Pak Abraham, itulah nan tajadi di sabagian Agam Timur nan rasonyo di
Urang Kurai bana indak pulo doh rasonyo mamintak sabagian Agam Timur du
masuak kota.

Kadang-kadang indak mangarati pulo awak antah sia golah nan gata untuak
masuak kota atau mamasuak an ka kota ko.

Tapi ancak indak di kaji-kaji lai carito lamo ko tapi bialah mak jadi
kenangan sajo lai untuak anak cucu kito isuak.

Baa manuruik pak Abraham du.

 

Wassalam

Batuduang Ameh (44) Nan Babandera Sirah 

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Abraham Ilyas
Sent: Thursday, September 22, 2011 2:27 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Jwb Mochtar Naim "MERANTAU DITINJAU KEMBALI"

 

Pak MN yang ambo hormati.

Meskipun pak TR yang ditanyo, tapi izinkanlah ambo sato pulo bapandapek
untuk manjawek pertanyaan:

Lalu dari hasil pengamatan itu mengajukan solusi alternatif apa yang
bisa kita usulkan untuk mengatasi masalah itu.
------

Dari http://id.wikipedia.org/wiki/Nagari ambo kutipkan sbb:

"...... Dalam masa perang kemerdekaan dibentuk juga organisasi
pertahanan tingkat nagari, yaitu Badan Pengawal Nagari dan Kota (BNPK).
Badan ini didirikan atas inisiatif Chatib Sulaiman. Namun setelah
keluarnya Perda No. 50 tahun 1950 tentang pembentukan wilayah otonom,
maka sejak itu pemerintahan nagari hampir tidak berperan lagi."

Dari catatan sejarah ini bisa kita simpulkan betapa pentingnya peran
"nan Duo" ini sehingga pemimpin republik kala itu (Chatib Sulaiman)
perlu membentuk BPNK. 

"Nagari" dan "Kota" merupakan dua institusi yang setara, saling
melengkapi.
Kota kota di MK berasal dari penggabungan nagari nagari.
Kota adalah konsekwensi budaya industri yang berasal dari Inggris.

Sejarah pula kemudian mencatat, pecaplokan nagari nagari oleh kota di
ranah.

Hanya di Luhak nan Tuo Tanah Data, tampaknya kota tak mampu
memusnahkan/melikuidir nagari nagari (Baringin, Limokaum, Suruaso,
Simpuruik) menjadi kota Batusangka secara hukum.

Untuk mengukur "keberhasilan pembangunan yang sahih" adalah HDI/IPM ....
dan bukan macetnya jalan oleh kenderaan import, atau adanya resort
eksklusif untuk orang asing.

Cita cita "baliak banagari, kambali basurau" manuruit ambo olah sesuai
dengan khittah budaya MK yang bisa mengatasi masalah masalah tsb.

Salam

Abraham Ilyas lk. 66th

-- 



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke