Assalamualaikum ww.
Bapak2, Ibu2. Dunsanak di Palanta nan Ambo hormati.

Setelah Ambo buka tulisan-tulisan lamo, ternyata tulisan ini cukup mendapat 
sambutan dari pembaca, diklik  atau dibaca oleh 1.004 pengunjung. Entah dimana 
letak kekuatannya. 


Reflusmen

Merindukan Indonesia Makmur
Manajemen Pengawasan Si Tukang Angon

OPINI | 02 September 2010 | 00:511004 6  2 dari 2 Kompasianer menilai Bermanfaat


Setelah musim panen, adalah merupakan waktu terbaik untuk memelihara bebek 
karena makanan bebek seperti cacing, keong, dan sisa padi disantap bebek 
sepuasnya tanpa harus dibayar alias gratis.


Model peternakan bebek dengan pola berpindah-pindah dari suatu sawah ke sawah 
lainnya tanpa pulang kekadang banyak terdapat di desa-desa di kawasan Cirebon, 
Pantura, Tasikmalaya dan lainnya.


Pada umumnya bisnis ini adalah kerja sama antara pemilik modal dengan 
penggembala bebek (Tukang Angon) dengan system bagi hasil atas pendapatan dari 
penjualan telur.


Bisnis peternakan Bebek ini cukup menggiurkan karena pasar telur bebek masih 
terbuka luas dengan modal yang relatip kecil dibandingkan dengan pendapatan 
penjualan telurnya. Dari beberapa literature,produksi telur bebek bisa mencapai 
60% dari jumlah bebek yang ada dan masa produktifnya bisa mencapai 18 bulan.


Keuntungan yang diperoleh sangat mudah dihitung yaitu selisih antara nilai 
penjualan telur selama masa pemeliharaan dikurangi Modal awal atau harga beli 
bebek yang sudah bertelur.


Secara matematika dapat dibuat rumus sebagai berikut:

(Jumlah bebek X 60% X (18 X 30) X Harga Telur per butir) – (Jumlah bebek X 
Harga)


Dari obrolan dengan teman seorang investor Bebek, yang bersangkutan mengeluh 
atau mencurigai kejujuran si pengembala (Tukang Angon) karena tidak menyetorkan 
hasil penjualan telur sesuai perhitungan di atas.


Adakah solusi untuk mendeteksi kejujuran si Tukang Angon ?


Mungkin anda akan sependapat dengan penulis bahwa “Sepanjang bisnis yang 
digeluti dengan bantuan orang lain, dimana kita tidak bisa mengawasinya, lebih 
baik bisnis itu tidak dijalankan” karena uang tidak bersaudara.


Solusi yang penulis tawarkan adalah sebagai berikut:


Hitung keuntungan yang ingin diperoleh, umpama 20%, 50% atau…..% dari Modal 
awal, sehingga didapat jumlah uang yang akan diterima yaitu 100% + Persentase 
keuntungan X Modal awal. Kita umpamakan 150% X Rp 5 juta = Rp 7,5 juta.


Tawarkan kepada Tukang Angon bahwa apabila dia sudah dapat menyetor hasil 
penjualan telur sebanyak Rp 7,5 juta maka bebek menjadi miliknya.


Kalau begitu si Tukang Angon tidak mau lagi mengembalakan Bebek dimasa yang 
akan datang karena dia sudah punya Bebek ! Itulah Statement teman Investor tadi.

Itu masalah mudah ! Kita sarankan agar bebek itu dijual saja karena sudah tidak 
produktif lagi.


Untuk selanjutnya uang yang diterima dibelikan lagi bebek yang produktif dan 
buat lagi kerjasama dengan model diatas dengan Tukang Angon yang sama, begitu 
seterus.


Setelah beberapa lama kemudian kami bertemu dengan teman Investor tadi, yang 
bersangkutan menyatakan bahwa model ini cukup effektif karena membuat si Tukang 
Angon jadi termotivasi dan Investor tak perlu pusing memikirkan kejujuran si 
Tukang Angon.


Apakah anda tertarik? Silahkan coba.

Wassalam

Reflus/ L. 53 tahun.




 


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke