman-teman peserta makan siang di rumah
makan (RM) Padang *Sari Ratu* di Plaza Indonesia yang terletak di seberang
jalan. Di sela-sela rendang, sambal ijo, pete goreng, dan tentu nasi pulen
yang membabi-buta menyerbu mulut saya, kami ngobrol seru mengenai RM Sari
Ratu. Obrolan santai yang awalnya berpusar pada urusan rendang, kepala kakap
dan ayam pop, kemudian menjelajah hingga ke urusan *branding*.

Ya, RM Sari Ratu ini unik secara branding, karena jaringan (chain) warung
Padang ini fokus memosisikan brand-nya di atas. Bahkan warungnya hadir di
mal-mal kelas atas seperti Plaza Indonesia atau Mal Pondok Indah. Karena
menyasar kelas atas maka makanan dijamin bersih, menu komplit, dan pasti
enak tak seperti rumah Padang pinggir jalan, tentu dengan harga yang di atas
rata-rata. Menariknya, warung ini ramai minta ampun (yes, inilah fenomena
konsumen kelas menengah Indonesia – “*Consumer
3000*<http://www.yuswohady.com/2010/12/04/consumer-3000/>
”).

*Naik Kelas*
Bicara warung Padang, saya menangkap adanya fenomena branding yang menarik,
yaitu brand image-nya yang kian terdongkrak naik selama 5-10 tahun terakhir
ini. Secara brand, kini warung Padang tidak lagi dilihat sebagai brand kelas
bawah (low-end), tapi sudah menjadi brand hebat, yang bahkan tak kalah dari
jaringan resto global seperti *McDonald*’*s *atau *KFC*. Teman saya ngobrol
*Redesmon Munir*, salah seorang eksekutif pemasaran di Pertamina Pelumas,
menyebutnya: “*transformasi branding warung Padang*”.

Dulu, ketika mendengar warung Padang, maka yang terbersit di benak adalah
rumah makan kecil murah-meriah; berlokasi di jalan kecil atau gang yang
kumuh, dikelola oleh bapak tua (yup, dari logatnya ketahuan berasal dari
Sumatera Barat); dengan etalase box kaca yang khas berisi deretan piring
dengan menu khas masakan Padang; kebersihan kurang terjamin alias jorok; dan
pelayanan dilakukan secara one-man show oleh si pemilik warung.

Kini semua gambaran itu kian terkikis. Kalau Anda masuk ke RM *Sederhana*, *
Garuda*, atau*Sari Ratu* yang Jumat lalu saya kunjungi, maka Anda akan
mendapati sebuah restoran Padang yang modern, lantai kinclong, wastafel
mengkilat, ruangan full-AC, makanan bersih, menu komplit, dikelola secara
profesional dengan belasan bahkan puluhan pelayan. Kehadiran warung Padang
modern yang kian mewabah inilah yang menjadi musabab terdongkraknya brand
warung Padang secara keseluruhan.

*Branding Warung Padang*
Saya melihat naik kelasnya warung Padang tak terlepas dari maraknya
bermunculan jaringan warung Padang (baik dalam format waralaba atau bukan)
yang dikelola secara modern-profesional. Sejak 5-10 tahun terakhir warung
Padang jenis ini bermunculan bak jamur di musim hujan. Mereka dikelola
dengan pendekatan manajemen, servis, dan branding yang modern layaknya
pengelolaan McDonald’s atau KFC.

Penghargaan sebesar-besarnya patut diberikan kepada RM Sederhana yang dalam
waktu sangat cepat mampu mendongkrak brand-nya dan secara massif meluaskan
jaringan warungnya di kota-kota besar utama Tanah Air. Langkah inspiratif
inilah yang mampu membalik brand image warung Padang secara keseluruhan dari
warung kelas bawah menjadi warung prestisius yang tak hanya dikunjungi
kalangan menengah-bawah, tapi juga kalangan atas.

Apa yang terjadi begitu RM Sederhana berhasil mendongkrak brand-nya? Yang
saya lihat, langkah ini menjadi critical mass yang memicu munculnya
warung-warung Padang modern lain secara massal. Kehadiran RM Sari Ratu di
segmen yang lebih atas dengan masuk di mal misalnya, semakin mengerek posisi
warung Padang kian ke atas lagi. Begitu juga survei *CNNgo*yang menempatkan
rendang sebagai makanan terenak sejagat beberapa waktu lalu bisa dipastikan
akan mengerek warung Padang ke posisi yang lebih tinggi lagi.

*Halo Warteg*
Kalau warung Padang mampu dengan sukses mendongkrak brand-nya sejajar dengan
resto global, maka harusnya warung-warung lokal lain pun juga harus bisa.
Ambil contoh warung Tegal (*warteg*). Kita tahu, nasib brand warteg hingga
saat ini tak seberuntung warung Padang, masih sangat menyedihkan. Warteg
sudah identik dengan warung untuk kalangan bawah. Bahkan banyak dari kita
yang masih malu makan di warteg.

Bisakah warteg menjadi seperti warung Padang, melakukan transformasi
branding? *Why not*, tentu saja bisa! Bagaimana caranya? Ikuti saja persis
apa yang terjadi di warung Padang. Saya kira kondisi warteg saat ini tak
beda jauh dari kondisi warung Padang sebelum terjadi transformasi branding.
Untuk bisa pelan-pelan mendongkrak brand-nya maka harus ada “model” warteg
modern seperti RM Sederhana. Atau, kalau perlu ada warteg yang masuk mal
bergengsi seperti RM Sari Ratu.

Saya bukan dari Tegal, tapi saya tidak rela kalau warteg tidak bisa seperti
warung Padang. Karena itu melalui tulisan ini saya berharap-harap ada putra
terbaik, pejabat, atau konglomerat asal Tegal yang mau bermurah hati
merintis warteg modern seperti RM Sederhana atau Sari Ratu untuk mengangkat
harkat-martabat warteg.

Saya punya mimpi, dari sisi brand image, warteg harus bisa mengalahkan McD
dan KFC di mal-mal.

*Hidup kuliner lokal!!!  Hidup brand lokal!!!  Hidup Indonesia!!!*

*Blog: http://www.yuswohady.com   |   Twitter: @yuswohady
*
*
*
*
http://yuswohady.blogdetik.com/2011/09/13/halo-warung-padang-halo-warteg/?query-string
*


auliah azza.38.p. depok.silungkang.dalimo jao.supanjang.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke